Hari Ini, Korsel Catat Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 Domestik Baru

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 30 April 2020 | 16:47 WIB
Hari Ini, Korsel Catat Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 Domestik Baru
Tes virus Corona Covid-19 secara drive through di Seoul, Korea Selatan. (Dok. VOA Indonesia)

Suara.com - Untuk kali pertama sejak Februari 2020, Korea Selatan mencatat tidak ada penambahan kasus infeksi virus corona baru untuk domestik pada Kamis (30/4/2020).

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), penambahan kasus untuk Kamis berasal dari kasus impor, yakni sebesar empat infeksi baru.

Mengutip dari laman Asia One, penambahan kasus impor baru ini membuat total kasus Covid-19 di Korea Selatan menjadi 10.765 dengan total kematian 247 kasus. Sementara, jumlah pasien yang telah sembuh sebanyak 9.059 kasus.

KCDC juga menambahkan, dari keseluruhan jumlah kasus infeksi Covid-19, sejumlah 1.065 merupakan kasus impor. Adapun untuk kasus domestik memiliki presentase sebesar 90 persen dari total kasus.

Otoritas kesehatan Korsel juga menyebut tidak adanya penularan yang terjadi selama pemilihan parlemen yang diadakan April ini.

Guna mencegah timbulnya sebaran Covid-19 selama pemilihan, pemerintah menerapkan kebijakan seperti mewajibkan jaga jarak sejauh 1 meter, penggunaan masker dan sarung tangan plastik bagi masyarakat dan staf yang datang ke tempat pemungutan suara.

Direktur Jenderal Kebijakan Kesehatan Masyarakat Yoon Tae-Ho mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat dan staf yang telah berupaya menekan sebaran virus di TPS.

"Dua puluh sembilan juta pemilih berpartisipasi dalam pemilihan parlemen 15 April. Tidak ada satu pun kasus infeksi baru dari pemilihan umum yang dilaporkan selama masa inkubasi 14 hari," kata Yoon Tae-Hoo.

Lebih lanjut disebutkan, sebuah panel ahli klinis pada Rabu (30/4), menyimpulkan bahwa adanya pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh namun terjangkit lagi merupakan kasus positif palsu.

Positif palsu merupakan kondisi di mana adanya kesalahan dalam pelaporan hasil tes yang mana, hasil tersebut menunjukkan adanya suatu penyakit (positif), namun sebenarnya tidak ada.

Ketua komite mengatakan kasus positif palsu terjadi akibat masalah teknis dalam pengujian PCR. Sejauh ini, Korsel meleporkan adanya 292 kasus positif palsu.

Setelah bergulat dengan jumlah kasus infeksi virus corona yang besar, Korea Selatan dinilai berhasil mengendalikan sebaran Covid-19 menggunakan metode pengujian skala besar dan pelacakan sebaran kasus secara intensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 di Bosnia Malah Meroket

Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 di Bosnia Malah Meroket

News | Kamis, 30 April 2020 | 08:50 WIB

CDC Korea: Cepatnya Penyebaran Covid-19 di Perkantoran, 43 Persen Positif

CDC Korea: Cepatnya Penyebaran Covid-19 di Perkantoran, 43 Persen Positif

Health | Rabu, 29 April 2020 | 14:53 WIB

Kasus Covid-19 di China Menurun, Sekolah Kembali Dibuka

Kasus Covid-19 di China Menurun, Sekolah Kembali Dibuka

News | Rabu, 29 April 2020 | 05:46 WIB

Terkini

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:08 WIB

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:03 WIB

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:00 WIB

Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:56 WIB

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:41 WIB

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:29 WIB

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:25 WIB

Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA

Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:23 WIB