CEK FAKTA: Benarkah Anies Mark-up Jumlah Jenazah Korban Virus Corona?

Reza Gunadha, Fita Nofiana

Rabu, 01 April 2020 | 07:30 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Anies Mark-up Jumlah Jenazah Korban Virus Corona?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Beredar unggahan status Facebook yang menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalukan mark-up alias menggelembungkan jumlah pasien Covid-19 yangmeninggal dunia.

Narasi tersebut berkaitan pernyataan Anies mengenai 283 jenazah di Jakarta yang diurus memakai protap virus corona.

Status Facebook yang diunggah oleh akun Nick Ni tersebut melampirkan tangkapan layar berita CNN yang berjudul, "Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona".

Tak hanya tangkapan layar berita, foto yang tersbeut juga betuliskan, "BNPB 122 Jenazah Wan Ngabud 283 Jenazah. 161 Mayat lagi nyolong di mana ya?".

Selain membagikan foto, akun Nick Ni juga menuliskan keternagan, berisi:

“APAKAH INI “EFEK KEJUT” YG TERBARU ???

INI CIRI KHAS GUBERNUR GUE…..!!

NTAR YG DIPECAT……PARA PENGGALI KUBUR YG SALAH KASI INFORMASI……..

ANGKA “MAYAT” AZA BERANI DI MARK-UP…

baca juga

GAK ADA KAPOK2-NYA.

KURANG APA….COBA ???!!!”

Unggahan Facebook Nick Ni (Turnbackhoax.id)
Unggahan Facebook Nick Ni (Turnbackhoax.id)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com pada Selasa (31/3/2020) menyatakan bahwa unggahan Nick Ni tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Pada berita CNN yang terbit pada 30 Maret 2020 itu, menampilkan pernyataan Anies Baswedan tentang jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.

CNN juga menyatakan, bahwa Anies menyebut jumlah jenazah yang ditangani dengan protap Covid-19 lebih besar dari angka resmi kematian akibat virus corona.

"Sejak tanggal 6 (Meret 2020) itu mulai ada kejadian (meninggal) pertama sampai dengan kemarin tanggal 29 (Meret 2020) itu ada 283 kasus," kata Anies Baswedan pada wawancara formal terkait Covid-19 Senin (30/3/2020).

Menurutnya, perbedaan jumlah bisa terjadi karena pasien yang meninggal belum sempat dilakukan tes atau sudah dites tetapi meninggal sebelum keluar hasilnya.

"Artinya ini adalah mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites karena itu tidak bisa disebut sebagai positif atau sudah dites tapi belum ada hasinya kemudian wafat," kata Anies Baswedan menambahkan.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat dipahami bahwa berita di cnnindonesia.com tidak mengutip pernyataan Anies Baswedan terkait jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di DKI Jakarta. Gubernur DKI itu hanya menjelaskan tentang jumlah jenazah yang dikuburkan dengan protap Covid-19.

Perlu diketahui, berita tersebut terkait dengan konferensi pers yang diadakan Anies di Balai Kota pada Senin (30/3/2020).

Kesimpulan

Informasi mengenai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan mark up jenazah adalah tidak benar. Informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Pukul Ekonomi, Anies Berencana Kirim Bantuan Tunai ke Warga

Virus Corona Pukul Ekonomi, Anies Berencana Kirim Bantuan Tunai ke Warga

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:34 WIB

Batal Kumpul Besok, Persija Perpanjang Libur Pemain

Batal Kumpul Besok, Persija Perpanjang Libur Pemain

Bola | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:30 WIB

Sederhana, Pelatih Fisik Barito Putera Pilih Isolasi Diri di Gubuk Bambu

Sederhana, Pelatih Fisik Barito Putera Pilih Isolasi Diri di Gubuk Bambu

Bola | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:30 WIB

Terkini

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:06 WIB

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:02 WIB

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

7 Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Licin agar Kesat dan Tidak Mudah Terpeleset

7 Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Licin agar Kesat dan Tidak Mudah Terpeleset

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:00 WIB

×