Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk

Dany Garjito, Farah Nabilla

Sabtu, 29 Februari 2020 | 07:10 WIB
Lapar dan Takut, Warga Wuhan: Mau Makan, tapi Makanannya Busuk
Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)

Suara.com - Virus corona tak hanya menjadi wabah yang mengerikan di Wuhan. Virus ini menjadikan kota ini mati dan mengisolasi penduduknya.  Warga pun kesulitan mencari makanan.

Dalam laporannya, AFP menelusuri bahwa penduduk Wuhan terpenjara di dalam kotanya sendiri. Para penduduknya tak hanya dibatasi dalam bepergian, mereka juga mengalami kesulitan dalam mencari makan. Pasokan makanan semakin langka, sementara makanan yang tersisa sudah busuk dan tak layak dikonsumsi.

Seorang perempuan terisolasi di dalam rumahnya. Dia hanya bisa menggantungkan hidupnya pada layanan makanan daring. Guo menceritakan pada AFP bahwa dia hanya memiliki acar sayur dan telur asin sebagai stok bahan pangan di rumahnya.

"Kami tidak punya cara lain untuk memilih apa yang kami makan, kami tidak memiliki preferensi pribadi lagi," kata Guo.

Ada 11 juta orang yang bernasib sama dengan Guo di Wuhan. Sejak 23 Januari lalu, pemerintah menetapkan peraturan baru untuk melarang penduduknya meninggalkan lingkungan mereka.

Warga di Kota Wuhan tergeletak di jalanan diduga tewas karena virus corona, foto diambil pada Kamis (30/1/2020). (Foto: AFP / Hector Retamal)
Warga di Kota Wuhan tergeletak di jalanan diduga tewas karena virus corona, foto diambil pada Kamis (30/1/2020). (Foto: AFP / Hector Retamal)

"Saya tidak tahu beli di mana lagi setelah selesai makan apa yang kita miliki di rumah," kata Pan Hongsheng yang tinggal bersama isteri dan dua anaknya.

Namun, Pan menceritakan pada AFP "Tidak ada yang peduli di komunitas kami."

Ia menceritakan bagaimana sebuah keluarga di lingkungannya bahkan tidak memiliki susu bubuk untuk anaknya yang berusia tiga tahun. Pan sendiri mengalami kesulitan untuk mengirimkan obat pada mertuanya yang berusia delapan puluhan tahun.

Wakil Sekretaris Komite Partai Komunis Hubei, Qian Yuankun, dalam konferensi persnya mengatakan, "Pengelolaan lingkungan yang tertutup pasti akan membawa ketidaknyamanan pada kehidupan rakyat."

baca juga

Beberapa daerah telah membentuk komunitas layanan pembelian, di mana supermarket mengirimkan pesanan makanan dalam jumlah besar untuk kelompok.

Sementara itu,  layanan pemasok bahan makanan memiliki aturan baru dengan membatasi jumlah kiriman. Supermarket dan Komunitas lingkungan pun saling berebut untuk mendapatkan bahan makanan.

Di lingkungan Guo, 5,5 kilogram untuk lima sayuran termasuk kentang dan kol bayi harganya mencapai 50 yuan atau lebih dari seratus ribu rupiah.

Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)
Hari Sabtu di Wuhan, keliling di jalanan yang lengang. Hari pertama Tahun Baru Imlek. (twitter.com/ylchaniago)

Terlebih, model pembelian bahan makanan melalui komunitas ternyata mengalami kendala lain. Supermarket memiliki minimum pemesanan untuk dikirim. Ini menyulitkan komunitas dengan kelompok yang kecil.

Beberapa wilayah bahkan menerapkan aturan sendiri seperti melarang supermarket menjual kepada individu dan memaksa lingkungan membeli dalam jumlah besar atau tidak sama sekali.

Sebuah supermarket bahkan membatasi beban pengiriman harian menjadi 1000 pesanan per hari. Pihak supermarket memiliki kendala mempekerjakan staff. Mereka takut terinfeksi jika mempekerjakan terlalu banyak orang.

Kenyataan lain yang dihadapi penduduk Wuhan adalah bahan makanan yang busuk. Meski mereka telah membeli secara kelompok, namun tak jarang mereka menemui tomat dan bawang yang sudah busuk.

David Dai, penduduk yang tinggal di pinggiran Wuhan memperkirakan ada lebih dari sepertiga makanan yang harus dibuang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Corona, Disneyland Tokyo Resmi Ditutup Sementara Mulai Besok

Gara-gara Corona, Disneyland Tokyo Resmi Ditutup Sementara Mulai Besok

Lifestyle | Jum'at, 28 Februari 2020 | 17:23 WIB

Dinkes Batam Pastikan WNA yang Meninggal Bukan Karena Corona COVID-19

Dinkes Batam Pastikan WNA yang Meninggal Bukan Karena Corona COVID-19

Health | Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:32 WIB

Semakin Menyebar, Covid-19 Pertama di Amerika Latin Terkonfirmasi di Brazil

Semakin Menyebar, Covid-19 Pertama di Amerika Latin Terkonfirmasi di Brazil

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 17:18 WIB

Begini Proses Evakuasi 68 ABK Diamond Princess dari Yokohama Jepang

Begini Proses Evakuasi 68 ABK Diamond Princess dari Yokohama Jepang

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 16:07 WIB

Dampak Wabah Corona Covid-19, Ritel Akui Banyak Barang Datang Terlambat

Dampak Wabah Corona Covid-19, Ritel Akui Banyak Barang Datang Terlambat

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2020 | 14:32 WIB

Dapat Fasilitas Karaoke, Ini Kisah Nugraha Selama Masa Karantina di Natuna

Dapat Fasilitas Karaoke, Ini Kisah Nugraha Selama Masa Karantina di Natuna

Jogja | Senin, 17 Februari 2020 | 07:05 WIB

Sempat Dikarantina di Natuna, Ini Cerita Warga Sleman Sekembali dari Wuhan

Sempat Dikarantina di Natuna, Ini Cerita Warga Sleman Sekembali dari Wuhan

Jogja | Minggu, 16 Februari 2020 | 17:33 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×