Salah Spekulasi soal Kesehatan Kim Jong Un, Para Pembelot Minta Maaf

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 09:43 WIB
Salah Spekulasi soal Kesehatan Kim Jong Un, Para Pembelot Minta Maaf
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Gambar ini diambil pada 2 Maret 2020. [AFP]

Suara.com - Beberapa waktu lalu, kabar kesehatan Kim Jong Un yang memburuk sempat menjadi perbincangan dunia. Namun terpatahkan dengan kehadirannya pada peresmian sebuah pabrik minggu lalu.

Spekulasi kabar kesehatan Kim Jong Un tersebut salah satunya datang dari pembelot Korea Utara yakni Thae Yong-ho dan Ji Seong-ho.

Melansir The Guardian, setelah mengetahui spekulasinya salah, keduanya meminta maaf di hadapan publik Korea Selatan. Kebetulan kedua didapuk menjadi anggota parlemen Korea Selatan.

Thae Yong-ho, mantan wakil duta besar Korea Utara untuk Inggris, pada hari Senin (04/05) menyatakan permintaan maaf untuk atas spekulasi yang dibuatnya mengenai Kim Jong Un.

"Saya sadar bahwa salah satu alasan mengapa saya dipilih sebagai anggota parlemen adalah harapan analisis dan proyeksi yang akurat tentang masalah Korea Utara," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Guardian.

"Saya merasa bersalah dan akan bertanggung jawab."

"Apa pun alasannya, saya meminta maaf kepada semua pihak." ujarnya.

Seorang pembelot lainnya yang terpilih di parlemen untuk oposisi, Ji Seong-ho, mengatakan dalam sebuah wawancara media bahwa ia 99% yakin bahwa Kim telah meninggal setelah operasi kardiovaskular.

"Saya telah merenung selama beberapa hari, dan merasakan beratnya posisi yang saya hadapi saat ini," kata Ji dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai tokoh publik, saya akan bersikap hati-hati untuk melangkah."

Ji Seong-ho mengatakan kepada Reuters bahwa ia telah menerima informasi tentang kematian Kim Jong Un dari sumber yang tidak bisa dia sebutkan.

Partai Demokrat yang berkuasa di Korea Selatan mengkritik kedua pembelot tersebut atas kecerobohannya. Salah satu anggota partai mendesak mereka untuk dikeluarkan dari komite intelijen dan pertahanan, namun ada juga yang beranggapan bahwa mereka sudah berkontribusi.

Partai Ji Seong-ho mengakui bahwa ia telah membuat pernyataan 'gegabah, ceroboh', namun di sisi lain juga mengkritik partai yang berkuasa karena merusak nama baik dan 'memicu kebencian' terhadap kedua pembelot tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Terpopuler: Luka di Tangan Kim Jong Un hingga Penyebab Mematikan Corona

5 Terpopuler: Luka di Tangan Kim Jong Un hingga Penyebab Mematikan Corona

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 06:42 WIB

Korsel Sebut Kim Jong Un Menghilang Bukan karena Jalani Operasi, Tapi...

Korsel Sebut Kim Jong Un Menghilang Bukan karena Jalani Operasi, Tapi...

News | Minggu, 03 Mei 2020 | 17:04 WIB

Korea Utara dan Korea Selatan Terlibat Baku Tembak Di Pos Jaga Perbatasan

Korea Utara dan Korea Selatan Terlibat Baku Tembak Di Pos Jaga Perbatasan

News | Minggu, 03 Mei 2020 | 12:04 WIB

Terkini

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:19 WIB

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:14 WIB

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB