Kontak dengan Penderita Covid-19, 20 Pekerja Asing Dikunci di Kamar Asrama

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 22 April 2020 | 18:39 WIB
Kontak dengan Penderita Covid-19, 20 Pekerja Asing Dikunci di Kamar Asrama
Ilustrasi Pekerja

Suara.com - Sebanyak 20 pekerja asing di Singapura dikurung di kamar asrama oleh sang manager.

Itu setelah 20 orang tersebut bersinggungan dengan seorang pekerja asal China yang dinyatakan positif covid-19 dan telah dilarikan ke rumah sakit pada 18 April lalu.

Manager asrama Joylicious, Mr Thng mengaku hal ini ia lakukan guna melindungi pekerja lain ditempatnya yang berjumlah sekitar 800 orang, sebagaimana disadur dari South China Morning Post.

Sebelumnya, kelompok pekerja asing Transient Workers Count Too (TWC2), melalui laman facebook, menyebut sebanyak 21 pekerja asing ini telah dikunci sejak 17 April lalu.

Kemudian, TWC2 pada Selasa (22/4/2020), kembali membuat unggahan soal kondisi terbaru para pekerja ini. Disebutkan, para pekerja memang berada di kamar yang lebih luas. Hanya saja, ruangan ini masih terkunci.

"Polisi telah datang dan pintunya telah dibuka. Sekarang, mereka dapat menghirup udara segar. Semoga akan terus seperti itu," tulis TWC pada unggahan selanjutnya.

Terkait hal ini Mr Thng menyebut, penguncian dilakukan selama kurang dari 24 jam, pun hanya sebanyak 20 pekerja asing saja.

Penguncian dilakukan selagi pihaknya menyiapkan ruangan baru yang lebih besar, lengkap dengan toilet, guna menampung 20 pekerja asing tersebut.

Turut memberikan pembelaan, Direktur bagian pekerja V Spec Engineering & Supplies, menyebut para pekerja setelah menempati ruangan yang baru tidaklah dikunci seperti sebelumnya.

Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Ia menambahkan, penguncian yang dilakukan sebelumnya sebagai bentuk perlindungan untuk pekerja lain mengingat 20 pekerja tersebut telah melakukan kontak dengan pasien positif. Sehingga pihaknya tak bisa membiarkan mereka berkeliaran dengan bebas di asrama.

"Semisal kolega anda terkena virus, apakah anda masih pergi jalan-jalan? Tentu saja tak bisa seperti itu. Demi keselamatan semua pekerja di asrama, kami minta mereka untuk tidak ke mana-mana. Demi Tuhan, hanya itu saja," sambung Wong.

Disebutkan Wong, pihak berwenang belum mengeluarkan perintah karantina untuk 20 pekerja ini. Pihaknya juga masih menunggu panggilan dari pihak pengadilan.

Manager umum TWC2, Ethan Guo menyebut, karantina 20 pekerja asing ini dilakukan secara salah, setidaknya selama 24 jam.

Menurut keterangan salah satu pekerja, ia dan rekan-rekannya dikurung sejak Senin pukul 10.16 pagi hingga pukul 11 pagi esok harinya.

Pihak TWC2 telah melapor ke Pusat Pekerja Migran (MWC) sejak Senin (20/4) lalu, namun hingga Selasa, belum ada tindakan tegas yang bisa diambil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga di Garut Diduga Terima Bantuan Pangan Busuk, Ini Kata Polisi

Warga di Garut Diduga Terima Bantuan Pangan Busuk, Ini Kata Polisi

Jabar | Rabu, 22 April 2020 | 18:03 WIB

Menteri PPA: 6 Anak dan 41 Perempuan di Indonesia Meninggal Akibat Corona

Menteri PPA: 6 Anak dan 41 Perempuan di Indonesia Meninggal Akibat Corona

News | Rabu, 22 April 2020 | 17:54 WIB

Kekurangan Perawat, Rumah Sakit Nightingale London Tolak 50 Pasien Covid-19

Kekurangan Perawat, Rumah Sakit Nightingale London Tolak 50 Pasien Covid-19

News | Rabu, 22 April 2020 | 17:17 WIB

Terkini

Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda

Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:31 WIB

Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor

Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:27 WIB

Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku

Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:24 WIB

WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah

WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:11 WIB

Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:50 WIB

Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik

Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:46 WIB

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:40 WIB

DPR Minta Pemerintah Awasi Ketat ASN yang WFH Jumat: Harus Benar-benar Kerja!

DPR Minta Pemerintah Awasi Ketat ASN yang WFH Jumat: Harus Benar-benar Kerja!

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:37 WIB

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB

Amerika Serikat Catut Dunia Tak Akui Iran Kuasai Selat Hormuz

Amerika Serikat Catut Dunia Tak Akui Iran Kuasai Selat Hormuz

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB