Hadapi Krisis, Pemerintah Diminta Jadikan Tanah Konglomerat Jadi Pertanian

Bangun Santoso, Erick Tanjung

Rabu, 06 Mei 2020 | 10:40 WIB
Hadapi Krisis, Pemerintah Diminta Jadikan Tanah Konglomerat Jadi Pertanian
Sebagai ilustrasi: Petani membajak sawah menggunakan kerbau. (Antara/Adeng Bustomi)

Suara.com - Sejumlah provinsi di Indonesia disebut telah mengalami kelangkaan sejumlah komoditas pangan pokok, khususnya beras di tengah pandemi Covid-19. Sehingga untuk mencegah defisit pangan ini tak hanya bisa mengandalkan desa sebagai lumbung pangan.

Untuk kebutuhan jangka pendek, perlu didorong gerakan pertanian di perkotaan atau urban farming secara luas bagi masyarakat miskin kota.

"Pemerintah perlu mengoptimalkan lahan kosong, tanah cadangan atau tanah penguasaan luas milik konglomerat dan perusahaan di kota untuk pertanian dengan melibatkan peran aktif masyarakat," kata Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika dalam keterangan pers, Rabu (6/5/2020).

Pemerintah juga perlu mendukung penuh pemanfaatan benih lokal, pupuk, dan teknologi pertanian. Kemudian asistensi para ahli dan lulusan fakultas pertanian bagi petani, peladang, peternak, buruh tani, buruh kebun, buruh korban PHK massal pabrik-pabrik, dan masyarakat miskin kota.

Selanjutnya pemerintah membeli dengan harga yang baik (menguntungkan) ketika panen. Skema pemerintah membeli dengan harga yang baik ini tentu tidak boleh menjadikan harga pangan ini di pasaran menjadi mahal.

Artinya, insentif pemerintah harus bekerja di masa pandemi agar harga pangan pokok hasil gerakan nasional ini bersifat ekonomis menjawab krisis yang sedang berlangsung.

"Dengan tanaman pangan campur, dalam jangka tiga bulan panen raya dapat dicapai untuk mengatasi defisit stok ragam pangan," ujarnya.

Dewi menambahkan, rencana program cetak sawah bisa dilakukan dengan prinsip-prinsip pokok agar jawaban atas defisit pangan ini tidak menimbulkan masalah baru, seperti konflik agraria, perampasan tanah petani dan masyarakat adat. Harus dipastikan bahwa program cetak sawah baru ini untuk dan oleh petani, rumah tangga petani, buruh tani, dan para peladang tradisional.

"Artinya kembali pada prinsip pelibatan aktif rakyat sebagai aktor utamanya. Bukan untuk membangun food estate seperti MIFEE di Papua atau rice estateboleh BUMN atau perusahaan swasta agribisnis," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPA Kritisi Rencana Pemerintah Cetak Sawah Baru

KPA Kritisi Rencana Pemerintah Cetak Sawah Baru

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:04 WIB

Presiden Jokowi Singgung Krisis Pangan Hingga Pasokan Beras Bulog

Presiden Jokowi Singgung Krisis Pangan Hingga Pasokan Beras Bulog

Bisnis | Selasa, 28 April 2020 | 15:26 WIB

Jokowi Minta Hitung Kebutuhan Beras, Cegah Kelaparan saat Wabah Corona

Jokowi Minta Hitung Kebutuhan Beras, Cegah Kelaparan saat Wabah Corona

Bisnis | Selasa, 21 April 2020 | 12:56 WIB

Kota Denpasar Komitmen Melindungi Lahan Pertanian

Kota Denpasar Komitmen Melindungi Lahan Pertanian

Bisnis | Kamis, 16 April 2020 | 12:01 WIB

Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

Bisnis | Senin, 13 April 2020 | 10:29 WIB

Tertimbun Longsor, 3 Hektare Lahan Pertanian di Sukabumi Gagal Panen

Tertimbun Longsor, 3 Hektare Lahan Pertanian di Sukabumi Gagal Panen

Bisnis | Jum'at, 10 April 2020 | 13:00 WIB

Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk

Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk

News | Sabtu, 29 Februari 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

Megawati Ditelepon: Halo...Halo...Sudah Mulai Sadapnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:45 WIB

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

Penyadapan Presiden Disebut sebagai Pengkhianatan Negara, Gerindra Desak Otak Pelaku Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

Curiga Bukan Inisiatif Pribadi, Gerindra Desak Bongkar Otak Penyuruh Listyo Sadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:43 WIB

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Cetak Sejarah, REJURAN Indonesia Raih Gelar Top Global Distributor 4 Tahun Berturut-turut

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:40 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:35 WIB

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 10:21 WIB

×