Terhalang Lockdown, Para Ibu di Singapura Kirim 3.000 Kg ASI ke Malaysia

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 21 April 2020 | 19:54 WIB
Terhalang Lockdown, Para Ibu di Singapura Kirim 3.000 Kg ASI ke Malaysia
Pengiriman ASI beku dari Singapura ke Malaysia. (facebook.com/DAPAndrewChen)

Suara.com - Kebijakan lockdown ternyata membawa problema tersendiri bagi para ibu yang memiliki bayi, terutama mereka yang hidup terpisah jauh dengan sang anak.

Beberapa ibu di Singapura terpaksa tidak bisa bertemu dengan bayi mereka yang berada di Malaysia guna memberikan ASI lantaran adanya kebijakan lockdown di kedua negara tersebut.

Melansir dari Channel News Asia, Malaysia saat ini tengah memberlakukan lockdown sejak 18 Maret. Sementara Singapura, memulai lockdown mulai 7 April hingga 4 Mei mendatang.

Akibat kebijakan ini, Christina Lye (28), mengaku selama satu bulan belakangan, tak bisa bertandang ke Johor Bahru guna menyambangi dan memberi ASI kepada anaknya yang masih berumur 3 bulan.

Padahal anak Lye lahir dengan memiliki infeksi pada paru dan hal ini membuat ASI penting bagi sang anak.

"Lockdown membuatku tak bisa bertemu dengan anakku untuk memberinya ASI, sementara menurut ibu mertuaku, bayinya lebih sering muntah saat diberi susu formula. Hal ini membuatku khawatir dan sedih," kata Lye.

Pengiriman ASI beku dari Singapura ke Malaysia. (facebook.com/DAPAndrewChen)
Pengiriman ASI beku dari Singapura ke Malaysia. (facebook.com/DAPAndrewChen)

Senada dengan Lye, ternyata permasalahan ini juga dialami oleh lebih dari 350 ibu asal Malaysia yang tinggal di Singapura untuk bekerja. Para ibu ini pun saling berbagi keluh kesah soal persediaan ASI untuk anak lewat grup facebook.

Adapun grup ini diiniasi oleh Mrs. Tee, seorang ibu asal Malaysia yang bekerja di Singapura yang mengalami kesulitan untuk mengirimkan ASI untuk anaknya. Mulai dari tak kunjung menemukan logistik hingga kendala biaya pengiriman yang terlampau mahal.

Untuk itu, grup facebook dengan jumlah anggota yang mencapai 350 ibu-ibu ini didirikan dengan tujuan berbagi masalah dan mencari jalan keluar bersama terkait pengiriman ASI ini.

baca juga

Setelah para ibu ini malang melintang mencari pihak logistik yang bersedia mengangkut ASI ke Malaysia, mereka akhirnya berhasil menemukan harapan.

Seorang pelaku bisnis logistik bersedia membantu mereka membawa 40 kotak ASI beku dari Singapura ke Johor dengan biaya yang terjangkau yakni $10 atau setara dengan Rp 108,5 ribu. Adapun berat maksium masing-masing kotak adalah 20 kilogram.

Disebutkan politisi Partai Aksi Demokratik Andrew Chen Kah, tidak pernah terjadi dalam sejarah, pengiriman ASI lintas negara dalam jumlah yang besar.

Setidaknya sebanyak 2.900 kilogram ASI berhasil dikirim dari Singapura ke Malaysia dengan dua kali pengiriman. Pengiriman pertama sebanyak 600 kilogram pada 8 April dan pengiriman kedua sebanyak 2.300 kilogram.

Lebih lanjut dijelaskan, ASI beku ini dikirim ke berbagai wilayah seperti Johor Bahru, Perak, Penang, hingga Penang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perawat Corona Turun Hadang Pendukung Trump Demo Tolak Lockdown

Perawat Corona Turun Hadang Pendukung Trump Demo Tolak Lockdown

News | Selasa, 21 April 2020 | 18:25 WIB

Singapura Lockdown, Toko Belanja Online Kewalahan Terima Lonjakan Pesanan

Singapura Lockdown, Toko Belanja Online Kewalahan Terima Lonjakan Pesanan

News | Selasa, 21 April 2020 | 14:48 WIB

Perhatikan 6 Kriteria WHO Ini, Sebelum Negara Hentikan Lockdown

Perhatikan 6 Kriteria WHO Ini, Sebelum Negara Hentikan Lockdown

Tekno | Selasa, 21 April 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November

Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah

Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:43 WIB

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:42 WIB

×