Soal Anggaran Rp 72 M Influencer, Ekonom: Bisa Dapat Berapa Dus Masker?

Dany Garjito, Rifan Aditya

Kamis, 05 Maret 2020 | 11:25 WIB
Soal Anggaran Rp 72 M Influencer, Ekonom: Bisa Dapat Berapa Dus Masker?
Bhima Yudhistira dalam Mata Najwa (Screenshot Youtube Najwa Shihab)

Suara.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengkritik penggunaan anggaran Rp 72 miliar untuk influencer di tengah wabah virus corona.

Menurutnya, pemerintah tampak kebingungan. Bhima mengatakan seharusnya anggaran itu dipakai untuk membeli masker dan dibagikan kepada masyarakat.

"Kami melihatnya ada kebingungan juga," kata Bhima dalam acara Mata Najwa bertajuk "Melawan Corona", Rabu (4/3/2020) malam.

Ia melanjutkan, "Misalnya menggelontorkan Rp 72 miliar untuk influencer untuk menarik wisatawan. Kemudian baru beberapa hari kemudian ditarik lagi bahwa ini ditunda sementara".

Bhima heran kepada pemerintah yang tidak mencontoh Singapura. Dimana negara tersebut membagikan masker gratis kepada warganya.

"Kenapa tidak berpikir seperti pemerintah Singapura? Masker itu dibagikan secara gratis. Anggaran negara itu bukan untuk influencer," ujar Bhima.

Ia merasa aneh. Meskipun ada anggaran besar untuk influencer, Bhima mengatakan wisatawan belum tentu mau datang di tengah wabah virus ini.

"Wisatawan asing mana yang mau datang di tengah wabah corona ini. Tiketnya murah, diberikan diskon. Tapi kemudian ditempat yang suspect corona-nya besar itu justru tertular dan biaya kesehatannya lebih besar," ucapnya.

Bhima menyebut anggaran Rp 72 miliar untuk influencer ini termasuk kebijakan irasional. Sehingga menimbulkan perilaku yang tidak wajar pula.

baca juga

"Ini kebijakan irasional, menciptakan perilaku yang irasional. Kenapa enggak seperti di Singapura? Preventifnya jelas, tentara dikumpulkan untuk melakukan packing masker dan dibagikan secara gratis door-to-door kepada warganya," kata Bhima.

"Rp 72 miliar bisa dapat berapa dus masker? Kemudian bagaimana operasi pasar untuk menjaga sembako harusnya dilakukan," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bhima juga menyoroti sikap pemerintah yang tampak lamban terkait kelangkaan barang kesehatan seperti masker dan barang kebutuhan pokok.

Padahal, menurut Bhima situasi ini menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap daya beli masyarakat.

"Artinya, ini ada spekulan yang sudah lama bermain. Tapi mengapa aksi penggeledahan gudang, penindakan terhadap penimbun gelap ini kelihatan sangat terlambat sekali? Sehingga wajar jika terjadi kelangkaan stok," ujarnya.

Rumah Sakit di Padang Kehabisan Stok Masker

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentara Dikerahkan Jaga Masker Corona di Jawa Barat, Cegah Penimbunan

Tentara Dikerahkan Jaga Masker Corona di Jawa Barat, Cegah Penimbunan

Jabar | Kamis, 05 Maret 2020 | 10:50 WIB

Belum Dinyatakan Aman Corona, Pemprov Larang Paloma dan Amigos Beroperasi

Belum Dinyatakan Aman Corona, Pemprov Larang Paloma dan Amigos Beroperasi

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 10:47 WIB

Pakar Sebut Penimbun Masker Tak Bisa Dipidana, Jokowi Harus Revisi PP

Pakar Sebut Penimbun Masker Tak Bisa Dipidana, Jokowi Harus Revisi PP

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 10:37 WIB

85 Km dari Jakarta, Masker Corona di Serang Banten Jadi Barang 'Goib'

85 Km dari Jakarta, Masker Corona di Serang Banten Jadi Barang 'Goib'

Banten | Kamis, 05 Maret 2020 | 10:33 WIB

Kereta Api se-Jawa Disemprot Cairan Kimia untuk Cegah Virus Corona

Kereta Api se-Jawa Disemprot Cairan Kimia untuk Cegah Virus Corona

Jawa Tengah | Kamis, 05 Maret 2020 | 10:17 WIB

Terkini

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan

Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:29 WIB

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:27 WIB

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20 WIB

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:15 WIB

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru

Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru

Riau | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:11 WIB

JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026

JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×