Satu Keluarga di Sawah Besar Kena Corona, Ini yang Dilakukan Warga Sekitar

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Satu Keluarga di Sawah Besar Kena Corona, Ini yang Dilakukan Warga Sekitar
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Ibunya dirawat di Wisma Atlet dan bapaknya sudah meninggal, sedangkan dua dari tiga anaknya positif covid-19.

Suara.com - Satu keluarga di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, terjangkit covid-19. Tiga anggota keluarga yang masih berstatus anak-anak pun kekinian tengah menjalani masa isolasi mandiri di rumah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Heru Novianto mengemukakan satu keluarga tersebut beranggotakan lima orang. Ayah atau kepala keluarga tersebut pun telah meninggal dunia setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Sedangkan, Ibu dari keluarga tersebut kekinian tengah dirawat di RSD Wisma Atlet. Kemudian, ketiga anak yang masih berusia 10 tahun, 13 tahun, dan 15 tahun kekinian tengah menjalani masa isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari pihak Puskesmas. Dimana dua di antaranya, yakni anak berusia 10 dan 13 tahun itu berstatus positif Covid-19.

"Ibunya dirawat di Wisma Atlet. Anak-anaknya yang dua positif, saat ini isolasi di rumah dan diawasi petugas Puskesmas," kata Heru saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2020).

Heru menuturkan, selain mendapat pengawasan ketat dari petugas Puskesmas warga sekitar juga turut membantu proses isolasi ketiga anak tersebut. Salah satunya yakni dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan mereka selama masa isolasi.

"Kebutuhan makanan di bantu warga sekitar, bahwa warga sepakat tuk merawat dan membantu kebutuhannya," ujar Heru.

"Warga sangat mendukung sekali, dan dari pihak kepolisian telah menempatkan polisi, RW dan bersama Babinsa ikut mengawasi," sambungnya.

Sebelumnya, satu keluarga di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat dikabarkan terjangkit Covid-19. Pengurus warga sekitar pun menerapkan pembatasan aktivitas warganya guna mengantisipasi penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu.

"Artinya warga tetap masih bisa keluar-masuk. Namum, untuk anak-anak atau orang yang tidak ada keperluan penting, seperti hanya nongkrong-nongkrong aja, maka perangkat RW akan melarang tuk keluar masuk," jelas Heru.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS