Pembunuhan di Sawah Besar, Sudjiwo Tedjo Kritik Sistem Tata Kota Indonesia

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Rabu, 11 Maret 2020 | 11:56 WIB
Pembunuhan di Sawah Besar, Sudjiwo Tedjo Kritik Sistem Tata Kota Indonesia
Foto gadis pembunuh Sawah Besar di Instagram. (dok pribadi)

Suara.com - Budayawan Sudjiwo Tedjo mengklaim kasus NF, perempuan 15 tahun yang membunuh bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat disebabkan oleh sistem pendidikan dan tata kota di Indonesia.

Ada kekeliruan dalam penerapan dua aspek tersebut sehingga memicu anak melakukan tindak kekerasan. Pendapat ini disampaikan Sudjwo Tedjo saat menjadi narasumber program ILC TV One bertajuk "Dari Bullying Sampai Membunuh: Kenapa Anak-anak Kita Makin Kejam", Selasa (10/3/2020) malam.

Sudjiwo Tedjo mengatakan dalam sistem pendidikan Indonesia, para pengajar bersikap munafik terutama saat memberikan edukasi soal seks. Ia membandingkan sistem pendidikan tersebut dengan zaman dahulu.

"Dan soal seks, kalau menurut saya yang salah pendidikan kita terlalu muna. Dari zaman dulu namanya anak laki-laki dipanggil penis, kulitnya penis ku**p namanya. Kalau perempuan dipanggi ba***, ba*** itu vagina," ucap Sudjiwo Tedjo.

"Jadi dari kecil diperkenalkan bahwa seks itu nggak kotor. Yang kotor pikiran kita," lanjutnya.

Selain sistem pendidikan, Sudjiwo Tedjo lantas menyoroti tata kota Indonesia yang juga disebut mempengaruhi perkembangan anak.

Pasalnya, ia menilai tata kota Indonesia saat ini kacau karena jarak antara rumah dan kantor orangtua dinilai cukup jauh. Kondisi ini membuat orangtua tidak bisa maksimal memantau anaknya.

"Seluruh ahli tata kota ikut diskusi malam ini, diajak lain kali. Bikin tata kota itu yang bener yang rumah pekerja dan tempat kerja enggak jauh sehingga orangtua cepat pulang," kata Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo menyebutkan tata kota di Indonesia saat ini justru menjauhkan anak dengan orangtuanya.

baca juga

"Sekarang jam empat pagi mereka berangkat ke kantor, suap-suapan di mobil suami istri jam 10 baru sampai rumah," ungkapnya menggebu-gebu.

Ia lalu mengatakan, "Ini tata kota macam apa? Saya setuju kalau mereka (anak-anak) jadi korban karena ketemuannya malam. Baru ketemu benar Sabtu-Minggu karena rasa bersalah, apa-apa dituruti".

Sudjiwo Tedjo buka suara soal kasus pembunuhan di Sawah Besar. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)
Sudjiwo Tedjo buka suara soal kasus pembunuhan di Sawah Besar. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Lebih lanjut, Sudjiwo Tedjo pun kembali membandingkan kondisi tersebut dengan zaman dahulu. Saat itu, sang ayah mendidiknya dengan keras.

"Zaman saya sama Pak Karni jangan minta digaplok benar karena tiap hari ketemu (orangtua). Jam 2 siang bapak saya udah di rumah, gampar saya. Nggak papa, dengan kasih sayang," ucapnya, memungkasi.

Gadis Pembunuh Balita Suka Film Horor, NF Dinilai Terbiasa Lihat Kekerasan

NF, perempuan 15 tahun yang membunuh anak 6 tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat diklaim merasa puas atas aksi pembunuhannya. Bahkan, aparat kepolisian menyebut kalau NF sama sekali tidak menyesal telah membunuh korban berinsial APA.

Dalam ungkap kasus pada Sabtu (7/3), aparat kepolisian mengkalim jika NF terinspirasi dari film horor seperti Chucky --boneka pembunuh yang populer pada tahun 1988 dan Slander Man disebut polisi sebagai inspirasi bagi NF.

Psikolog Anak Anna Surti Ariani berpendapat, jika seseorang kerap mengkonsumsi film atau gim dengan tema kekerasan, maka ada kecenderungan kekerasan yang meningkat.

Dalam hal ini, Anna bukan menghakimi jika film semacam itu bisa menjadi pemicu bagi seseorang untuk melakukan kekerasan.

"Jadi gini, kalau seseorang terlalu sering menonton film atau main gim yang bertemakan kekerasan ada kecenderungan toleransi dia terhadap kekerasan itu meningkat," kata Anna kepada Suara.com, Senin (9/3)

Video viral NF, gadis pembunuh bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar (twitter/@MahesSyailendra)
Video viral NF, gadis pembunuh bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar Twitter/@MahesSyailendra)

Dalam hal ini, orang yang kerap melahap film dan gim dengan tema itu mungkin melihat kekerasan sebagai hal yang lumrah. Artinya, kemungkinan melakukan tindakan serupa lebih besar.

"Artinya, dia semakin melihat kekerasan biasa saja, bukan sesuatu yang mengerikan. Kalau dia sudah melihat kekerasan sebagai hal yang biasa, maka memang kemungkinannya lebih besar untuk melakukan tindakan kekerasan," kata Anna.

Namun, kata Anna, jika orang tersebut jarang mengkonsumsi film kekerasan maka risiko melaku kekerasan kecil. Sebab, konsumsi orang terhadap tindak kekerasan sangat kecil.

"Tapi kalau yang tidak sering-sering banget, sebenarnya risikonya tidak sebesar yang sering. Selain itu, kalau dia cuma gara-gara nonton saja, apalagi cuma sekali dua kali, itu tidak jadi penyebab. Karena kesehariannya tidak seperti itu," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Grafolog Ungkap Analisis Tulisan Tangan ABG Pembunuh di Sawah Besar

Pakar Grafolog Ungkap Analisis Tulisan Tangan ABG Pembunuh di Sawah Besar

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 07:46 WIB

Gadis Bunuh Balita di Sawah Besar, Psikolog: Lingkungan Juga Punya Andil

Gadis Bunuh Balita di Sawah Besar, Psikolog: Lingkungan Juga Punya Andil

Health | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:15 WIB

Dilema Kasus Pembunuhan Bocah di Sawah Besar: Penjara Bukan Pilihan

Dilema Kasus Pembunuhan Bocah di Sawah Besar: Penjara Bukan Pilihan

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:13 WIB

Puas Bunuh Bocah, Membaca Perilaku dan Kejiwaan NF Lewat Psikolog Forensik

Puas Bunuh Bocah, Membaca Perilaku dan Kejiwaan NF Lewat Psikolog Forensik

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 12:37 WIB

Terkini

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

×