Gadis NF Puas Bunuh Bocah, Ini Analisis Sementara Dokter RS Polri

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 11 Maret 2020 | 14:41 WIB
Gadis NF Puas Bunuh Bocah, Ini Analisis Sementara Dokter RS Polri
Foto gadis pembunuh Sawah Besar di Instagram. (dok pribadi)

Suara.com - NF, perempuan 15 tahun tersangka kasus pembunuhan terhadap bocah 6 tahun di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat masih menjalani tes kejiwaan. Dia diperiksa di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sejak Senin (9/3/2020).

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan, hingga kini NF masih menjalani pemeriksaan. Dia menyebut, NF kooperatif saat diperiksa oleh tim dokter RS Polri Kramat Jati.

"Kooperatif baik-baik saja masih pemeriksaan oleh tim dokter," kata Hastry di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2020).

Sebelumnya, polisi mengklaim jika NF merasa puas --bahkan tak menyesal-- setelah membunuh korban berinisial APA. Untuk itu, tim dokter RS Polri kekikian tengah mendalami penyebab hal tersebut.

Hastry menjelaskan, perilaku NF yang merasa puas atas pembunuhannya berasal dari berbagai macam faktor. Biasanya, faktor lingkungan hingga kebiasaan menonton film dengan kategori seram bisa menjadi penyebabnya.

"Ini lagi didalami karena memang penyebab itu kan bisa berbagai macam. Dari genetik faktor lingkungan faktor dia kebiasaan nonton yang menyeramkan atau membahayakan untuk kemajuan atau perkembangan jiwanya seperti itu," jelasnya.

Hastry menilai, gejala semacam itu juga dapat dilihat dari kepribadian NF. Apakah remaja 15 tahun tersebut gampang bersosialisasi dengan keluarga dan teman atau tidak.

"Dan tergantung lagi juga dia aspek ke pribadiannya bagaimana, apakah dia memang anak yang gampang bersosialisasi punya teman banyak dan lingkungan keluarganya dilihat juga," papar Hastry.

Untuk itu, Hastry menyebut pihaknya masih meneliti isi pikiran di dalam kepala NF. Sebab, faktor penyebab munculnya rasa puas pascapembunuhan harus dilihat dari pertumbuhan pada bagian otak manusia.

baca juga

"Kan dilihat juga ada yang bicara tentang pertumbuhan bagian otaknya. Apakah itu tumbuh sempurna atau tidak yang membuat dia rasa baik hati menolong empati itu tumbuh atau tidak. lagi dilihat, kan lagi diteliti di dalam otaknya," tutupnya.

Kepala Tim Dokter Kejiwaan Rumah Sakit Polri Henny Riana mengakui, pihaknya telah menerima NF. Remaja 15 tahun itu menjalani pemeriksaan berupa Visum Et Repertum Psikiatrikum -- visum kejiwaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu.

"Kami sudah menerima pemeriksaan. Baru hari pertama Visum Et Repertum Psikiatrikum, visum jiwa," kata Henny di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (9/3/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telisik Film Thriller Kesukaan NF, RS Polri: Bisa Bikin Orang Tak Berempati

Telisik Film Thriller Kesukaan NF, RS Polri: Bisa Bikin Orang Tak Berempati

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 14:33 WIB

Kasus Remaja Bunuh Bocah 6 Tahun, Ketua KPI: Sadis, Saya Bergidik

Kasus Remaja Bunuh Bocah 6 Tahun, Ketua KPI: Sadis, Saya Bergidik

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 14:28 WIB

NF Bunuh Bocah Usai Nonton Film, Jajang C Noer: Bukan Itu Penyebabnya

NF Bunuh Bocah Usai Nonton Film, Jajang C Noer: Bukan Itu Penyebabnya

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 14:21 WIB

Kasus Pembunuhan di Sawah Besar, Kriminolog: NF Juga Korban dari Lingkungan

Kasus Pembunuhan di Sawah Besar, Kriminolog: NF Juga Korban dari Lingkungan

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 14:22 WIB

Ngaku Tak Menyesal usai Bunuh Bocah, Sudjiwo Tedjo Duga NF Delusi

Ngaku Tak Menyesal usai Bunuh Bocah, Sudjiwo Tedjo Duga NF Delusi

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 13:52 WIB

Pembunuhan di Sawah Besar, Sudjiwo Tedjo Kritik Sistem Tata Kota Indonesia

Pembunuhan di Sawah Besar, Sudjiwo Tedjo Kritik Sistem Tata Kota Indonesia

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 11:56 WIB

Pakar Grafolog Ungkap Analisis Tulisan Tangan ABG Pembunuh di Sawah Besar

Pakar Grafolog Ungkap Analisis Tulisan Tangan ABG Pembunuh di Sawah Besar

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 07:46 WIB

Kapolres Jakpus Ungkap Sikap NF Pembunuh Balita saat Pemeriksaan

Kapolres Jakpus Ungkap Sikap NF Pembunuh Balita saat Pemeriksaan

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:40 WIB

Terkini

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

×