Mengapa Butuh Waktu Lama untuk Menemukan Vaksin Virus Corona Covid-19?

Reza Gunadha | Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 19 Maret 2020 | 19:55 WIB
Mengapa Butuh Waktu Lama untuk Menemukan Vaksin Virus Corona Covid-19?

Suara.com - Sampai kapan kita menunggu vaksin yang mampu menangkal virus corona Covid-19? Mengapa begitu lama bagi para peneliti untuk menemukan vaksin tersebut?

Bermacam cara telah dilakukan para pemerintah di dunia dalam menghadapi pandemi corona.

Langkah-langkah seperti karantina, isolasi diri, social distancing, bahkan lockdown telah dilakukan oleh banyak negara.

Semua hal tersebut semata-mata untuk menangani dan mencegah penyebaran penyakit semakin meluas, sambil menunggu vaksin penangkal virus corona ditemukan.

Lantas, mengapa butuh waktu lama bagi para ilmuwan untuk menemukan vaksin tersebut?

Menyadur Daily Mirror, para peneliti di seluruh dunia masih berusaha mengembangkan vaksin Covid-19.

Institusi Kesehatan Nasional Amerika Serikat telah mengembangkan obat pencegahan bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Moderna.

Percobaan penyuntikan vaksin baru kepada manusia telah dilakukan di Amerika. Percobaan ini dilakukan kepada seorang ibu dua anak, Jennifer Haller. Banyak yang berharap pada keberhasilan percobaan ini.

Tahap pertama percobaan adalah menguji vaksin pada 45 pria dan wanita yang berusia antar 18 dan 55 tahun. Lalu mereka akan menerima dosis kedua di hari ke-28 setelah percobaan pertama.

Namun, perlu 12 hingga 18 bulan hingga vaksin dapat digunakan secara luas.

Pakar penyakit menular, Dr John Tregoning mengatakan kepada BBC, "Vaksin ini menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya. Ini dibuat dengan standar yang sangat tinggi, menggunakan bahan yang aman digunakan pada manusia, dan mereka yang melakukan percobaan akan selalu dipantau".

Tregoning menambahkan, proses mengembangkan vaksin bukanlah urusan soal perlombaan antar ilmuwan, melainkan perlombaan melawan virus demi kepentingan kemanusiaan.

Ia juga menerangkan butuh waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan tahap pertama pengujian manusia, kemudian perlu diikuti dengan uji klinis yang bisa memakan waktu hingga 8 bulan.

Sementara itu, ada tiga tahapan pengujian vaksin.

Yang pertama adalah melibatkan kelompok-kelompok kecil yang dirancang untuk memastikan vaksin tersebut aman dikonsumsi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Corona, Peralatan Pelatnas PBSI Disemprot Disinfektan

Cegah Corona, Peralatan Pelatnas PBSI Disemprot Disinfektan

Sport | Kamis, 19 Maret 2020 | 17:07 WIB

Chen Wei, Wonder Woman China yang Temukan Vaksin Virus Corona

Chen Wei, Wonder Woman China yang Temukan Vaksin Virus Corona

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 13:27 WIB

Cegah Virus Corona, Ini Cara Arab Saudi Bersihkan Masjidil Haram dan Ka'bah

Cegah Virus Corona, Ini Cara Arab Saudi Bersihkan Masjidil Haram dan Ka'bah

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 08:05 WIB

Tips Bersihkan Ponsel untuk Cegah Virus Corona

Tips Bersihkan Ponsel untuk Cegah Virus Corona

Video | Rabu, 18 Maret 2020 | 13:22 WIB

Kisah Jennifer Haller, Rela Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Corona

Kisah Jennifer Haller, Rela Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Corona

Health | Rabu, 18 Maret 2020 | 13:09 WIB

Lima Langkah Beberes Rumah Agar Terhindar dari Virus Corona Covid-19

Lima Langkah Beberes Rumah Agar Terhindar dari Virus Corona Covid-19

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:07 WIB

Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington

Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:00 WIB

Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:56 WIB

Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?

Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:55 WIB

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:53 WIB

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB