COVID-19 Ancam Bisnis Penerbangan, Prediksi: Bangkrut dalam Hitungan Minggu

Dany Garjito | Ruhaeni Intan | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2020 | 09:12 WIB
COVID-19 Ancam Bisnis Penerbangan, Prediksi: Bangkrut dalam Hitungan Minggu
Ilustrasi pesawat terbang (Shutterstock).

Suara.com - Menurut ahli penerbangan Australia, pandemi virus corona (COVID-19) diprediksi bakal membuat bangkrut bisnis penerbangan di seluruh dunia hanya dalam hitungan minggu. Prediksi ini disampaikan langsung oleh CAPA - Centre of Aviation, perusahaan konsultan maskapai yang berbasis di Sydney, Australia pada Senin (16/3/2020).

Menurut CAPA - Centre of Aviation, sejak virus corona meluas hingga hampir ke seluruh dunia, para calon penumpang maskapai saling bergegas membatalkan jadwal penerbangan. Jika otoritas penerbangan tidak segera mengambil langkah yang tepat maka seluruh penerbangan di dunia diprediksi akan bangkrut pada bulan Mei mendatang.

"Sebagai dampak dari virus corona dan langkah pemerintah dalam membatasi penerbangan, banyak maskapai telah masuk ke jurang kebangkrutan secara teknis atau setidaknya secara substansial telah melanggar hutang," demikian pernyataan CAPA - Centre of Aviation, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/3/2020).

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison telah memerintahkan masyarakat Australia agar tidak berpergian jarak jauh. Penerbangan internasional juga telah ditunda selama 14 hari ke depan semenjak COVID-19 semakin meluas hingga ke seluruh dunia.

"Jumlah pembatalan pemesanan akan semakin besar setiap kali ada rekomendasi baru dari pemerintah untuk menunda penerbangan. Permintaan menyusut dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan hal ini tak akan kembali normal dalam waktu cepat," lanjut CAPA.

Ilustrasi bandara (Shutterstock)
Ilustrasi bandara (Shutterstock)

Sementara itu, untuk menyikapi hal ini perusahaan penerbangan Australia seperti Qantas dan Jetstar telah mengambil langkah dengan memberikan kredit perjalanan kepada pelanggan yang membatalkan penerbangan mereka.

"Qantas dan Jetstar telah membuka fleksibiltas yang lebih besar kepada pelanggan yang ingin mengubah rencana perjalanan mereka meningat pemerintah di seluruh dunia telah meningkatkan anjuran untuk tidak berpergian jarak jauh karena virus corona yang semakin meluas," kata Qantas Group dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Daily Mail.

Hingga saat ini sebanyak 173.047 orang dari 158 negara telah terinfeksi virus corona atau SARS-CoV-2. Virus ini mengakibatkan infeksi pernapasan akut atau COVID-19 hingga menyebabkan kematian pada 6.664 orang di seluruh dunia. Namun, sebanyak 77.783 orang juga telah dinyatakan sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Peretasan Data Jutaan Pelanggan, CEO Maskapai Qantas Kehilangan Bonus Rp3,4 Miliar

Buntut Peretasan Data Jutaan Pelanggan, CEO Maskapai Qantas Kehilangan Bonus Rp3,4 Miliar

Bisnis | Jum'at, 05 September 2025 | 12:47 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB