- Wamensos Agus Jabo memaparkan 37 titik bencana alam terjadi Januari–awal Februari 2026 kepada Komisi VIII DPR RI.
- Bencana melanda 16 provinsi dan 36 kabupaten/kota, didominasi banjir dengan ratusan ribu jiwa terdampak.
- Total bantuan kedaruratan sebesar Rp13,76 miliar telah disalurkan Kementerian Sosial untuk penanganan korban terdampak.
Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo, mengungkapkan data signifikannya kejadian bencana alam yang melanda Indonesia di pembukaan tahun 2026.
Hal itu disampaikan Agus dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Agus memaparkan bahwa sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, tercatat puluhan titik bencana tersebar di berbagai wilayah.
"Penanganan 34 kejadian bencana di awal tahun 2026. Jadi Kemensos di awal tahun 2026 ini sampai tanggal 1 Februari kemarin, kita mencatat ada 37 titik kejadian bencana alam yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Agus di hadapan anggota dewan.
Paparan tersebut merinci bahwa sebaran bencana mencakup wilayah yang cukup luas, menyentuh belasan provinsi di tanah air.
"Daerah terdampak untuk Januari 2026, ada 16 provinsi, terus kemudian untuk kabupaten atau kota ada di 36 titik," kata dia.
Banjir menjadi jenis bencana yang paling mendominasi dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan ribu jiwa.
Agus merinci dampak per jenis bencana sebagai berikut: banjir (110.509 jiwa), banjir bandang (5.234 jiwa), banjir bandang dan tanah longsor (380 jiwa), banjir dan tanah longsor (19.656 jiwa).
![Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/07/78784-bencana-banjir-sumatera-sampah-kayu-gelondongan-usai-banjir-bandang-di-aceh-tamiang.jpg)
Selain itu, tercatat pula dampak dari kebakaran (11 jiwa), tanah longsor (113 jiwa), serta kombinasi tanah longsor dan angin puting beliung (1.485 jiwa).
Baca Juga: Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
Secara akumulatif, dampak kemanusiaan dan kerusakan fisik akibat rentetan bencana selama Januari 2026 tersebut tergolong masif.
"Dampak dari bencana Januari 2026, itu meninggal yang sudah terdata ada sekitar 50 jiwa, kemudian yang terluka ada 109 jiwa, sedangkan korban terdampak ada 145.538 jiwa. Sedangkan untuk rumah yang terdampak sebanyak 26.207," jelasnya.
Guna menangani situasi darurat tersebut, Kementerian Sosial telah menyalurkan dana bantuan kedaruratan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban di berbagai daerah terdampak.
"Sedangkan total untuk bantuan kedaruratan pada bulan Januari tahun 2026 sebanyak Rp13.759.508.626," pungkasnya.