Denny Siregar Sebut Rakyat Lebih Butuh Pekerjaan Dibanding Karantina

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Rabu, 08 April 2020 | 13:19 WIB
Denny Siregar Sebut Rakyat Lebih Butuh Pekerjaan Dibanding Karantina
Denny Siregar sebut rakyat butuh pekerjaan dibanding karantina. (YouTube/Cokro TV)

Suara.com - Pengamat politik Denny Siregar berpendapat bahwa rakyat lebih membutuhkan pekerjaan dibanding karantina dalam krisis covid-19.

"Lockdown tidak menyelesaikan malah menyebabkan masalah," kata Denny dengan menggambarkan situasi negara India ketika memberlakukan lockdown untuk mengatasi wabah corona.

Denny pun menggunakan kasus kekacauan lockdown India jika diimplementasikan di Indonesia.

"Seharusnya lockdown atau karantina wilayah itu tidak ada. Itu akan mematikan ekonomi suatu daerah, dan kalau ekonomi itu mati, orang akan mencari daerah lain untuk mendapat kesempatan kerja, dan di sana lah penularan dimulai." kata Denny melalui channel YouTube Cokro TV yang diunggah pada Selasa (7/4/2020).

Menurut Denny, baiknya pemerintah tetap membiarkan masyarakat mencari nafkah namun diawasi dengan protokol yang ketat.

"Seharusnya pemerintah tetap membiarkan orang bekerja. Dengan syarat ketat yaitu dengan tetap menjaga jarak dari kontak fisik," ucap Denny.

Denny menyarankan agar pemerintah membuat imbauan yang dikampanyekan secara besar-besaran.

Ia menambahkan, "Dibuat gugus tugas khusus untuk mengawasi kantor dan pabrik apakah mereka sudah mematuhi himbauan atau tidak. Perusahan diwajibkan menyediakan disinfektan atau perlengkaapan kesehatan lainnya. Perusahaan juga wajib mengawasi kesehatan karyawannya".

Selain perusahaan dan perkantoran, Denny juga menyebut transportasi publik juga menggunakan protokol serupa.

Denny menegaskan bahwa orang harus tetap bekerja supaya tetap mendapat penghasilan untuk makan.

baca juga

"Kalau arus ekoomi tetap bergerak, negara akan sehat. Mungkin akan berkurang dari sebelumnya, yang pasti tidak mati sama sekali," Denny berpendapat.

Ia memaparkan kalau masyarakat tidak bekerja akan ada banyak produksi dan aktivitas mati. Usaha akan tutup karena bangkrut dan PHK besar-besaran terjadi.

"Banyaknya pengangguran akan menambah masalah bagi negara. Pulang ke desa dan mencari pekerjaan lain, dan potensi penularan akan semakin tinggi," kata Denny.

Selain risiko penularan, masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga berpotensi menimbulkan masalah sosial lainnya.

"Itu belum potensi pengangguran akan berdampak pada kerusuhan sosial seperti penjarahan," imbuh Denny.

Denny menyebutkan, sudah naluri manusia untuk terus bergerak. Sedangkan stimulus yang diberikan pemerintah sifatnya hanya sementara saja.

"Jaring pengaman yang disiapkan Jokowi sebesar 400 triliun Rupiah sifatnya sementara saja. Tapi jika tidak diikutkan dengan pergerakan ekonomi di sektor informal, maka uang itu akan habis tak berbekas , sia-sia dan masalah baru akan datang," tutur Denny.

Masalah lanjutan ini pula yang diisebut Denny "bukan lagi gempa, tapi sudah menjadi tsunami resesi raksasa".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Pilu Pengemudi Ojol Jelang PSBB di Jakarta

Curhat Pilu Pengemudi Ojol Jelang PSBB di Jakarta

News | Rabu, 08 April 2020 | 12:44 WIB

Jakarta Berlakukan PSBB, Kemenkeu Gelontorkan Bantuan Pangan

Jakarta Berlakukan PSBB, Kemenkeu Gelontorkan Bantuan Pangan

Bisnis | Rabu, 08 April 2020 | 11:13 WIB

Jelang PSBB Jakarta, Polisi Klaim Warga DKI yang Berkerumun Menurun

Jelang PSBB Jakarta, Polisi Klaim Warga DKI yang Berkerumun Menurun

News | Rabu, 08 April 2020 | 09:49 WIB

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok Jelang Pemberlakuan PSBB di Jakarta

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok Jelang Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Bisnis | Rabu, 08 April 2020 | 09:30 WIB

Ekonom Sebut Ojol Bisa Bantu PSBB Jadi Lebih Efektif

Ekonom Sebut Ojol Bisa Bantu PSBB Jadi Lebih Efektif

Bisnis | Rabu, 08 April 2020 | 07:27 WIB

LIVE STREAMING: PSBB DKI Jakarta Resmi Diterapkan Hari Jumat 10 April 2020

LIVE STREAMING: PSBB DKI Jakarta Resmi Diterapkan Hari Jumat 10 April 2020

Video | Selasa, 07 April 2020 | 21:38 WIB

Tak Tegas Setop Transportasi Umum Saat Corona, Organda DKI Anggap PSBB Aneh

Tak Tegas Setop Transportasi Umum Saat Corona, Organda DKI Anggap PSBB Aneh

News | Selasa, 07 April 2020 | 20:07 WIB

Jakarta Sudah PSBB, Begini Panduan Pengajuan PSBB untuk Suatu Wilayah

Jakarta Sudah PSBB, Begini Panduan Pengajuan PSBB untuk Suatu Wilayah

News | Selasa, 07 April 2020 | 18:41 WIB

PSBB Jakarta, Ini Daftar Layanan yang Tetap Berjalan

PSBB Jakarta, Ini Daftar Layanan yang Tetap Berjalan

News | Selasa, 07 April 2020 | 17:13 WIB

Ojol Berharap Tak Ada Potongan Pendapatan Selama PSBB

Ojol Berharap Tak Ada Potongan Pendapatan Selama PSBB

News | Selasa, 07 April 2020 | 17:02 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×