alexametrics

Sejarah Salat Tarawih di Rumah Ketika Zaman Nabi Muhammad

Dany Garjito | Rifan Aditya
Sejarah Salat Tarawih di Rumah Ketika Zaman Nabi Muhammad
Ahmad Fauzi bersama keluarganya memanjatkan doa usai melaksanakan salat tarawih di rumahnya di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (29/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sejarah salat tarawih di rumah pada zaman Nabi Muhammad ini diceritakan oleh Siti Aisyah RA.

Suara.com - Pemerintah melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk menyesuaikan kegiatan ibadah di rumah masing-masing selama bulan Ramadan. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan penyebaran virus corona.

Artinya, salat tarawih yang biasanya dilakukan di masjid secara berjamaah sekarang dikerjakan di rumah.

Ternyata, Nabi Muhammad juga pernah melakukan salat tarawih di rumah. Sejarah shalat tarawih di rumah dapat ditemukan dalam kitab hadits seperti Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Malik dan Ahmad, menurut NU Online, situs resmi Nahdlatul Ulama.

Sejarah salat tarawih pada zaman Nabi Muhammad ini diceritakan oleh Siti Aisyah RA yang mengisahkan peristiwa yang terjadi pada 10 malam terakhir pada sebuah Ramadhan.

Baca Juga: Stigma Kepada Nakes dan Pasien Pengaruhi Tingginya Kematian karena Corona

Saat itu Rasulullah melakukan shalat tarawih bersama beberapa orang. Pada malam selanjutnya sebagian sahabat yang tidak ikut pada malam sebelumnya hadir sehingga shalat tarawih Rasulullah di masjid diikuti oleh banyak jemaah dibanding pada malam sebelumnya.

Lalu malam ketiga, masjid penuh sesak dengan jemaah yang menanti Rasulullah. Tetapi Nabi Muhammad SAW tidak keluar rumah.

Rasulullah mengabarkan bahwa beliau mengetahui keinginan para sahabat untuk shalat tarawih bersamanya. Tetapi ia khawatir Allah menurunkan wahyu yang berisi perintah shalat tarawih sehingga shalat sunnah malam Ramadan itu hukumnya menjadi wajib.

Sikap diam diri di rumah menunjukkan rahmat, kasih sayang, dan perhatian Rasulullah SAW kepada umatnya sebagaimana Surat At-Taubah ayat 128. (Abdul Muhsin Abbad, Syarah Abu Dawud).

“Sungguh, seorang rasul dari kaummu sendiri telah datang kepadamu, (seorang rasul yang) merasa keberatan atas kesulitanmu, yang sangat menginginkan (keimanan) bagimu, yang sangat berbelas kasih dan penyayang terhadap orang-orang beriman,” (Surat At-Taubah ayat 128).

Baca Juga: Ngabuburit Virtual, Enaknya Ngapain Aja sih?

Sebagian riwayat menyebutkan para sahabat yang tidak sabar sampai melempari pintu rumah Rasulullah SAW dengan kerikil kecil. Hal itu membuat Rasulullah terpaksa keluar untuk mengabarkan kekhawatirannya akan turunnya wahyu yang mewajibkan shalat tarawih.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Komentar