Syarat Tarik Militer di Papua, OPM Tawarkan RI Gencatan Senjata saat Corona

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 08 April 2020 | 16:24 WIB
Syarat Tarik Militer di Papua, OPM Tawarkan RI Gencatan Senjata saat Corona
TPNPB di Papua Barat, mengklaim menewaskan 5 anggota TNI dalam kontak senjata selama dua hari, yakni Selasa - Rabu (23-24/4/2019).

Suara.com - Organisasi Papua Merdeka (OPM) menawarkan gencatan senjata di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Namun, opsi gencatan senjata itu juga harus disepakati pemerintah dengan turut menarik seluruh pasukan militer non organik dari Papua.

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sembom membenarkan kabar tersebut.

Ia pun menekankan bahwa opsi itu juga harus disetujui pemerintah dengan menghentikan serta menarik pasukan militer non-organik.

"Ya, benar dan itu jika Indonesia tarik semua militer non-organik dari Papua. Karena faktanya sekarang TNI-Polri sedang lalukan mobilisasi militer dalam jumlah besar dan lakukan operasi militer di Ndugama, Lani Jaya, Timika, Tembagapura dan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Sebby saat dihubungi wartawan, Kamis (8/4/2020).

Secara garis besar, opsi gencatan senjata yang ditawarkan OPM harus juga diterima pemerintah untuk tidak melakukan operasi militer di pulau Cenderawasih itu.

Sebby pun mengirimkan keterangan tertulis yang dibuat oleh Ketua OPM-TPNPB Jeffrey Bomanak. Keterangan tertulis itu dibuat dari markas besar OPM-TPNPB Victoria pada Rabu, 8 April 2020.

Dalam keterangannya, Jeffrey mengatakan bahwa OPM-TPNPB juga ikut mendukung dalam memerangi epidemi Covid-19 yang dianggapnya sudah mengancam kehidupan manusia.

Jeffrey menjelaskan hingga saat ini perang antara OPM dan pasukan militer masih berjalan terutama di sejumlah titik vital seperti di area pertambangan Freeport, Tembagapura, Timika.

baca juga

Kontak senjata juga masih terjadi di Intan Jaya, Ndugama Kodap III, Pegunungan Bintang serta markas besar OPM-TPNPB Victoria. Penambahan jumlah pasukan militer juga disebutkan masih dilakukan pemerintah.

"Dan juga OPM-TPNPB tetap menghargai negara negara tenaga yang memiliki komitmen untuk memerangi global epidemi Covid-19 seperti Papua Nugini, Australia, dan Timur Leste maka OPM-TPNPB harus mengeluarkan statement dan komitmen ini agar Indonesia tidak bertindak sembarang dengan operasi militer yang di dalamnya akan menyebarkan virus Corona bagi negara-negara lain," tulis Jeffrey.

Jeffrey juga menuliskan kalau secara terbuka OPM-TPNPB telah menawarkan komitmen tersebut kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai bentuk mewujudkan aturan internasional yang dikeluarkan PBB dalam memerangi pandemi Covid-19.

"Maka itu OPM-TPNPB meminta agar Indonesia menghargai itikad baik PBB Dan OPM-TPNPB demi dan untuk kemanusiaan dan keadilan dunia," ujar Jeffrey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenazah Terlantar dalam Ambulans karena Diduga Corona, Ini Fakta-faktanya

Jenazah Terlantar dalam Ambulans karena Diduga Corona, Ini Fakta-faktanya

Jatim | Rabu, 08 April 2020 | 16:07 WIB

Pria Tergeletak di Pasar karena Demam, Dievakuasi dengan Protokol Covid

Pria Tergeletak di Pasar karena Demam, Dievakuasi dengan Protokol Covid

Jabar | Rabu, 08 April 2020 | 16:00 WIB

Corona RI Dekati Angka 3 Ribu Kasus, Pasien Positif 2.956, Meninggal 240

Corona RI Dekati Angka 3 Ribu Kasus, Pasien Positif 2.956, Meninggal 240

News | Rabu, 08 April 2020 | 16:00 WIB

Bukan Corona, Cewek ABG Terkapar di Terminal karena Diajak Mabuk Pengamen

Bukan Corona, Cewek ABG Terkapar di Terminal karena Diajak Mabuk Pengamen

Jatim | Rabu, 08 April 2020 | 15:32 WIB

Geger Pasien Positif Corona Dibolehkan Pulang, Ini Penjelaskan Dinkes Jambi

Geger Pasien Positif Corona Dibolehkan Pulang, Ini Penjelaskan Dinkes Jambi

News | Rabu, 08 April 2020 | 15:13 WIB

Menkominfo Sebut 77 Kasus Hoaks Terkait Corona Sudah Diproses Polisi

Menkominfo Sebut 77 Kasus Hoaks Terkait Corona Sudah Diproses Polisi

News | Rabu, 08 April 2020 | 15:12 WIB

Lelaki Mendadak Terkapar Meninggal di Jalan, Jasad Dievakuasi Tim Pakai APD

Lelaki Mendadak Terkapar Meninggal di Jalan, Jasad Dievakuasi Tim Pakai APD

News | Rabu, 08 April 2020 | 15:01 WIB

Terkini

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:45 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:44 WIB

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

News | Senin, 02 November 2026 | 16:41 WIB

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

Cara Meracik Air Mawar Viva dan Baby Oil untuk Tumit Pecah-Pecah dan Kasar

Cara Meracik Air Mawar Viva dan Baby Oil untuk Tumit Pecah-Pecah dan Kasar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:37 WIB

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:33 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

×