Kasus Positif Covid-19 Diprediksi Tembus 100 Ribu, PSBB Diminta Diperketat

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 03 April 2020 | 14:27 WIB
Kasus Positif Covid-19 Diprediksi Tembus 100 Ribu, PSBB Diminta Diperketat
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay menilai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum efektif dilakukan lantaran tidak ada ketegasan dari pemerintah.

Ia meminta agar ke depannya pemerintag dapat menegaskan penerapan PSBB. Mengingat, berdasarkan data kajian Badan Intelijen Negara (BIN) kasus positit virus corona Covid-19 bakal terus meningkat hingga mencapai 100 ribu lebih kasus pada hingga akhir Juli.

"Ini kan ada PSBB. Kelihatannya belum sungguh-sungguh dilaksanakan. Orang-orang masih banyak yang lalu lalang di luar rumah. Padahal, pemerintah di banyak kesempatan sudah meminta masyarakat supaya tetap ada di rumah. Kalau ini tidak ditegasin dan diketatin, ini dikhawatirkan tidak efektif memutus mata rantai penyebaran virus corona," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Ia juga menyayangkan ketidaktegasan pemerintah dalam membuat kebijakan terkait mudik. Pemerintah diketahui hingga kini tidak melarang orang untuk mudik, walau nantinya pemudik yang nekat pulang kamlung harus melalui proses isolasi mandiri selama dua pekan.

Menurutnya, ketidaktegasan kebijakan tersebut membuat orang masih berupaya kembali ke kampung halaman meski angkutan umum telah dilakukan pembatasan. Nantinya, bukan tidak mungkin pemudik membawa dan menularkan Covid-19 di kampung halamannya masing-masing.

"Meskipun, katanya, akan diisolasi mandiri dulu nanti di kampung, saya yakin tetap tidak efektif. Sebab, ketua gugus tugas sendiri yang menyatakan ada banyak kasus yang positif bagi OTG (orang tanpa gejala). Kelihatannya sehat, dia merasa sehat, tetapi sebetulnya dia sakit. Ini yang bahaya. Karena itu, pemerintah harus tegas soal mudik ini. Dengan segala keterbatasan yang ada, tahun ini mudik semestinya dilarang," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan perkiraan pandemi virus Corona (COVID-19) hingga Juli 2020.

Berdasarkan hasil kajian Badan Intelijen Negara (BIN), kata dia, estimasi jumlah kasus pasien positif Covid-19 hingga akhir Juli bisa mencapai angka 106.278 kasus.

Hal itu disampaikan Doni dalam rapat virtual dengan Komisi IX DPR, Kamis (2/4/2020).

Menurut dia, hasil kajian tersebut akurat. Dalam slide presentasi yang dipaparkannya, tertulis akurasi prediksi jumlah kasus pada Mei mencapai 99 persen.

Dalam kajian BIN sebelumnya, memperkirakan akan ada 1.577 kasus Covid-19 pada akhir Maret. Namun, kenyataan di lapangan terdapat 1.528 orang. Prediksi dari hasil kajian BIN itu hanya memiliki selisih 49 kasus.

"Estimasi jumlah kasus di akhir Maret adalah 1.577 dan ini akurat," kata Doni.

Kemudian untuk kasus Covid-19 pada awal hingga akhir April diperkirakan sebanyak 27.307 orang. Kasus tersebut mengalami lonjakan drastis pada akhir Maret yang diprediksi mencapai 95.451 orang.

Sementara itu untuk prediksi pada akhir Juni dan akhir Juli masing-masing diestimasi sebanyak 105.765 orang dan 106.287.

Dalam paparan yang disampaikan Doni, tertulis bahwa terdapat 50 kabupaten/kota prioritas dari 100 kabupaten yang memiliki tingkat risiko tinggi dengan 49 persen di antaranya berada di Pulau

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

22 Koruptor yang Bisa Bebas karena Wabah Corona, Ada Setya Novanto

22 Koruptor yang Bisa Bebas karena Wabah Corona, Ada Setya Novanto

News | Jum'at, 03 April 2020 | 14:13 WIB

Perlu Tahu, Daftar Gejala Corona Covid-19 yang Tidak Umum

Perlu Tahu, Daftar Gejala Corona Covid-19 yang Tidak Umum

Health | Jum'at, 03 April 2020 | 14:06 WIB

Gawat! Setnov, SDA, Oce Kaligis dan Koruptor Lain Bisa Bebas karena Corona

Gawat! Setnov, SDA, Oce Kaligis dan Koruptor Lain Bisa Bebas karena Corona

News | Jum'at, 03 April 2020 | 14:01 WIB

Imbas Penyebaran Virus Corona, PBSI Izinkan Atlet Pulang ke Rumah

Imbas Penyebaran Virus Corona, PBSI Izinkan Atlet Pulang ke Rumah

Sport | Jum'at, 03 April 2020 | 13:56 WIB

Mengukur Kekuatan Kebijakan Fiskal Tiap Negara Melawan Corona

Mengukur Kekuatan Kebijakan Fiskal Tiap Negara Melawan Corona

Bisnis | Jum'at, 03 April 2020 | 13:55 WIB

Gegara Corona, Shenzhen China Larang Makan Daging Kucing dan Anjing

Gegara Corona, Shenzhen China Larang Makan Daging Kucing dan Anjing

News | Jum'at, 03 April 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup

Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup

News | Minggu, 26 April 2026 | 22:53 WIB

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:39 WIB

Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!

Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:05 WIB

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

News | Minggu, 26 April 2026 | 20:35 WIB

BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank

BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:25 WIB

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB

Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman

Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:53 WIB

Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah

Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:42 WIB

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:34 WIB

Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok

Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok

News | Minggu, 26 April 2026 | 18:20 WIB