Sindir Belum Ada Aksi Nyata Soal Corona, Demokrat: Pemerintah Terlalu Pede

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Kamis, 12 Maret 2020 | 17:02 WIB
Sindir Belum Ada Aksi Nyata Soal Corona, Demokrat: Pemerintah Terlalu Pede
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan. (Suara.comYosea Arga Pramudita)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai pemerintah terlalu percaya diri dalam menghadapi Virus Corona atau Covid-19 hingga akhirnga ini ditemukam sejumlah pasien yang positif.

Padahal, kata Wakil Ketua MPR itu, saat awal pemerintah selalu menarasikan diri mengesankan Indonesia bebas Virus Corona.

"Mungkin karena terlalu percaya diri sehingga sebenarnya sudah banyak yang tertular. Jadi mungkin terlalu percaya diri seakan-akan kita betul-betul bersih. Padahal ini kan turis banyak dari luar negeri masuk dan bahkan dari awal dari pada saat pemerintah mengatakan tidak ada terinfeksi corona, saya mendapatkan dari luar negeri, dari Jepang bahwa ada pria yang tertular dan itu baru dua hari dari Bali. Berarti memang kita itu sudah terkena," tutur Syarief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Menurut Syarief, pemerintah juga terlalu berhati-hati demi menjaga sektor ekomoni tidak terdampak Virus Corona. Namun, kata dia, Virus Corona yang sudah menyebar di dunia mau tidak mau memang akan berdampak pada ekonomi suatu negara.

"Jadi saya pikir mungkin ini pemerintah terlalu percaya diri, ya mungkin terlalu hati-hati karena akan berdampak pada ekonomi kita, sementara dunia tahu ini pasti akan berdampak pada ekonomi. Jadi mungkin perlu ada koordinasi yang bagus," kata Syarief.

Syarief kemudian membandingkan pPemerintah Indonesia dengan kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Amerika Serikat. Diketahui, Presiden Donald Trump telah menangguhkan perjalanan dari Eropa untuk 30 hari ke depan.

"Kalau sekrang ini kelihatannya belum ada tindakkan nyata bahkan kita dengar lagi Trump bikin statemen lagi penerbangan dari Eropa dilarang masuk ke Amerika dan itu betul-betul kepedulian kepala negara kepada kasus Corona ini," ujar Syarief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Negara Lain Transparan, Tapi Indonesia Tak Terbuka soal Corona?

Kenapa Negara Lain Transparan, Tapi Indonesia Tak Terbuka soal Corona?

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 16:48 WIB

KRL Bogor-Jakarta Berisiko Penyebaran Corona, Ini Kata Wali Kota Bogor

KRL Bogor-Jakarta Berisiko Penyebaran Corona, Ini Kata Wali Kota Bogor

Jabar | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:59 WIB

Dua Pasien Negatif Corona Belum Dipulangkan, RSPI: Tunggu Hasil Lab Kedua

Dua Pasien Negatif Corona Belum Dipulangkan, RSPI: Tunggu Hasil Lab Kedua

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:44 WIB

Sebut Rumah Pasien Corona Dekat Stasiun, Pemprov DKI: Kita Perlu Waspada

Sebut Rumah Pasien Corona Dekat Stasiun, Pemprov DKI: Kita Perlu Waspada

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:43 WIB

Pandemi Virus Corona Covid-19 Meluas ke Amerika Selatan hingga Eropa Timur

Pandemi Virus Corona Covid-19 Meluas ke Amerika Selatan hingga Eropa Timur

Health | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:37 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×