Mendikbud Nadiem Makarim Akan Ubah Isi Buku Pelajaran Sekolah

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 03 April 2020 | 17:40 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim Akan Ubah Isi Buku Pelajaran Sekolah
Mendikbud Nadiem Makarim. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berencana mengubah isi buku pelajaran bagi pelajar, guna memperbaiki kemampuan membaca para siswa di Indonesia.

"Untuk meningkatkan literasi harus mengubah paradigma, buku-buku yang digunakan di sekolah selama ini hanya fokus ke buku-buku paket pembelajaran dan kurikulum, tapi yang lebih penting lagi bagaimana agar mereka mencintai membaca," kata Nadiem di kantornya di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Nadiem menyampaikan hal tersebut melalui konferensi video setelah mengikuti rapat terbatas dengan tema "Strategi Peningkatan Peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA)" yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Dalam ratas tersebut, Presiden Jokowi menyatakan skor kemampuan membaca para siswa di Indonesia lebih rendah dibanding kemampuan matematika dan sains berdasarkan penilaian dari PISA.

Skor kemampuan membaca siswa Indonesia adalah 371 dan berada di posisi 74, kemampuan matematika skornya 379 di posisi 73 dan kemampuan sains di dengan skor 396 di posisi 71.

"Jadi konten-konten harus fokus pada hal yang menyenangkan untuk siswa. Perubahan terpenting, kalau anak mencintai membaca, mereka akan tertarik karena konten menarik. Dari situ proses literasi akan terjadi," ungkap Nadiem.

Nadiem mengatakan selama ini pelajaran Bahasa Indonesia juga terbagi menjadi tiga fokus, yaitu literasi, gramatika dan kosa kata, sedangkan ke depannya ia ingin agar benar-benar fokus ke literasi.

"Bagaimana konten pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan buku-buku yang menyenangkan, menarik, relevan untuk jenjang masing-masing siswa kita. Jadi bagaimana bisa cinta membaca, mencintai bacaan, persuasif secara verbal dan persuasif dengan menulis itu yang akan mendorong angka literasi kita naik dan tentu bukan hanya dari buku, tapi juga 'channel' belajar 'online'," kata Nadiem.

Untuk itu, terkait penilaian kompetensi pembelajaran dari masing-masing daerah juga akan diubah. Perubahan ini khususnya mengenai ujian yang menggantikan Ujian Nasional (UN).

baca juga

"Akan ada beberapa perbedaan dengan UN. Pertama 'assesment' di masing-masing sekolah dan tidak semua siswa akan diuji, tapi 'sampling' dari setiap sekolah di tingkat SD, SMP, SMA dengan standar yang sama di semua daerah," tutur Nadiem.

Namun, lanjutnya, meski ujian tersebut merata di setiap daerah, yang membedakan adalah perlakukan setelah proses "assesment" tersebut.

"Seperti UN tidak ada perbedaan dari tesnya, yang berbeda adalah setelah 'assesment', penanganan masing-masing daerah tergantung di level kompetensinya. Jadi ada segmentasi, ada daerah yang lebih banyak bantuan, misalnya karena kami di Kemendikbud menjunjung tinggi keberagaman, meski 'assesment' standar, tapi setelah 'assesment' yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing daerah," jelas Nadiem.

Selain perubahan jenis ujian akhir dan perlakuan setelah ujian akhir tersebut, Nadiem juga akan melakukan penyederhanaan kurikulum di semua jenjang.

"Kita sudah sepakat menyederhanakan kurikulum, sehingga lebih mudah dipahami guru dan siswa, beban konten pelajaran harus turun, sehingga di masing-masing konten bisa mendalami kompetensinya, tapi apakah jumlah muatan pelajaran dikecilkan atau konten dikecilkan itu masih dikaji oleh tim," katanya.

Tim Kemendikbud, menurut Nadiem, masih mendiskusikan dan mempertimbangkan masukan dari berbagai organisasi terkait penyederhanaan kurikulum tersebut.

"Jadi belum bisa jawab apakah mata pelajaran dikurangi atau konten dikurangi, tapi beban siswa yang banyak sehingga tidak bisa mendalami apapun akan kita buat sederhana dan dibuat lebih fleksibel," paparnya.

PISA merupakan sistem ujian yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara di seluruh dunia.

Setiap tiga tahun, yaitu pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, 2012 dan seterusnya bagi siswa berusia 15 tahun dipilih secara acak untuk mengikuti tes dari tiga kompetensi dasar, yaitu membaca, matematika dan sains.

Indonesia mulai sepenuhnya berpartisipasi sejak tahun 2001. Pada setiap siklus, terdapat 1 domain major sebagai fokus studi.

PISA tidak hanya memberikan informasi tentang "benchmark" Internasional, tetapi juga informasi mengenai kelemahan serta kekuatan siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Ortu Ngeluh, Menteri Nadiem Minta Guru Tak Cuma Beri Tugas ke Murid

Banyak Ortu Ngeluh, Menteri Nadiem Minta Guru Tak Cuma Beri Tugas ke Murid

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 16:20 WIB

UN Dibatalkan karena Corona, Sekolah Boleh Gelar Ujian Tanpa Tatap Muka

UN Dibatalkan karena Corona, Sekolah Boleh Gelar Ujian Tanpa Tatap Muka

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:57 WIB

Ini Situs untuk Belajar di Rumah Selama Wabah Virus Corona

Ini Situs untuk Belajar di Rumah Selama Wabah Virus Corona

News | Senin, 16 Maret 2020 | 11:42 WIB

Program Kemendikbud Libatkan Ormas, Ferdinand: Apa Ini Wahai Nadiem?

Program Kemendikbud Libatkan Ormas, Ferdinand: Apa Ini Wahai Nadiem?

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 13:31 WIB

Tangkal Corona, Nadiem Makarim Minta Sekolah Tak Hukum Siswa yang Absen

Tangkal Corona, Nadiem Makarim Minta Sekolah Tak Hukum Siswa yang Absen

News | Selasa, 10 Maret 2020 | 12:46 WIB

Bicara Bullying, Nadiem Beberkan 3 Dosa dalam Unit Pendidikan di Indonesia

Bicara Bullying, Nadiem Beberkan 3 Dosa dalam Unit Pendidikan di Indonesia

News | Minggu, 08 Maret 2020 | 14:04 WIB

Nadiem Berharap Program Kampus Merdeka Tetap Berjalan Meski Mendikbud Ganti

Nadiem Berharap Program Kampus Merdeka Tetap Berjalan Meski Mendikbud Ganti

News | Minggu, 08 Maret 2020 | 12:56 WIB

Percepatan Dana BOS, Menteri Muhajir Rapat Bareng Nadiem dan Sri Mulyani

Percepatan Dana BOS, Menteri Muhajir Rapat Bareng Nadiem dan Sri Mulyani

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 12:36 WIB

CEK FAKTA: Mendikbud Ganti Salaman dengan Namaste agar Tak Kena Corona?

CEK FAKTA: Mendikbud Ganti Salaman dengan Namaste agar Tak Kena Corona?

News | Senin, 02 Maret 2020 | 17:06 WIB

Perguruan Tinggi di Jogja Pertanyakan Teknis Program Kampus Merdeka Nadiem

Perguruan Tinggi di Jogja Pertanyakan Teknis Program Kampus Merdeka Nadiem

Jogja | Jum'at, 28 Februari 2020 | 21:29 WIB

Terkini

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

×