Perginya Didi Kempot, Pembaharu Musik Rakyat Campur Sari di Indonesia

Reza Gunadha

Selasa, 05 Mei 2020 | 19:00 WIB
Perginya Didi Kempot, Pembaharu Musik Rakyat Campur Sari di Indonesia
Didi Kempot. [BBC]

Suara.com - Walaupun tidak pernah berpretensi mengangkat lagu rakyat (folk song) menjadi komposisi musik yang serius, musikus Didi Kempot dianggap telah memberikan warna baru dalam mengenalkan musik rakyat campur sari kepada khalayak yang lebih luas.

Pengamat musik, Remy Sylado, mengatakan Didi Kempot semasa hidupnya tidak pernah menyebut dirinya sebagai pelopor dalam mengembangkan musik campur sari di dunia industri musik, namun dia sudah melakukannya.

"Saya rasa, dia memang tidak ada pretensi sama-sekali untuk menyebut diri seperti itu, tapi yang dia lakukan setidaknya pasti memberi masukan baru," kata Remy Sylado kepada wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan, Selasa (05/05).

Remy Sylado meyakini lagu-lagu karya Didi Kempot akan tetap digemari, karena karya-karyanya sudah tersebar luas di masyarakat, selain karena latar musik campur sari yang sudah mengakar sedemikan rupa di masyarakat.

Yon Koeswoyo 'Koes Plus': Perginya 'penerobos, pionir' musik Indonesia Keroncong Tugu: musik Indonesia berwarna Portugis Bila White Shoes and The Couples Company konser di Cikini

"Akan sangat menjadi sangat populer," katanya. Hal ini tidak terlepas dari upaya yang sudah dibangun almarhum dalam 'mengenalkan' musik campur sari ke berbagai lapisan masyarakat serta dunia industri musik pop, kata penulis buku-buku musikologi ini

"Campur sari itu sudah menjadi fenomena mutakhir, sebab akarnya ada di Indonesia," papar Remy yang juga dikenal sebagai penulis.

Remy menganalisa, akar musik campur sari kebanyakan menggunakan titi laras (tangga nada) pentatonik Jawa yang terkenal. "Seperti dolanan lare itu titi laras-nya slendro," ujarnya. Slendro adalah satu di antara dua skala dari gamelan musik.

"Dan itu buat kuping awam, sangat gampang dinyanyikan," jelas Remy Sylado.

Penyanyi dan penulis lagu campur sari asal Surakarta, Jawa Tengah, Didi Kempot alias Dionisius Prasetyo, kelahiran 1966, meninggal dunia pada Selasa (05/05) pagi.

baca juga

Penyanyi yang terkenal dengan lagu Stasiun Balapan itu meninggal karena serangan jantung di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5), sekitar pukul 07.20 WIB.

Adik kandung Didi Kempot, Edi Gudel mengatakan kakaknya selama ini memiliki riwayat sakit asma. Bahkan, setiap kali pentas Didi Kempot selalu membawa alat bantu pernapasan.

"Beliau punya riwayat penyakit sesak kayak asma," jelasnya.

Rencana jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Penthukpelem, Desa Kendal, Kecamatan Majasem, Ngawi. Didi Kempot akan dimakamkan bersebelahan dengan makam putranya yang pertama.

Seperti dilaporkan wartawan di Solo, Fajar Sodiq, ratusan penggemar Didi Kempot - tergabung dalam perkumpulan bernama Sobat Ambyar - tampak memenuhi di sekitar jalan keluar RS Kasih Ibu.

Mereka tampak histeris ketika mobil jenazah yang membawa peti jenazah Didi Kempot keluar dari rumah sakit.

Apa komentar para anggota 'Sobat Ambyar'?

"Sangat menginspirasi. Setiap lagunya ada maknanya," kata Dafa, salah-seorang penggemarnya. Dia mengaku awal mula mengenal Didi melalui lagu Stasiun Balapan, tetapi lagu favoritnya adalah Suket Teki.

Mahasiswa salah-satu perguruan tinggi swasta di Solo ini mengaku rajin datang ke konser idolanya. "Kalau ada waktu, saya luangkan datang."

Dia juga mengaku merasa kehilangan. "Sekarang enggak ada lagi yang nyanyikan lagu Ambyar... Tidak akan tergantikan. Maestro." Ambyar adalah salah-satu lagu karya Didi.

Penggemar lainnya, Wiwin, mengaku pernah dijanjikan untuk bertemu idolanya pada lebaran Idul Fitri nanti untuk "nyanyi bareng". "Tapi Tuhan punya rencana lain," akunya kepada Fajar Sodiq.

Apa lagu karya Didi yang paling Anda suka? "Saya Tatu banget! Tatu adalah salah-satu judul karyanya. "Sampai mendalam, dan saya suka sekali."

Triono, anggota Sobat Ambyar lainnya, mengaku ada satu karya Didi yang mirip kisah hidupnya, sehingga membuatnya selalu tersentuh saat mendengarnya.

"Judulnya Suket Teki, itu kayak kisah hidup saya." Triono kemudian tertawa getir. "Saya sekarang kehilangan."

Mengapa anak-anak muda tertarik lagu-lagu Didi Kempot?

Berbagai laporan menyebutkan bahwa sebagian lagu yang ditulis Didi Kempot semasa hidupnya bertemakan patah hati, yang kelak disebutkan digemari oleh kaum muda.

Dia juga seringkali menautkan kisah patah hati itu dengan lokasi atau tempat tertentu utamanya di Kota Solo.

Menurut Remy Sylado, lirik-lirik lagu karya almarhum yang disebutkan diwarnai kisah patah hati dan menimbulkan histeria dari penggemarnya, terjadi pula pada musik-musik pop di manapun.

