Ini 3 Metode Tes Deteksi Virus Corona Menurut Pakar

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 05 Mei 2020 | 12:37 WIB
Ini 3 Metode Tes Deteksi Virus Corona Menurut Pakar
Tangkapan layar siaran streaming BNPB saat pakar gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan materi, Rabu, 15 April 2020. [ANTARA/A Rauf Andar Adipati]

Suara.com - Jumlah pasien positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Merujuk data pada hari Senin (4/5/2020), tercatat sebanyak 11.587 orang positif virus virus corona.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito berpendapat, sejauh ini Indonesia mempunyai tiga jenis tes untuk mendeteksi virus Covid-19. Pertama adalah tes menggunakan Real Time - Polymerase Cgain Reaction (RT-PCR).

Dijelaskan Wiku, tes RT-PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi, hampir 95 persen. Metode ini dipakai di seluruh dunia guna memastikan sampel berupa hasil swab yang diambil dari hidung atau tenggorokan.

"RT PCR inilah yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan apabila sampel berupa swabnya diambil dari hidung atau tenggorokan, itu bisa dites dan menunjukkan positif atau negatif terhadap virus SarsCov 2 ini," kata Wiku di Gedung BNPB, Selasa (5/5/2020).

Selanjutnya adalah metode tes bernama Tes Cepat Molekuler (TCM). Tes ini menggunakan sebuah relatif yang begitu cepat yang dilakukan secara molekuler dan memunyai sensitifitas sekitar 95 persen.

"TCM, tes cepat molekuler, menggunakan sebuah yang relatif cepat, dilakukan secara molekuler, dan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi sekitar 95 persen," katanya.

Berbeda dengan tes RT-PCR yang acapkali disebut sebagai sistem terbuka (open system), TCM dapat dilakukan relatif lebih cepat. Pasalnya, tes RT-PCR harus memerlukan reagen dan sampel.

"Kalau yang Rat PCR tadi sering disebut sebagai open system jadi sistemnya terbuka, memerlukan reagen dan sampel, dan bisa di lakukan tes dengan relatif cepat beberapa jam sudah bisa ketemu hasilnya," jelas Wiku.

Menurut Wiku, alat tes TCM sebelumnya hanya dipakai untuk menguji sejumlah penyakit. Misalnya, TBC, HIV, dan lainnya. Bahkan, alat ini diklaim sudah dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan tersebar di banyak tempat --namun, tak dibeberkan lebih detil oleh Wiku.

baca juga

"Kalau ini dipakai, maka hasilnya lebih cepat keluarnya dan sangat spesifik dan sensitif. Alat ini sebenarnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia tersebar di banyak tempat, cuman masalahnya cartridge atau kasetnya itu kesulitan kita mendapatkannya karena persaingan di dunia semua perlu itu,"'tambahnya.

Metode tes ketiga adalah rapid tes --uji cepat-- yang biasa disebut Rapid Diagnostic Test (RDT). Tes ini berupa mengetes antibodi dalam tubuh seseorang.

Wiku mengatakan, ada juga yang disebut sebagai RDT antigen. Dalam kenyataannya, alat tersebut terbilang jarang -- di seluruh belahan dunia jumlahnya hanya sedikit.

"Jadi yang sering dipakai adalah RDT antibodi, di mana rapid test ini bisa mendeteksi adanya antibodi yang telah muncul di penderita, biasanya antibodi itu muncul setelah orang tersebut terpapar dan mulai tubuhnya melawan," ucap Wiku.

Lebih lanjut, Wiku menekankan pentingnya suatu sistem dalam pengujian sampel. Jika seseorang dinyatakan positif, artinya harus ada tindakan cepat --misalnya menggunakan RT-PCR-- untuk memastikan hasilnya.

"Maka dari itulah pentingnya memiliki suatu sistem dalam pengujian, kalau sampai positif di itu harus di-follow up dengan tes menggunakan RTPCR untuk memastikan hasilnya," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diperiksa Swab, 3 Penumpang KRL Bogor Positif Corona

Diperiksa Swab, 3 Penumpang KRL Bogor Positif Corona

Jabar | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:33 WIB

Presiden Erdogan Sebut Vaksin Covid-19 Adalah Milik Seluruh Umat Manusia

Presiden Erdogan Sebut Vaksin Covid-19 Adalah Milik Seluruh Umat Manusia

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:35 WIB

Hipoksia Termasuk Komplikasi Corona Covid-19 Mematikan, Ini Tanda Umumnya!

Hipoksia Termasuk Komplikasi Corona Covid-19 Mematikan, Ini Tanda Umumnya!

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:28 WIB

Kejadian Langka! Ajudan Wagub Sumut Kembali Terinfeksi Corona usai Sembuh

Kejadian Langka! Ajudan Wagub Sumut Kembali Terinfeksi Corona usai Sembuh

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 11:59 WIB

AISI dan Gaikindo Dukung Produksi Ventilator, Kemenperin Terus Koordinasi

AISI dan Gaikindo Dukung Produksi Ventilator, Kemenperin Terus Koordinasi

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:00 WIB

Sembuh dari Corona, JK Rowling Donasi Rp 18 Miliar untuk Korban Pandemi

Sembuh dari Corona, JK Rowling Donasi Rp 18 Miliar untuk Korban Pandemi

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2020 | 11:57 WIB

Cara Aman Bengkel Scooter VIP Manjakan Konsumen di Tengah Pandemi Corona

Cara Aman Bengkel Scooter VIP Manjakan Konsumen di Tengah Pandemi Corona

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:05 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×