BMKG: Indonesia Simpan Potensi Terjadi Tsunami Non Tektonik

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2020 | 03:25 WIB
BMKG: Indonesia Simpan Potensi Terjadi Tsunami Non Tektonik
[Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Suara.com - Wilayah perairan Indonesia menyimpan potensi bahaya tsunami non tektonik yang cukup besar jika dilihat dari beberapa kejadian tsunami akibat longsoran terkini maupun tsunami masa lalu yang belum terungkap penyebabnya. Tsunami non tektonik itu seperti yang terjadi di Pandeglang, Banten tahun lalu.

Tsunami non tektonik ini karena longsoran bawa laut hingga menyebabkan gelombang.

"Ini merupakan pertanda bahwa wilayah perairan kita menyimpan potensi bahaya tsunami non tektonik yang cukup besar," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam pernyataan persnya, Senin (27/8/2020).

Kajian mengenai potensi longsoran dasar laut yang dikaitkan dengan risiko tsunami di Indonesia masih sangat jarang. Kebanyakan kajian risiko tsunami akibat gempa tektonik.

Di Indonesia ada beberapa kasus tsunami masa lalu yang hingga kini belum terungkap penyebabnya, diduga tsunami ini berasosiasi dengan longsoran dasar laut, seperti tsunami Teluk Ambon 28 November 1708, tsunami Manggarai 14 April 1855, tsunami Bacan 10 Juni 1891.

Termasuk kejadian tsunami Saparua 20 Juni 1891, tsunami Pulau Sumber Gelap 16 Maret 1917, dan tsunami Halmahera Utara 2 April 1969. Dalam semua peristiwa tersebut, tsunami tidak didahului oleh aktivitas gempa tektonik.

Beberapa peristiwa tsunami mematikan di Indonesia, diantaranya diduga diamplifikasi oleh dampak ikutan berupa longsoran dasar laut seperti tsunami Ambon 17 Februari 1674 dengan korban jiwa 2.243 orang meninggal, tsunami Seram 30 September 1899 sebanyak 4.000 orang meninggal dan tsunami Flores 12 Desember 1992 yang menyebabkan 2.500 orang meninggal.

Peristiwa tsunami terbaru yang terjadi di Tanah Air akibat longsoran yaitu tsunami Selat Sunda akibat longsoran Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 dan tsunami Teluk Palu akibat longsoran saat gempa Palu 28 September 2018. Kedua bencana tsunami akibat longsoran ini menelan korban jiwa dan kerugian harta benda sangat besar.

"Selain tsunami Selat Sunda dan Teluk Palu, kita juga pernah mengalami tsunami dahsyat akibat longsoran, seperti tsunami Krakatau 1883 sebanyak 36.000 orang meninggal dan tsunami Waiteba, NTT 1979 menyebabkan 539 meninggal dan 364 hilang," katanya.

baca juga

Sebelumnya artikel ilmiah berjudul Indonesian Throughflow as a preconditioning mechanism for submarine landslides in the Makassar Strait yang ditulis oleh Brackenridge dkk. yang dipublikasikan oleh Geological Society of London di jurnal Lyell Collection pada awal April 2020 viral di Indonesia.

Hal ini disebabkan karena sekelompok ilmuwan mengungkap potensi risiko tsunami akibat longsoran dasar laut dekat wilayah yang dipilih pemerintah Indonesia sebagai calon ibu kota baru.

"Kami tentu mengapresiasi penelitian ini, karena selain memperkaya khasanah pengetahuan kita terkait bahaya sedimentasi dan longsoran di dasar laut juga memberi petunjuk kepada kita adanya potensi bahaya tsunami akibat longsoran di dasar laut Selat Makassar," kata dia.

Hasil kajian tersebut dapat membantu dalam mengestimasi tingkat bahaya tsunami yang mungkin terjadi, sehingga pemerintah dapat menyiapkan strategi mitigasi.

Selain Selat Makassar, beberapa wilayah perairan Indonesia diduga memiliki kawasan rawan longsor dasar laut yang dapat membangkitkan tsunami. Sehingga sebenarnya membutuhkan banyak kajian potensi longsoran dasar laut, khususnya di Samudra Hindia, Selat Sunda, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, dan Laut Utara Papua.

"Semua ini merupakan tantangan bagi para ahli kebumian kita untuk mengkajinya. Penelitian potensi longsoran bawah laut sangat penting, karena ini dapat menjadi kunci pembuka untuk menjawab misteri tsunami non tektonik masa lalu sekaligus untuk menata mitigasi tsunami akibat longsoran dasar laut di Indonesia ke depan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Ini Bisa Prediksi Tsunami di Indonesia

Temuan Ini Bisa Prediksi Tsunami di Indonesia

Tekno | Senin, 27 April 2020 | 06:30 WIB

Sekelompok Ilmuwan Temukan Potensi Tsunami di Calon Ibu Kota Baru Indonesia

Sekelompok Ilmuwan Temukan Potensi Tsunami di Calon Ibu Kota Baru Indonesia

News | Kamis, 23 April 2020 | 12:00 WIB

Kisah Nelangsa Korban Tsunami Banten di Tengah Ganasnya Wabah Covid

Kisah Nelangsa Korban Tsunami Banten di Tengah Ganasnya Wabah Covid

Banten | Senin, 13 April 2020 | 04:45 WIB

Terkini

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 19:52 WIB

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

×