Tidak Mau Ketinggalan, Inggris Uji Coba Vaksin Covid-19 Terbarunya

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 24 April 2020 | 16:41 WIB
Tidak Mau Ketinggalan, Inggris Uji Coba Vaksin Covid-19 Terbarunya
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Negara-negara besar hingga kini masih terus berlomba membuat vaksin virus corona. Universitas-universitas besar dikerahkan untuk menciptakan penangkal virus yang membuat geger dunia ini.

Dilansir dari Associated Press News (24/04), tak mau ketinggalan dari negara lain, Inggris akhirnya juga membuat vaksin Covid-19 terbaru mereka. Pengujian vaksin ini dimulai pada Kamis (23/04).

Peneliti dari University of Oxford memberikan suntikan kepada sukarelawan, dengan tujuan untuk mengetahui apakah vaksin tersebut aman untuk manusia dan bisa melawan Covid-19.

Para peneliti menciptakan vaksin baru dengan memasukkan gen untuk protein spikey yang mengikat permukaan luar dari virus corona baru ke dalam virus lain yang tidak berbahaya.

Konsepnya adalah sistem kekebalan tubuh akan menemukan protein asing dan membuat antibodi untuk melawannya (Covid-19). Vaksin tersebut siap untuk bereaksi dengan cepat jika orang tersebut terpapar Covid-19.

"Studi semacam ini sering diberikan pada sukarelawan baik dalam bentuk vaksin asli atau suntikan tiruan. Vaksin eksperimental ini secara singkat dapat menyebabkan rasa sakit dan mungkin demam rendah," kata Dr. Andrew Pollard, salah satu kepala peneliti Oxford.

"Vaksin tersebut mungkin akan berpengaruh untuk kehidupan seseorang, mungkin membuat mereka lebih rentan terpapar virus," kata Pollard kepada The Associated Press.

Melihat kemungkinan tersebut, tim peneliti dari Oxford memutuskan akan memberikan vaksin lama kepada sebagian sukarelawan.

"Uji coba vaksin memang harus dilakukan, hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kami dapat memerangi penyakit ini (covid-19) dan mengatasinya jauh lebih cepat," kata sukarelawan Edward O'Neill kepada BBC.

baca juga

Saat ini beragam jenis calon vaksin sedang dalam berbagai tahap pengembangan di seluruh dunia. Sebagai contoh adalah CanSino Biologics China telah memulai tahap kedua menguji kandidat vaksinnya, dibuat dengan pendekatan yang mirip dengan yang ada di Oxford.

Dua perusahaan A.S. juga sedang menguji vaksin yang dibuat dari salinan bagian dari genetik virus. Lalu ada pula dua kandidat vaksin lainnya milik China yang sedang dikebut pengerjaanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain China, 5 Negara Ini Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19

Selain China, 5 Negara Ini Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 14:07 WIB

Demi Vaksin, Ratusan Orang Merelakan Diri untuk Terinfeksi Virus Corona

Demi Vaksin, Ratusan Orang Merelakan Diri untuk Terinfeksi Virus Corona

Health | Kamis, 23 April 2020 | 13:40 WIB

Peserta Uji Coba Vaksin Corona Akan Dibayar Rp 11,9 Juta, Berminat?

Peserta Uji Coba Vaksin Corona Akan Dibayar Rp 11,9 Juta, Berminat?

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×