Ideologi Komunis Diklaim Jadi Kunci Sukses Vietnam Perangi Pandemi Corona

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 30 April 2020 | 11:18 WIB
Ideologi Komunis Diklaim Jadi Kunci Sukses Vietnam Perangi Pandemi Corona
Pengendara motor mengenakan masker saat berkendara melewati Opera House di Hanoi, Vietnam, Kamis (23/4/2020). [AFP/Manan Vatsyayana]

Suara.com - Dokter Huong Le Thu, analis senior di Australian Strategic Policy Institute, berpendapat bahwa ideologi komunis menjadi kunci sukses Vietnam dalam memerangi pandemi virus corona covid-19.

Dikutip dari The Age, Kamis (30/4/2020), sistem satu partai yang dianut negara berpenduduk 100 juta jiwa itu membuat koordinasi antar lini pemerintahan menjadi sangat efektif.

Untuk diketahui, Vietnam telah terbebas dari infeksi covid-19 selama 12 hari beruntun. Sejak mencatatkan kasus virus corona pertama pada Januari lalu, mereka sukses menekan angka penyebaran menjadi hanya 270 kasus.

Lebih hebatnya, negara yang diproklamasikan kemerdekaannya oleh Ho Chi Minh itu mampu meredakan wabah hanya dalam waktu empat bulan, dan menjaga jumlah kematian akibat covid-19 di angka nol.

Kondisi itu membuat negara beribu kota Hanoi itu mulai melonggarkan kebijakan lockdown sejak Kamis (23/4/2020), setelah dianggap berhasil mengendalikan wabah corona.

"Langkah tegas untuk mengisolasi kasus yang dikonfirmasi, pemeriksaan suhu rutin di ruang publik, membatasi pertemuan sejak awal dan melacak kontak," ujar Dr. Huong Le Thu, Kamis (30/4/2020).

"Vietnam memiliki kasus pertama pada akhir Januari dan segera menutup penerbangan langsung dengan China. Pihak berwenang segera menanggapi, (mereka) tidak menunggu lebih banyak kasus," tambahnya.

Selain perihal ideologi yang dianut, pengalaman Vietnam terkait wabah SARS di masa lalu juga dinilai jadi faktor penting dari respon menghadapi Covid-19.

"Saya pikir beberapa pengalaman dari wabah sebelumnya, seperti SARS, dan respons yang berhasil terhadap mereka - Vietnam adalah negara pertama di dunia yang mampu menahan wabah SARS," bebernya.

Kendati mendapat banyak pujian dari berbagai pihak, kebijakan Vietnam dalam memerangi pandemi virus Corona tak lepas dari berbagai kritik.

Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch di Asia, menyebut kebijakan pembatasan sosial yang ketat memang efektif menangani wabah Corona, kendati praktiknya terkadang jauh melenceng.

"Orang-orang telah didenda dan dipenjara. Mereka menggunakan pembatasan informasi untuk menindak berita palsu, yang sering kali hanya orang-orang yang berbagi gosip, bukan orang-orang dengan niat jahat," kata Robertson.

"Kami tidak harus percaya angka-angka itu. Vietnam terus menerus memiliki kebijakan kerahasiaan dan memanipulasi informasi untuk memberikan penampilan terbaik," tambahnya.

Meski melontarkan kritik tajam terkait beberapa kebijakan Vietnam, Robertson tak menampik bahwa pemerintahan di negara tersebut benar-benar cakap dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

"Mereka memang memiliki orang-orang yang cakap di Kementerian Kesehatan, ada para profesional yang mampu mengerjakan ini, dengan pemerintah, untuk mengatasinya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Umat Hindu Gelar Ritual Caru Antha Septa agar Wabah Corona Berakhir

Umat Hindu Gelar Ritual Caru Antha Septa agar Wabah Corona Berakhir

Foto | Kamis, 30 April 2020 | 11:08 WIB

Terkini

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB

Fakta-fakta  Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan

Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:57 WIB

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:33 WIB

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:13 WIB

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:11 WIB

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB