Imbau Warga Tak Mudik untuk Cegah Corona, PBNU: Silahturahmi Lewat Daring

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Sabtu, 28 Maret 2020 | 16:13 WIB
Imbau Warga Tak Mudik untuk Cegah Corona, PBNU: Silahturahmi Lewat Daring
Robikin Emhas, Ketua PBNU, mengaku mengikuti keluarga Gus Dur mendukung Jokowi - Ma'ruf (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim untuk tahun ini tidak melakukan mudik atau pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. PBNU menyarankan agar masyarakat tetap bisa bersilahturahmi melalui daring agar tidak menyumbang perluasan virus Corona atau Covid-19.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas menjelaskan bahwa Covid-19 berbahaya karena tiga hal yakni kecepatan penyebaran, gejalanya tidak mudah terdeteksi dan ketidaktahuan orang yang terinfeksi.

Sebagai seorang muslim, Robikin menyebut mesti bersikap adil dan proporsional dalam menghadapi adanya pandemi Covid-19. Dengan begitu, menurutnya masyarakat muslim sedianya tidak meninggalkan perintah agama demi kebaikan bersama.

"Adil dan proporsional baik dari aspek akidah, ibadah maupun mu’amalah. Takut hanya kepada Allah, bukan selainnya namun tidak meninggalkan perintah agama lainnya, ikhtiar baik secara preventif maupun kuratif," kata Robikin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Sabtu (28/3/2020).

Diketahui, penyebaran Covid-19 di Indonesia bergerak secara cepat, pemerintah menetapkan masa darurat bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020 yang artinya akan berlaku lima hari pasca Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Penetapan masa darurat tersebut dibuat dengan menggunakan pertimbangan dan perhitungan yang matang. Dengan begitu, sebagai umat muslim yang adil dan proporsional, ada baiknya untuk menunda dahulu tradisi mudiknya pada tahun ini.

Robikin menjelaskan, silahturahmi Idul Fitri masih bisa dilakukan meski tanpa tatap muka, yakni dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Video call dari tempat tinggal masing-masing. Lebaran di tengah virus Corona daring saja," ujarnya.

Menurutnya, apabila ada masyarakat yang memaksakan diri untuk mudik justru malah dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain termasuk keluarga sendiri. Kata ia, para masyarakat tidak akan pernah tahu dan sadar dalam perjalanan mudiknya bisa saja terjadi kontak fisik dengan orang yang terpapar Covid-19.

Baca Juga: Petugas Puskesmas Cuma Pakai Jas Hujan Periksa Pemudik Tes Corona

Oleh karena itu, Robikin meminta kepada seluruh umat muslim di Indonesia untuk bisa menerapkan kedisiplinan diri untuk tetap di rumah dan melakukan physical distancing sampai pandemi Covid-19 berakhir.

"Fiqh mu’amalah mengajarkan kepada kita jalbul-mashalih wa daf’ul-mafasid. Seluruh hal untuk meraih kemaslahatan dan menolak kemafsadatan (kerusakan) sesungguhnya adalah bagian dari perintah syari'at. Wallahu a’lam," ucap Robikin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI