Pengembang JGC Akui Danau Resapan Tak Mampu Menampung Air Hujan

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Kamis, 27 Februari 2020 | 12:00 WIB
Pengembang JGC Akui Danau Resapan Tak Mampu Menampung Air Hujan
Jakarta Garden City atau JGC Cakung. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - PT Modernland Realty Tbk selaku pengembang kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur angkat bicara terkait tudingan warga yang menyebut proyek yang digarapnya sebagai biang banjir di pemukiman warga sekitar.

Corporate Communication Department Head PT Modernland Realty Tbk Gunawan Setyo Hadi mengatakan, dalam tata ruang kawasan, sebenarnya pihaknya telah menyiapkan dua danau seluas 15,4 hektare dan 3 hektare yang berfungsi sebagai lokasi resapan air.

"Pertama luasnya 15,4 hektare, kalau kita hitung dengan kedalamam 7 meter bisa menampung 1 juta kubik. Kemudian kedua hampir 3 hektare dengan kedalaman 6 meter, mampu menampung 200 ribu kubik," kata Gunawan saat dihubungi Suara.com, Kamis (27/2/2020).

Dengan luasan itu, mereka yakin debit air tidak akan meluap ke pemukiman warga, ditambah kata Gunawan, pihaknya juga sudah menyiapkan delapan pompa yang siaga untuk menyedot air jika terjadi luapan di danau tersebut.

Namun ternyata kedua danau tersebut tidak mampu menampung intensitas hujan yang turun semalaman sejak Selasa dini hari kemarin, sehingga meluber ke pemukiman warga di Cakung Timur, Jaktim dan Rorotan, Jakarta Utara.

Gunawan menyebut pihaknya sudah bertemu dengan warga untuk mediasi pada Rabu siang kemarin untuk menemui jalan tengah.

Dihubungi terpisah, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Timur, Santo mengatakan seharusnya JGC membangun dua aliran pembunganan air, ke arah Kali Banjir Kanal Timur (sisi selatan) dan ke arah Badan Pembekalan TNI (sisi utara).

Santo menyebut proses pembangunan ini belum bisa dilakukan oleh manajemen JGC karena pembebasan lahan tak kunjung tuntas.

"JGC itu pembuangannya ada ke arah BKT dan Babek sana. Tapi yang babek belum bebas, ada 300 meter lagi dalam waktu dekat sama JGC mau ditindak lanjuti," kata Santo saat dihubungi.

Dia mengatakan jika sudah terkoneksi dengan BKT maka pembuangan air dari JGC pun bisa tembus ke Cakung Drain, tidak lagi ke arah rumah warga sekitar.

"Lahan itu nanti buat saluran mau ke BKT. Nanti tembusnya ke Cakung Drain juga. Ada salurannya, sebenarnya tapi kecil. Makanya mau dibuat setelah pembebasan," ucapnya.

Diketahui, berdasarkan informasi dari www.jakartagardencity.com, JGC yang memiliki luas 370 hektare itu dulunya rawa, kemudian diurug dan dikembangkan oleh PT Modernland Realty Tbk menjadi kawasan perumahan mewah (cluster), lengkap dengan fasilitas umum seperti Food Garden, IKEA, Rumah Sakit Mayapada, AEON Mal yang telah beropersi sejak 2017.

Rawa ini seharusnya berfungsi sebagai tempat penampungan air saat hujan deras yang menyelamatkan warga dari bencana banjir.

Sebagai solusinya, JGC menyisakan dua titik yang berada di sekitar AEON Mal untuk menjadi danau lokasi penampungan air ketika musim penghujan.

Namun, pada awal tahun dan akhir pekan kemarin, kedua danau tersebut tak sangguh menyerap dengan cepat sehingga curah hujan yang tinggi membuat danau dan tembok beton tinggi yang dibuat JGC juga tak sanggup menahan air hingga meluber ke pemukiman warga.

Karena sudah tiga kali menjadi korban banjir akibat JGC, masyarakat dari empat RW yang menurut keterangan Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian berasal dari RW4,RW6,RW8 dan RW9 itu marah dan menyerang Mal AEON pada Selasa (25/2/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disindir Zaman Ahok Kali Dikeruk, Sekda DKI Bilang Begini

Disindir Zaman Ahok Kali Dikeruk, Sekda DKI Bilang Begini

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 11:40 WIB

Begini Aksi Santuy Para Warga saat Menghadapi Banjir

Begini Aksi Santuy Para Warga saat Menghadapi Banjir

Video | Kamis, 27 Februari 2020 | 11:15 WIB

Menolak Rapat Banjir di DPR, Hari Ini Anies Rapat Revitalisaai TIM

Menolak Rapat Banjir di DPR, Hari Ini Anies Rapat Revitalisaai TIM

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 11:14 WIB

Banjir Jakarta, PSI Minta Anies Setop Salahkan Pihak Lain

Banjir Jakarta, PSI Minta Anies Setop Salahkan Pihak Lain

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 11:12 WIB

Antisipasi Banjir, Pemerintah Pusat Siagakan Pompa di Sejumlah Titik

Antisipasi Banjir, Pemerintah Pusat Siagakan Pompa di Sejumlah Titik

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 09:39 WIB

Dituduh Jadi Biang Banjir, Pembangunan Drainase JGC Terhambat Masalah Lahan

Dituduh Jadi Biang Banjir, Pembangunan Drainase JGC Terhambat Masalah Lahan

News | Kamis, 27 Februari 2020 | 08:35 WIB

Ala Film Parasite, Warganet Bandingkan Banjir di Cluster dan Kampung Warga

Ala Film Parasite, Warganet Bandingkan Banjir di Cluster dan Kampung Warga

Tekno | Kamis, 27 Februari 2020 | 08:15 WIB

Terkini

KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari

KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:21 WIB

DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas

DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:08 WIB

Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia

Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:59 WIB

Usai Dadan Dicopot, Belasan Karangan Bunga Berdatangan ke Kantor BGN

Usai Dadan Dicopot, Belasan Karangan Bunga Berdatangan ke Kantor BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:59 WIB

Dosen PPPK Resmi Diarahkan Menjadi PNS, Ini Mekanismenya

Dosen PPPK Resmi Diarahkan Menjadi PNS, Ini Mekanismenya

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:50 WIB

Komunikasi Istana Dinilai Kehilangan Arah, Publik Jenuh dengan Drama Elite

Komunikasi Istana Dinilai Kehilangan Arah, Publik Jenuh dengan Drama Elite

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:50 WIB

Barang Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terancam Musnah di Tangan Pengadilan Militer

Barang Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terancam Musnah di Tangan Pengadilan Militer

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus

Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:45 WIB

Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa, Kejagung Gelar Konferensi Pers Sore Ini

Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa, Kejagung Gelar Konferensi Pers Sore Ini

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:40 WIB

'Apa Salah Saya?' Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Widiyanti Gara-gara Tak Disapa Saat Rapat

'Apa Salah Saya?' Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Widiyanti Gara-gara Tak Disapa Saat Rapat

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB