Diperlihatkan Hasil Survey, Fadli Zon: Kasian Pak Jokowi

Dany Garjito, Fita Nofiana

Jum'at, 28 Februari 2020 | 17:59 WIB
Diperlihatkan Hasil Survey, Fadli Zon: Kasian Pak Jokowi
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Politisi Gerindra Fadli Zon mengaku kasihan terhadap Jokowi karena hasil survey. "Menurut saya kasian inilah Pak Jokowi, pemerintahannya baru seumur jagung udah dilakukan survey gitu lo" kata Fadli.

Dengan adanya survey tersebut, ia mengatakan bahwa orang terlihat buru-buru ingin mengganti presiden, "Kaya orang mau kebelet langsung ganti presiden gitu lo".

"Kaya enggak puas sama pemerintah, berilah waktu dulu untuk menunaikan janji-janjinya yang banyak mungkin sebagian ada yang enggak masuk akal," tambah Fadli.

Elektabilitas yang dimaksud adalah mengenai tokoh-tokoh yang mungkin akan maju di pemilihan presiden 2024.

"Tentu kalau saya senang Pak Prabowo di urutan pertama, Pak Anies Baswedan kan (urutan kedua) juga Gubernur yang diusul partai kami, yang ketiga ada Mas Sandiaga kan juga  dari kami, ini kaya all Indonesia final" tambahnya.

Statement  tersebut dinyatakan oleh Fadli pada Talkshow TvOne pada Kamis (27/2/2020) yang juga dihadiri oleh Ferdinand Hutahean,  Geisz chalifah, Irma Suryani.

Hasil Survey Indo Barimeter

Dikutip dari pengatar Indo Barometer menyatakan, "Tidak ada kata terlalu cepat. Mencari pemimpin, khususnya presiden, merupakan perjalanan panjang dan sangat penting mengingat besarnya kekuasaan dan pengaruh seorang presiden."

Dari hasil survey Indo Barometer dengan pertanyaan, Seandainya Pemilihan Presiden dilakukan hari ini dan Joko Widodo (Jokowi) masih bisa maju kembali sebagai calon presiden maka dari 23 nama calon berikut ini, manakah yang akan Bapak/Ibu/Sdr PILIH sebagai Presiden?

baca juga

Jokowi 32,2 %, Prabowo 17,5 %, Anies Baswedan 9,7 %, Sandiga Uno 6,1 %, Ganjar Pranowo 4,3 % beberapa nama tokoh lainnya adalah AHY, Tri Rismaharini, Erick Tohir, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, seperti yang dikatakan oleh Fadli Zon, Prabowo Subianto berada di peringkat pertama di Indo Barometer, namun saat nama Jokowi tidak dimasukkan dalam daftar pilihan.

Dengan pertanyaan yang sama, namun hanya mencantumkan 22 nama tanpa Jokowi, maka hasil survey tersebut menghasilkan Prabowo Subianto unggul (22.5%), Anies Baswedan (14.3%), Sandiaga Salahuddin Uno (8.1%), Ganjar Pranowo (7.7%), Tri Rismaharini (6.8%) dan nama lainnya(<6.0%).

Survey nasional ini dilakukan pada tanggal 9-15 Januari 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sewa Pesawat Garuda, Pemerintah Tak Ingin Jokowi Capek Saat ke Amerika

Sewa Pesawat Garuda, Pemerintah Tak Ingin Jokowi Capek Saat ke Amerika

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 16:07 WIB

Khawatir Indonesia Tak Selamat, Ade Armando: Kita Harus Mengkritik Jokowi

Khawatir Indonesia Tak Selamat, Ade Armando: Kita Harus Mengkritik Jokowi

News | Jum'at, 28 Februari 2020 | 14:21 WIB

Influencer Diguyur Jokowi Rp 72 Miliar, Tapi BPJS Kesehatan Naik 100 Persen

Influencer Diguyur Jokowi Rp 72 Miliar, Tapi BPJS Kesehatan Naik 100 Persen

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2020 | 08:40 WIB

Terkini

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:08 WIB

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:07 WIB

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:50 WIB

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:14 WIB

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:07 WIB

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:04 WIB