"Kalau itu sangat mendunia. Ketika terminologi pop mulai dikenal, lagu-lagu pop di AS juga memanfaatkan (kisah) patah hati," ujarnya.

Hal ini juga jamak terjadi dalam sejarah musik pop di Indonesia, kata Remy.

"Jangan lupa, lagu populer di Indonesia pada 1960-an, yang dinyanyikan oleh Rachmat kartolo, itu juga tentang patah hati," ungkapnya.

Apa yang melatari sehingga lagu campur sari Didi Kempot digemari?

Remy Sylado menganggap lagu yang dilantunkan Didi Kempot itu merupakan lagu rakyat (folk song) yang selaku memiliki penggemar.

Dia menganggap pula bahwa lagu-lagu karya almarhum menjadi populer tidak terlepas dari liriknya yang berbahasa Jawa.

"Bahasa kedua di Indonesia itu, ya bahasa Jawa. Jadi ada dua pasar di situ. Otomatis akan menggaet penggemar," jelasnya.

"Campur sari itu dasarnya lagu rakyat, folk song. Itu besar peminatnya," papar Remy.

Sebagian besar lagu-lagu rakyat cenderung "sederhana sehingga gampang diingat".

"Jadi sekali dinyanyikan, bisa diulang dalam waktu yang sama. Dan karena liriknya berbahasa Jawa pula," tegasnya

Apa yang membedakan Didi Kempot dengan penyanyi campur sari lainnya?

Didi Kempot semasa hidupnya lebih banyak tampil di berbagai tempat, termasuk penampilannya di Suriname yang mendapat publikasi luas, sehingga namanya makin dikenal, kata Remy Sylado.

"Sehingga otomatis itu membawa publikasi yang bagus untuk namanya," katanya.

Tentu saja di luar soal publikasi, menurutnya, ada pula faktor keberuntungan yang membuat Didi Kempot mampu menyihir khalayak luas.

Apakah lagu-lagu Didi Kempot akan tetap digemari?

Remy Sylado meyakini lagu-lagu karya Didi Kempot akan tetap digemari, karena karya-karyanya sudah tersebar luas di masyarakat, selain karena latar musik campur sari yang sudah mengakar sedemikan rupa di masyarakat.

"Akan sangat menjadi sangat populer," katanya. Hal ini tidak terlepas dari upaya yang sudah dibangun almarhum dalam 'mengenalkan' musik campur sari ke berbagai lapisan masyarakat serta dunia industri musik pop, kata Remy.

"Campur sari itu sudah menjadi fenomena mutakhir, sebab akarnya ada di Indonesia," paparnya.

Alasan lainnya, menurutnya, masyarakat Indonesia cenderung lebih suka melestarikan nilai lama ketimbang menemukan hal baru.

"Kita lebih cenderung melestarikan nilai lama, ketika kita bicara tradisi. Ada kewajiban yang bersifat sukarela untuk melakukan itu," paparnya.

Berita ini akan terus diperbaharui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Video Prabowo Nyanyi Lagu Didi Kempot di Mobil, Minta Liriknya Diprint

Video Prabowo Nyanyi Lagu Didi Kempot di Mobil, Minta Liriknya Diprint

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 18:34 WIB

Nella Kharisma Kangen, Pemain Gendang Didi Kempot Ngaku Jatuh Cinta

Nella Kharisma Kangen, Pemain Gendang Didi Kempot Ngaku Jatuh Cinta

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2020 | 17:45 WIB

5 Lagu Hits Milik Didi Kempot yang Bikin Ambyar

5 Lagu Hits Milik Didi Kempot yang Bikin Ambyar

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2020 | 18:00 WIB

10 Lagu Didi Kempot Paling Populer di YouTube

10 Lagu Didi Kempot Paling Populer di YouTube

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 17:14 WIB

Sebelum Meninggal Dunia, Ini Permintaan Didi Kempot pada Erix Soekamti

Sebelum Meninggal Dunia, Ini Permintaan Didi Kempot pada Erix Soekamti

Jogja | Selasa, 05 Mei 2020 | 18:00 WIB

Didi Kempot Dikenal Punya Sikap Ramah di Kalangan Artis

Didi Kempot Dikenal Punya Sikap Ramah di Kalangan Artis

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2020 | 17:30 WIB

Bisnisnya Pernah Dibantu Didi Kempot, Kaesang Ungkap Penyesalan Ini

Bisnisnya Pernah Dibantu Didi Kempot, Kaesang Ungkap Penyesalan Ini

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 17:09 WIB

Didi Kempot Meninggal dengan Riwayat Asma, Penyakit Bahaya Bagi Orang Tua

Didi Kempot Meninggal dengan Riwayat Asma, Penyakit Bahaya Bagi Orang Tua

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 18:15 WIB

Terkini

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:26 WIB

Baru Keluar Kamar Mandi Kos, Wanita di Medan Disekap Begal

Baru Keluar Kamar Mandi Kos, Wanita di Medan Disekap Begal

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 12:26 WIB

Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo

Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:24 WIB

Istana Sebut Penyadapan Listyo Sigit cs ke Prabowo Sebagai Tindakan Makar

Istana Sebut Penyadapan Listyo Sigit cs ke Prabowo Sebagai Tindakan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:24 WIB

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Minta ke HRD, Cukup Pakai HP!

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Minta ke HRD, Cukup Pakai HP!

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 12:23 WIB

Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt

Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:22 WIB

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

After The Storm: Bahagia Tak Harus Menunggu Semua Impian Menjadi Kenyataan

After The Storm: Bahagia Tak Harus Menunggu Semua Impian Menjadi Kenyataan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

×