PKB Usul Pemerintah Moratorium Sementara Negara Potensi Penyebar Corona

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2020 | 19:23 WIB
PKB Usul Pemerintah Moratorium Sementara Negara Potensi Penyebar Corona
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

Suara.com - Anggota Komisi I Fraksi PKB Abdul Kadir Karding menilai pemerintah perlu melakukan moratorium sementara terhadap negara-negara yang memiliki potensi besar menyebarkan virus Corona atau Covid-19.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan pemerintah dengan tujuan mencegah lebih masifnya penyebaran corona di Indonesia.

"Saya sih punya pikiran agak radikal terhadap antisipasi penyebaran virus Corona. Kalau perlu kita moratorium sementara terhadap 10 negara yang potensial. Moratorium sementara dengan batas-batas tertentu. Itu satu yang harus dilakukan pemerintah," kata Karding di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Karding menyebut negara yang dianggap perlu dilakukan moratorium di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, dan Iran. Usulan tersebut, lanjut Karding juga akan disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri, hanya saja saat ini terkendala dengan masa reses DPR.

"Saya kira begitu, sayangnya kita reses ini jadi ya enggak tepat juga disampaikan," ujar Karding.

Berbeda dengan Karding, Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem Willy Aditya memandang Indonesia belum perlu untuk memberlakukan larangan berpegian atau travel ban menyusul kasus virus Corona (Covid-19) yang positif ditemukan pada dua WNI asal Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, pemerintah Indonesia harus teliti dalam pengambilan setiap keputusan terkait penananganan Corona. Jangan sampai justru mengambil tindakan yang tidak tepat.

"Kita akan melihat ini betul lah ya, toh tanpa travel ban, itu kan tingkatnya kalau sudah endemi ekstrem, kalau kita lihat ini belum ya. Saya pikir toh penurunannya kan juga signifikan sekarang. Ini kan betul-betul kita lihat, kita tidak perlu gegabah," ujar Willy.

Willy justru menilai bahwa langkah pemerintah yang sebumnya telah memberlakukan travel warning ke Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China sudah tepat dan cukup untuk saat ini.

"Saya pikir sementara cukup ya untuk memberikan travel warning dan advice. Ini utk kemudian tidak bertambah kepanikan massal," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buka Identitas Pasien Virus Corona, Wali Kota Depok Dikecam

Buka Identitas Pasien Virus Corona, Wali Kota Depok Dikecam

Jabar | Selasa, 03 Maret 2020 | 19:20 WIB

Simulasi Pencegahan Virus Corona di Pelabuhan Tanjung Priok

Simulasi Pencegahan Virus Corona di Pelabuhan Tanjung Priok

Foto | Selasa, 03 Maret 2020 | 19:15 WIB

100 Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di Indonesia dan 4 Berita Lainnya

100 Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di Indonesia dan 4 Berita Lainnya

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB