Guntur Romli Minta Pemerintah Tegas Soal Imbauan Jangan Mudik

Dany Garjito, Farah Nabilla

Jum'at, 03 April 2020 | 07:35 WIB
Guntur Romli Minta Pemerintah Tegas Soal Imbauan Jangan Mudik
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Suara.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli meminta agar pemerintah bisa tegas menerapkan kebijakan untuk melarang warga mudik.

Guntur Romli meminta agar pemerintah juga memikirkan beban yang akan ditanggung ketika menerapkan imbauan jangan mudik ini.

"Pemerintah harus tegas menerapkan kebijakan #janganmudik, tidak hanya mencegah covid-19 menyebar, tapi juga mudik yang melibatkan puluhan juta orang itu sendiri sudah menguras energi, tidak akan mampu, jangan nambah lagi beban dan kekhawatiran," tulis Guntur Romli melalui Twitter pada Kamis (2/3/2020).

Ia menilai kebijakan ini belum terlambat karena warga yang telah mudik adalah mereka yang kehilangan pekerjaan akibat penerapan WFH.

"Belum terlambat, karena yang sudah terlanjur mudik adalah pekerja informal yang tidak bisa WFH. Mungkin juga mereka masih KTP asalnya. Saat ekonomi Jabodetabek slow down mereka otomatis pulang," lanjut Romli.

Cuitan Guntur Romli soal jangan mudik. (Twitter/@GunRomli)
Cuitan Guntur Romli soal jangan mudik. (Twitter/@GunRomli)

Ia menganjurkan agar pemerintah segera memperketat kebijakan jika larangan mudik diterapkan. Para warga yang belum mudik juga disarankan agar melapor dan melakukan karantina mandiri.

"Yang sudah terlanjur mudik memang harus karantina diri dan juga laporan. Tapi pemerintah harus segera tegas untuk bikin kebijakan," tulisnya sambil menyertakan tagar #janganmudik.

Romli mengaku pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi mengenai libur mudik hari raya bisa diganti cukup masuk akal untuk dilakukan.

"Saya lebih setuju apa yang disampaikan Pak @Jokowi hari-hari mudik raya diganti hari-hari lain saat kondisi sudah normal, kalau libur panjang pasti mudik," tutup Romli dalam utasannya.

baca juga

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewacanakan untuk mengganti hari libur nasional Idul Fitri di hari lain menyusul terjadinya pandemi Covid-19 atau virus corona baru.

Dalam rapat terbatas bersama menterinya, Presiden Jokowi mengatakan penggantian atau pergeseran hari libur itu merupakan salah satu skenario pemerintah untuk mengantisipasi arus mudik nanti.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah hanya bisa memberikan imbauan agar masyarakat tak mudik demi keselamatan bersama.

"Diputuskan tidak ada pelarangan mudik resmi dari pemerintah. Namun pemerintah bersama seluruh tokoh masyarakat mengimbau atas dasar keselamatan bersama agar masyarakat tidak melaksanaan mudik di tahun ini," ujar Luhut dalam video konferensi pers, Kamis (2/4/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngadu Tapi Dicueki Jokowi, RS Bantah Terlantarkan Almarhum Jurnalis Willy

Ngadu Tapi Dicueki Jokowi, RS Bantah Terlantarkan Almarhum Jurnalis Willy

News | Kamis, 02 April 2020 | 17:56 WIB

Jokowi Perintahkan Mendagri Tito Tegur Kepala Daerah yang Blokir Jalan

Jokowi Perintahkan Mendagri Tito Tegur Kepala Daerah yang Blokir Jalan

News | Kamis, 02 April 2020 | 17:18 WIB

Menteri Luhut: Tak Ada Larangan Mudik, Pemerintah Cuma Imbau Jangan

Menteri Luhut: Tak Ada Larangan Mudik, Pemerintah Cuma Imbau Jangan

News | Kamis, 02 April 2020 | 14:39 WIB

Jurnalis yang Dicueki Jokowi Meninggal Corona, Ini Respons RSUD Tangerang

Jurnalis yang Dicueki Jokowi Meninggal Corona, Ini Respons RSUD Tangerang

News | Kamis, 02 April 2020 | 13:16 WIB

Jokowi Janjikan Pekan Depan Harga Gula dan Bawang Kembali Normal

Jokowi Janjikan Pekan Depan Harga Gula dan Bawang Kembali Normal

News | Kamis, 02 April 2020 | 12:48 WIB

Jokowi Sebut Ada 3,6 Juta Warga yang Harus Diberi Jaring Pengaman Sosial

Jokowi Sebut Ada 3,6 Juta Warga yang Harus Diberi Jaring Pengaman Sosial

News | Kamis, 02 April 2020 | 12:01 WIB

Anies Berjanji Bagikan Masker Gratis, PSI: Kalah Sama Jabar dan Bu Risma

Anies Berjanji Bagikan Masker Gratis, PSI: Kalah Sama Jabar dan Bu Risma

News | Kamis, 02 April 2020 | 11:15 WIB

Darurat Corona, Jokowi Beri PR ke Terawan: Permen 2 Hari Harus Selesai!

Darurat Corona, Jokowi Beri PR ke Terawan: Permen 2 Hari Harus Selesai!

News | Kamis, 02 April 2020 | 10:45 WIB

Yusril Ihza Mahendra Sebut Jokowi Lamban Putuskan Darurat Kesehatan

Yusril Ihza Mahendra Sebut Jokowi Lamban Putuskan Darurat Kesehatan

News | Rabu, 01 April 2020 | 19:08 WIB

Dinilai Lalai Tangani Corona, Rakyat Gugat Presiden Jokowi ke Pengadilan

Dinilai Lalai Tangani Corona, Rakyat Gugat Presiden Jokowi ke Pengadilan

News | Rabu, 01 April 2020 | 17:11 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×