Array

Sembuh dari COVID-19, PM Inggris Boris Johnson Didesak Longgarkan Lockdown

Syaiful Rachman Suara.Com
Senin, 27 April 2020 | 14:36 WIB
Sembuh dari COVID-19, PM Inggris Boris Johnson Didesak Longgarkan Lockdown
Perdana Menteri baru Inggris, Boris Johnson tiba di 10 Downing Street di London (24/7/2019), pada hari ia secara resmi ditunjuk sebagai Perdana Menteri Inggris [AFP/Adrian Dennis].

Suara.com - Senin (27/4/2020), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali bertugas setelah kurang lebih satu bulan menjalani perawatan intensif virus corona. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri berusia 55 tahun itu terjangkit COVID-19 ketika pandemi virus itu meningkat tajam di Inggris.

Baru kembali ke Downing Street, tantangan serius pun dihadapi Johnson. Yaitu memikirkan bagaimana caranya mengangkat lockdown yang saat ini mengakibatkan ekonomi Inggris makin terpuruk, tanpa memicu terjadinya kembali penyebaran virus corona COVID-19.

"Dia (PM Johnson) sudah kembali bekerja. Seperti bisa Anda lihat nanti, dia penuh semangat," kata Edward Argar, menteri kesehatan junior.

Pada hari pertamanya kembali bekerja, Johnson sudah mendapat tekanan dari kubu oposisi yang mendesaknya agar segera menyusun rencana pelonggaran lockdown.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam konferensi pers terkait update virus corona Covid-19, Senin (13/4/2020). [AFP/10 Downing Street/Andrew Parsons]
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam konferensi pers terkait update virus corona Covid-19, Senin (13/4/2020). [AFP/10 Downing Street/Andrew Parsons]

Menanggapi tekanan tersebut, Menter Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan jika pemerintah pastinya akan melangkah dengan hati-hati dan penuh pertimbangan.

“Dia (Johnson) akan mulai bekerja full-time per Senin, 27 April 2020 dan dia sangat bersemangat untuk bekerja,” ujar Dominic Raab.

“Kita ini sedang ditahap sensitif dan berbahaya. Kita harus memastikan langkah selanjutnya diambil dengan baik,” sambungnya seperti dikutip Reuters.

Dilansir worldometer.info, Senin (27/4/2020), terjadi kenaikan sebanyak 4.463 kasus di Inggris. Dengan penambahan tersebut, total kasus virus corona di Inggris kini sebanyak152.840 kasus.

Sementara angka kematian akibat virus corona di penjuru Inggris, dalam 24 jam terakhir, bertambah sebanyak 413 orang. Total jumlah korban meninggal akibat virus corona di Inggris menjadi 20.732 orang.

Baca Juga: Tingkat Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tertinggi di Asia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI