Belum Fase Puncak, Ahli Epidemiologi UI Sebut Indonesia Masih Darurat Covid

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 16 April 2020 | 13:52 WIB
Belum Fase Puncak, Ahli Epidemiologi UI Sebut Indonesia Masih Darurat Covid
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Syahrizal Syarif menyebut ada 120 negara yang paling tinggi terpapar Virus Corona atau Covid-19. Dia mengklasifikasi negara tersebut menjadi beberapa kelompok, Indonesia termasuk ke dalam kelompok yang angka paparannya masih tinggi.

Syahfrizal membagi 120 negara itu ke dalam tiga kelompok yakni kelompok negara yang masih darurat, negara yang sudah menunjukkan penurunan kasus dalam tiga hingga enam hari dan negara yang dianggap sudah bisa mengendalikan wabah Covid-19.

Ada 34 negara dari 120 negara yang bisa dibilang paparan Virus Corona-nya masih tinggi. Di antaranya Turki, Rusia, India, Jepang, Pakistan, Saudi Arabia, Indonesia, dan Singapura.

"Singapura harus masuk negara wabah tidak terkendali, karena dalam tiga hari ini dia mengalami kasus melonjak akibat pekerja migran dari Bangladesh," kata Syahrizal saat dihubungi Suara.com pada Kamis (16/4/2020).

Sementara itu, negara yang masuk kelompok dua, yakni negara yang sudah terlihat ada penurunan kasus meliputi Spanyol, Italia, Prancis, Jerman. Amerika Serikat juga masuk ke dalam kategori tersebut. Menurutnya, meski kasus di Amerika Serikat sempat tidak terkendali pada empat hari lalu, namun setelahnya justru tampak ada penurunan wabah.

Kemudian negara-negara yang masuk ke dalam kategori sudah dapat mengendalikan wabah Covid-19 ialah China, Korsel, Australia, Thailand, New Zealand, Hongkong, Taiwan dan Vietnam.

"Grup yang ketiga itu adalah negara yang saya anggap wabahnya sudah terkendali, di situ tampak bahwa jumlah kasus hariannya sudah menurun selama 7 sampai 14 hari. Jadi kalau dia selama 7 sampai 14 hari terakhir ini, dia sudah menurun maka dia masuk grup negara yang wabahnya sudah terkendali," ujarnya.

Lebih lanjut, Syahrizal mengatakan, Indonesia masuk ke dalam kategori negara yang masih darurat Covid-19 karena memang belum memasuki puncak wabahnya. Ia sepakat dengan pemerintah kalau prediksi puncak wabah itu akan terjadi pada Mei. Dengan perhitungan itu, maka penanganannya pun akan berlangsung antara empat hingga lima bulan setelahnya.

"Jadi kalau sekarang April, ya, Agustus saya kira baru selesai. Tapi kita harapkan puncak wabahnya mudah-mudahan pertengahan Mei sehingga kalau Idulfitri tangal 24 itu diharapkan dalam situasi negara yang sudah terkendali," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Yakin Corona Lenyap Akhir 2020, Wishnutama Siap Gairahkan Pariwisata

Jokowi Yakin Corona Lenyap Akhir 2020, Wishnutama Siap Gairahkan Pariwisata

News | Kamis, 16 April 2020 | 13:40 WIB

Jokowi Optimis Sektor Wisata RI akan Bangkit Perkasa Usai Pandemi Corona

Jokowi Optimis Sektor Wisata RI akan Bangkit Perkasa Usai Pandemi Corona

News | Kamis, 16 April 2020 | 13:06 WIB

Pakar Epidemiologi UI Ragukan Validitas Data ODP dan PDP Milik Pemerintah

Pakar Epidemiologi UI Ragukan Validitas Data ODP dan PDP Milik Pemerintah

News | Rabu, 15 April 2020 | 22:17 WIB

Pemerintah Baru Buka Data ODP dan PDP, Ahli Epidemiologi UI: Terlambat

Pemerintah Baru Buka Data ODP dan PDP, Ahli Epidemiologi UI: Terlambat

News | Rabu, 15 April 2020 | 21:52 WIB

Ahli Epidemiologi UI Sebut Birokrasi Penetapan PSBB Seperti Izin Usaha

Ahli Epidemiologi UI Sebut Birokrasi Penetapan PSBB Seperti Izin Usaha

News | Rabu, 15 April 2020 | 21:11 WIB

Ahli Epidemiologi UI: Data Corona Pemerintah Underestimate dan Undereported

Ahli Epidemiologi UI: Data Corona Pemerintah Underestimate dan Undereported

News | Rabu, 15 April 2020 | 19:56 WIB

Terkini

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×