Tak Mau Pakai Masker, Polisi Filipina Tembak Mati Lansia 63 Tahun

Reza Gunadha

Senin, 06 April 2020 | 14:06 WIB
Tak Mau Pakai Masker, Polisi Filipina Tembak Mati Lansia 63 Tahun
Ilustrasi penyemprotan disinfektan. (Shutterstock)

Suara.com - Petani renta berusia 63 tahun ditembak mati oleh polisi di Filipina, setelah menolak memakai masker guna mencegah penyebaran wabah virus corona Covid-19.

Sebelumnya ditembak mati, seperti dikutip Suara.com dari Aljazeera, Senin  (6/4/2020), petani tua itu sempat mengancam pejabat desa serta polisi memakai sabit di pos pemeriksaan Covid-19, Kamis (2/4) akhir pekan lalu.

Lelaki tua itu diyakini sedang mabuk saat mengancam aparat desa maupun posisi di pos pemeriksaan virus corona kota Nasipit, Provinsi Agusan del Norte.

"Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa ... karena tidak mengenakan masker," kata laporan polisi.

"Tapi tersangka marah, mengucapkan kata-kata memprovokasi dan akhirnya menyerang personel menggunakan sabit."

Tersangka ditembak mati oleh seorang polisi yang berusaha menenangkannya.

Insiden ini adalah kasus pertama yang dilaporkan mengenai polisi menembak warga sipil karena menolak mengikuti kebijakan lockdown untuk mengekang penyebaran coronavirus baru.

Maklumat Duterte

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya sudah menyatakan maklumat, Rabu (1/4), agar polisi dan tentara menembak mati siapa saja yang membuat masalah saat lockdown.

baca juga

"Ikuti kebijakan pemerintah. Jangan membahayakan pekerja kesehatan, para dokter… karena hal itu adalah kasus kejahatan serius. Jika ada yang membuat masalah, tembak mati mereka,” tegas Duterte.

Untuk diketahui, provinsi Agusan del Norte yang merupakan pulau utama Luzon Filipina sudah dikarantina sejak 16 Maret.

Setiap orang di sana dilarang meninggalkan rumah kecuali untuk perjalanan penting ke toko kelontong atau apotek. Hal itu tak diberlakukan bagi tenaga medis.

Banyak provinsi di luar Luzon juga memberlakukan pembatasan mereka sendiri dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Departemen kesehatan melaporkan 76 kasus infeksi baru yang dikonfirmasi di Filipina, sehingga total penghitungannya menjadi 3.094.

Delapan kematian tambahan juga dicatat, mendorong angka kematian menjadi 144, sementara 57 pasien telah pulih.

'Menyerang kebebasan'

Amnesty International menyesalkan fakta para pemimpin kuat di seluruh dunia seperti Duterte telah menggunakan pandemi covid-19 "Untuk lebih jauh melumpuhkan kritik dan perbedaan pendapat".

"Ini adalah krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi Presiden Duterte fokus pada menyerang kebebasan berbicara dan berkumpul," kata Butch Olano, Direktur Amnesty International di Filipina.

"Dia meremehkan permintaan agar negara melayani secara baik dan memenuhi kewajiban pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan serta bantuan vital bagi semua orang tanpa diskriminasi.”

Pemerintah telah mulai mendistribusikan bantuan tunai kepada keluarga miskin dan pekerja yang terkena dampak lockdown. Namun, anggaran untuk program itu hanya 200 miliar Peso atau setara USD 4 miliar.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan keterlambatan pengiriman bantuan, terutama paket makanan.

Pada hari Rabu, keributan terjadi di pinggiran Manila ketika sekelompok penduduk daerah kumuh berkumpul di luar rumah mereka, setelah mendengar desas-desus bahwa sumbangan akan didistribusikan.

Petugas keamanan desa dan polisi mendesak warga untuk kembali ke rumah mereka, tetapi mereka menolak.

Dua puluh satu warga ditangkap dan berbagai tuntutan pidana telah diajukan terhadap mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Inggris, BTS 5G Dibakar Karena Dikira Sebarkan Covid-19

Di Inggris, BTS 5G Dibakar Karena Dikira Sebarkan Covid-19

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 14:03 WIB

52 Persen Transportasi di Jawa Timur Lumpuh karena Virus Corona

52 Persen Transportasi di Jawa Timur Lumpuh karena Virus Corona

Jatim | Senin, 06 April 2020 | 13:59 WIB

Mabes Polri Ciduk 76 Tersangka Hoaks Corona, Merata di Tiap Daerah

Mabes Polri Ciduk 76 Tersangka Hoaks Corona, Merata di Tiap Daerah

News | Senin, 06 April 2020 | 13:58 WIB

200 Paket Sembako Akan Dibagikan Pemerintah ke Warga di Jabodetabek

200 Paket Sembako Akan Dibagikan Pemerintah ke Warga di Jabodetabek

News | Senin, 06 April 2020 | 13:57 WIB

Ini yang Harus Diperhatikan Jika Mau Isolasi Mandiri atau Berkelompok

Ini yang Harus Diperhatikan Jika Mau Isolasi Mandiri atau Berkelompok

News | Senin, 06 April 2020 | 13:49 WIB

Terseok-seok Janda Penjual Emas Pasar Kapasan Surabaya karena Corona

Terseok-seok Janda Penjual Emas Pasar Kapasan Surabaya karena Corona

Jatim | Senin, 06 April 2020 | 13:44 WIB

15 Ribu Relawan Mendaftar, Siap Dikirim ke Daerah yang Kekurangan Tim Medis

15 Ribu Relawan Mendaftar, Siap Dikirim ke Daerah yang Kekurangan Tim Medis

News | Senin, 06 April 2020 | 13:35 WIB

Pandemi 1918 Mewajibkan Masyarakat Pakai Masker, Begini Efeknya Kala Itu

Pandemi 1918 Mewajibkan Masyarakat Pakai Masker, Begini Efeknya Kala Itu

Health | Senin, 06 April 2020 | 13:40 WIB

Terkini

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 07:27 WIB

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:20 WIB

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

News | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

Riau | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:14 WIB

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB

Bertolak ke Sulbar, Gibran akan Hadiri 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang hingga Tinjau RSUD

Bertolak ke Sulbar, Gibran akan Hadiri 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang hingga Tinjau RSUD

News | Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi

KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi

Batam | Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

TPA Degayu Pekalongan Terbakar, Api Meluas hingga 1,5 Hektare

TPA Degayu Pekalongan Terbakar, Api Meluas hingga 1,5 Hektare

Foto | Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 06:52 WIB

×