Suara.com - Dua warga Indonesia diyatakan terkena virus corona pada Senin (3/3/2020). Dengan begitu, pemerintah semestinya mulai memikirkan langkah-langkah yang harus dilakukan selanjutkan.
Singapura bisa menjadi contoh yang baik dalam menangani COVID-19 ini dengan aksi cepat dan tingkat kesembuhan tinggi tanpa ada pasien meninggal hingga Selasa (3/3/2020).
Sejak munculnya virus corona di Singapura, negara tersebut memblokir segala transportasi ke China.
Dikutip dari BBC, pemerintah mengawal dengan ketat orang-orang yang masuk ke negara tersebut dengan pengecekan temperatur baik melalui transportasi darat, laut, hingga udara.
Singapura juga menggunakan mekanisme pelacakan kontak yang canggih untuk melacak siapa saja orang yang berhubungan dengan para pasien positif corona. Kemudian, merumahkan orang-orang yang baru datang dari China selama 14 hari.
Seperti yang dinyatakan dalam Straits Times, Pemerintah Singapura memberikan 4 masker untuk setiap keluarga di mana masker hanya digunakan saat merasa sakit.
"Kami akan memiliki persediaan masker yang cukup di Singapura, asalkan kita semua menggunakannya secara bertanggung jawab, " kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong.
Dia menambahkan, "Anda hanya perlu mengenakan masker jika tidak sehat dan harus pergi menemui dokter. Mereka yang sehat tidak perlu memakai masker", tambahnya.
Untuk memberikan informasi dengan cepat dan menghindari berita palsu, pemerintah membuat WhatsApp Group yang akan memberikan pembaruan informasi terkait corona.
Pemerintah bahkan membersihkan seluruh asrama kampus untuk dijadikan sebagai ruang karantina pasien dengan begitu cepat.
Hal serupa juga dinyatakan oleh seorang vlogger yang tinggal di Singapura, Nusseri Yasin.
"Mereka membersihkan segalanya, mulai dari pegangan di bus, tempat bermain anak-anak, sekolah, foodcourt, bahkan tombol lift juga selalu dibersihkan," kata dia melalui chanel Nasdaily.
Nusseir kembali menegaskan untuk jangan panik karena ketika seseorang mengalami gejala, pihak kesehatan langsung membawanya ke Rumah Sakit bersama orang-orang lain yang pernah berinteraksi dengan pasien tersebut.
"Dengan metode itu, 98 persen orang dinyatakan sembuh dari corona," kata dia.
Singapura menjadi menjadi salah satu negara yang cukup terdampak oleh virus corona di mana sudah ditemuka 101 kasus per Selasa (3/3/2020).
Langkah Indonesia Hadapi Corona
Sebelum ada pasien yang poitif corona pada Senin (2/3/2020), pemerintah terlihat tidak terlalu perhatian dengan kasus corona.
Bahkan sehari sebelum ada pasien yang positif corona, Menkes Terawan Agus Putranto masih membantah adanya warga Indonesia yang terinfeksi.
Menkes menyangkal pernyataan Anies Baswedan yang menyebutkan bahwa 115 orang dalam pemantauan dan 32 pasien dalam pengawasan terkait corona. Namun, pernyataan ini kemudian dibantah oleh Menkes, Terawan Agus Putranto.
"Jadi kurang tepat pernyataan itu, karena semua hasil PCR semuanya negatif." kata Terawan.
Setelah Presiden mengumkan dua orang Indonesia positif corona, berbagai lembaga akhirnya mulai melakukan tindakan.
Kemenkes juga langsung melakukan penelusuran orang-orang yang menjalin kontak dengan pasien positif, termasuk para perawat. Pemerintah juga sebut akan menanggung biaya pengobatan bagi pasien positif corona.
Selain itu, pemerintah menyiapkan 100 rumah sakit siap tangani pasien corona yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa lembaga juga mulai melakukan tes, seperti di Istana yang memeriksa suhu tubuh setiap tamu yang datang, PT KAI juga melakukan isolasi di berbagai stasiun.
Sayangnya, hingga Selasa (3/3/2020), pemerintah masih belum mengeluarkan aturan mengenai kedatangan warga negara asing khususnya dari negara terinfeksi corona.