Jadi yang Pertama Uji Coba Vaksin Corona, Begini Pengakuan Relawan

Dany Garjito, Fita Nofiana

Jum'at, 20 Maret 2020 | 11:32 WIB
Jadi yang Pertama Uji Coba Vaksin Corona, Begini Pengakuan Relawan
Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]

Suara.com - Jennifer Haller (43) menjadi orang pertama yang menguji coba vaksin corona di Pusat Kesehaatan Seattle, Amerika Serikat pada Senin (16/3/2020).

"Saya yang pertama, saya semangat sekali," kata Jennifer Haller dalam video Kompas TV yang diunggah Selasa (17/3/2020).

BACA JUGA: Vaksin Virus Corona Ditemukan! Sudah Disuntikkan ke 45 Orang

Pada percobaan itu, setidaknya ada sekitar 45 relawan yang akan disuntikkan vaksin dengan dosis yang beragam.

"Semua orang terlihat tidak memiliki harapan sekarang dan saya menyadari ada cara untuk saya bisa membantu, maka dari itu saya merasa senang berada di sini (ikut uji vaksin)" tambah ibu dua orang anak itu.

Menurutnya, proses pengujian vaksin terbilang cukup mudah. Ia bahkan menyebutnya mirip vaksin flu biasa.

Vaksin MR Miliki Kandungan Babi ( shutterstock )
Vaksin MR Miliki Kandungan Babi ( shutterstock )

"Tadi prosesnya mudah, seperti vaksin flu. Saya beberapa bulan lalu mendapatkan vaksin flu dan prosesnya hampir sama. Tidak sakit dan saya senang sekali," tambahnya.

Dengan adanya pengujian vaksin, ia berharap vaksin itu bisa benar-benar bekerja.

"Saya berharap kita bisa menemukan vaksin yang benar-benar ampuh secepatnya, sehingga kita bisa menyelamatkan banyak nyawa," kata Jennifer.

"Dan saya berharap masyarakat bisa kembali hidup normal secepatnya," ujar Jennifer menambahi.

Jennifer Haller merupakan seorang manajer operasional di sebuah perusahaan teknologi. Ia dianggap keren oleh anak-anaknya karena mau menjadi relawan tes vaksin corona.

Aksi Jennifer tentu mendapatkan banyak apresiasi dari warganet melalui kolom komentar.

"Tidak semua pahlawan pakai kostum, anak-anaknya pasti akan tumbuh dengan bangga karena punya ibu sekeren itu," tulis seorang warganet.

"Tuhan memberkatimu karena kebaikan Jen, semoga vaksinnya berhasil" tambah warganet lain.

Melansir dari BBC, relawan vaksin ini masing-masing akan diberi dua kali suntikan dengan jarak 28 hari. Jika tes vaksin ini berjalan lancar dan berhasil, maka harus memakan waktu setidaknya 18 bulan untuk bisa diberikan kepada publik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Butuh Waktu Lama untuk Menemukan Vaksin Virus Corona Covid-19?

Mengapa Butuh Waktu Lama untuk Menemukan Vaksin Virus Corona Covid-19?

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 19:55 WIB

Pemerintah Sebut Belum Ada Vaksin Corona yang Jadi Acuan Standar Dunia

Pemerintah Sebut Belum Ada Vaksin Corona yang Jadi Acuan Standar Dunia

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 19:24 WIB

Chen Wei, Wonder Woman China yang Temukan Vaksin Virus Corona

Chen Wei, Wonder Woman China yang Temukan Vaksin Virus Corona

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 13:27 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB