Memo Pejabat China Bocor ke Publik, Corona Tadinya Sengaja Ditutupi?

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 17 April 2020 | 12:50 WIB
Memo Pejabat China Bocor ke Publik, Corona Tadinya Sengaja Ditutupi?
Presiden Cina, Xi Jinping. (Shutterstock)

Suara.com - China digegerkan dengan sebuah memo rahasia seputar informasi awal virus corona yang disuarakan pejabat mereka bocor ke publik. Belakangan, memo itu itu ditutupi Pemerintah China.

Bukan cuma itu, pemerintah di China malah seolah melakukan pembiaran terhadap informasi penting tersebut. Sejatinya jika memo rahasia itu didengar, petaka virus corona bisa ditangkal sejak awal penyebarannya.

Melansari dari Hops.id--jaringan Suara.com, Jumat (17/4/2020), cerita berawal pada 14 Januari saat kepala Komisi Kesehatan Nasional China, Ma Xiaowei, memberikan memo rahasia kepada pejabat dan pemimpin negara seputar situasi terkait virus baru ini.

Ma Xiaowei saat itu juga berkomunikasi dengan Presiden Xi Jinping, Premier Li Keqiang, dan Wakil Premier Sun Chunlan. Kala itu, Ma Xiaowei sudah mengakui jika virus corona adalah tantangan besar seperti SARS.

“Situasi epidemi masih buruk dan kompleks, tantangan paling buruk sejak SARS di 2013, dan kemungkinan berkembang menjadi peristiwa kesehatan publik yang besar,” tulis memo dari Ma Xiaowei, seperti disitat AP, Jumat (17/4/2020).

Dalam memo rahasianya, Ma Xiaowei juga sudah menyebut bahwa penularan virus corona antarmanusia di China ketika itu bukanlah hal yang tidak mungkin.

Namun, China disebut-sebut sengaja menunda pengumuman ke publik terkait virus corona, dan mengabaikan memo rahasia Ma dari 14 Januari sampai 20 Januari.

Pada 14 Januari, otoritas kesehatan China justru secara terbuka menyatakan kalau virus itu berisiko rendah bagi manusia.

Begitu pula halnya dengan sikap Komisi Kesehatan Wuhan yang mengatakan tidak menemukan bukti penularan dari manusia ke manusia.

baca juga

Pada 15 Januari, Li Qun, kepala Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan darurat pusat, kemudian mengatakan kepada TV pemerintah bahwa “risiko penularan dari manusia ke manusia rendah.”

Presiden Xi Jinping sendiri mengumumkan perihal virus corona pada 20 Januari saat petaka itu meluas. Padahal, jika di 14 Januari petinggi China mendengar memo rahasia corona Ma Xiaowei, semua bakal berubah.

Sebab pada rentang enam hari itu sangatlah penting karena berpengaruh pada penyebaran virus corona di awal kemunculannya. Lebih dari 3.000 orang juga terinfeksi sebelum akhirnya pemerintah China angkat suara.

Laporan AP diamini Zuo-Feng Zhang, pakar epidemiologi di UC Los Angeles, Amerika Serikat.

Kata dia, jika virus itu diungkap lebih awal, maka kasus di Wuhan tidak akan separah yang terjadi, seperti ketika rumah sakit kewalahan akibat lonjakan pasien.

“Jika mereka mengambil aksi enam hari lebih awal, bisa ada pasien yang lebih sedikit dan fasilitas medis akan cukup. Kita bisa saja menghindari kolapsnya sistem medis Wuhan,” ujarnya.

Harusnya bisa ditekan

Lebih awal lagi, sebelum memo rahasia petinggi kesehatan keluar, sebenarnya China sudah diingatkan oleh sejumlah dokter mereka ketika pertama kali menemukan virus corona di Wuhan.

Ada delapan dokter yang menyampaikan informasi penting itu pada 2 Januari 2020. Salah satunya dokter Li Wenliang, yang belakangan ikut meninggal akibat virus tersebut, dan Ai Fen, dokter asal Wuhan.

Tetapi mereka justru diinterogasi polisi dan dimarahi pejabat kesehatan termasuk diminta berbohong ke publik, untuk menyatakan apa yang mereka temukan hanya bohong belaka.

“Dokter-dokter di Wuhan ketika itu ketakutan,” ujar Dali Yang, profesor politik China di Universitas Chicago. “Itu betul-betul intimidasi bagi seluruh profesi.”

Dia menilai pemerintah China menekankan agar tidak ada pihak-pihak yang membuat kegaduhan. Oleh sebab itu, menjadi wajar jika kemudia respons mereka di awal tak terlalu cepat.

Pada 15 Januari, Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Beijing sudah mulai mencari pendanaan, melatih petugas kesehatan, dan memulai pengecekan temperatur di sarana transportasi Wuhan. Ini dilakukan delapan hari sebelum lockdown.

Meski demikian, pejabat China pada saat itu masih menganggap virus ini tidak berbahaya. Penularan antarmanusia diklaim masih rendah.

“Kami telah mencapai pemahaman terkini bahwa risiko sustain transmisi penularan berkelanjutan antar manusia (sustained human-to-human transmission) masih rendah,” ujar Li Qun, kepala pusat darurat CDC China.

Sementara itu sebuah penelitian gabungan antara CDC di Wuhan, Universitas Southampton, Universitas Harvard, Kementerian Pendidikan China di Shanghai, dan beberapa universitas lain juga menunjukan kalau virus corona sebenarnya bisa diredam apabila Pemerintah China bertindak lebih awal.

Menurut mereka, jika intervensi non-pengobatan atau non-pharmacetical intervention (NPI) dilakukan seminggu lebih awal, maka kasus bisa berkurang 66 persen, jika dua minggu lebih awal maka 86 persen, dan tiga minggu lebih awal, maka 95 persen.

NPI yang dimaksud adalah contact tracing, isolasi orang yang sakit, karantina, penutupan sekolah dan tempat kerja, pembatasan perjalanan, dan pembatalan acara massal.

Di satu sisi, dokter di Wuhan sendiri telah mendeteksi ada virus ini pada Desember 2019, lebih dari tiga minggu sebelum lockdown.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Corona Pada Pekerja di Lokasi Piala Dunia Qatar 2022 Bertambah Lagi

Kasus Corona Pada Pekerja di Lokasi Piala Dunia Qatar 2022 Bertambah Lagi

Bola | Jum'at, 17 April 2020 | 12:37 WIB

Terjebak Lockdown, Suami Frustrasi Tahu Istrinya Hamil Anak Orang Lain

Terjebak Lockdown, Suami Frustrasi Tahu Istrinya Hamil Anak Orang Lain

News | Jum'at, 17 April 2020 | 12:44 WIB

Ilmuwan Atlanta Temukan Obat Baru Virus Corona, Berhasil Diuji ke Tikus

Ilmuwan Atlanta Temukan Obat Baru Virus Corona, Berhasil Diuji ke Tikus

News | Jum'at, 17 April 2020 | 12:31 WIB

Main Voli Bareng Satpam yang Positif Corona, 35 Pemuda Isolasi Mandiri

Main Voli Bareng Satpam yang Positif Corona, 35 Pemuda Isolasi Mandiri

Jawa Tengah | Jum'at, 17 April 2020 | 12:28 WIB

Sebulan Nol Kasus Corona Covid-19, Ini Rahasia Kehebatan Taiwan

Sebulan Nol Kasus Corona Covid-19, Ini Rahasia Kehebatan Taiwan

News | Jum'at, 17 April 2020 | 12:21 WIB

Ajak Tetap di Rumah, Puluhan Penari Mancanegara Menari Ratoh Duek Virtual

Ajak Tetap di Rumah, Puluhan Penari Mancanegara Menari Ratoh Duek Virtual

News | Jum'at, 17 April 2020 | 12:34 WIB

Bikin Geram, Ivanka Trump Asyik Liburan Keluarga saat Pandemi Corona

Bikin Geram, Ivanka Trump Asyik Liburan Keluarga saat Pandemi Corona

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2020 | 12:33 WIB

Peneliti Duga Tubuh Jenazah Corona Covid-19 Masih Bisa Tularkan Virus

Peneliti Duga Tubuh Jenazah Corona Covid-19 Masih Bisa Tularkan Virus

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 12:24 WIB

Potret Ojol Saling Berbagi di saat Sepi Orderan,  Bikin Haru

Potret Ojol Saling Berbagi di saat Sepi Orderan, Bikin Haru

Otomotif | Jum'at, 17 April 2020 | 12:30 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×