Viral Foto Gubernur Sultra di Bansos, Warganet: Bupati Klaten Jilid 2

Rendy Adrikni Sadikin | Ruhaeni Intan | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2020 | 09:36 WIB
Viral Foto Gubernur Sultra di Bansos, Warganet: Bupati Klaten Jilid 2
Foto Gubernur Sultra dalam bungkus bantuan sembako (Twitter).

Suara.com - Fenomena foto pejabat negara di bungkus bantuan sembako untuk warga kembali terjadi. Kali ini, giliran foto Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi yang terpampang di bungkus sembako.

Bantuan sembako yang dibungkus karung beras itu akan dibagikan kepada warga Sulawesi Tenggara dalam rangka penanganan wabah virus corona COVID-19. Namun, warganet kembali mendapati ada foto pejabat pada bungkus bantuan tersebut.

Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Laode M. Syarif bahkan mencuit soal itu lewat akun Twitter-nya @LaodeMSyarif.

"Kira-kira berapa ongkos cetak foto di setiap kantong itu? Itu bantuan pemerintah pakai uang rakyat, tidak pakai uang pribadi," tulisnya via Twitter.

Menurut Laode, kalaupun bantuan tersebut menggunakan uang pribadi, akan lebih baik jika tak ada foto dalam bungkus sembako.

"Kalau pakai uang pribadi pun,lebih mulia kalau tidak pakai foto. Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui," ujarnya.

Foto Gubernur Sultra dalam bungkus bantuan sembako (Twitter).
Foto Gubernur Sultra dalam bungkus bantuan sembako (Twitter).

Dalam foto yang ia sertakan pada cuitan, dapat dilihat terdapat gambar Gubernur Sultra Ali Mazi yang berukuran cukup besar, tercetak dalam bungkus bantuan.

Warganet yang mengetahui hal itu mulai memberikan beragam komentar terkait fenomena tersebut. Salah seorang warganet bahkan menyebut hal itu seperti sebagai fenomena Bupati Klaten Jilid 2.

"Bupati Klaten juga seperti ini, heran dengan isi otak pejabat daerah yg seperti ini," tulis @Jeliten19381582.

"Meniru Bupati Klaten maybe," kata @seekorTirex.

"Bupati Klaten Jilid 2," ujar @mieayamreviewer.

Mereka pun menyayangkan tindakan tersebut mengingat bantuan sembako yang ditujukan untuk warga tidak seharusnya dijadikan ajang kampanye terselubung.

"Ki opoan sih kok dadi marak ndeleh foto neng bantuan," ujar @zalapalaz. 

"Tidak bisa kah dibuatkan aturan untuk melarang praktek seperti ini Pak? susah untuk tidak menilai ini syarat kepentingan kampanye gratis," tulis @ardhiart. 

Jagat media sosial sempat diramaikan dengan kemunculan tagar #BupatiKlatenMemalukan. Kemunculan tagar tersebut dipicu beredarnya bantuan hand sanitizer yang dipasangi stiker dengan foto Bupati Klaten Sri Mulyani.

Dari pengamatan Suara.com, Senin (27/4/2020) tagar tersebut menduduki posisi teratas daftar trending topic di Twitter. Setidaknya ada lebih dari 4 ribuan cuitan menggunakan tagar tersebut.

Foto penampakan hand sanitier dengan stiker wajah Bupati Klaten tersebut tersebar luas di media sosial.

Dalam foto tersebut tampak sebuah botol hand sanitizer ditempel dengan stiker yang memuat wajah Bupati Klaten dengan seragam dinasnya.

"Hand sanitizer. Bantuan Bupati Klaten Ibu Hj. Sri Mulyani," demikian tulisan dalam stiker tersebut seperti dikutip Suara.com, Senin (27/4/2020).

Tak hanya itu, beredar pula foto hand sanitizer dengan stiker wajah Bupati Klaten itu sengaja dipasang menutupi stiker asli yang bertuliskan #KemensosHadir.

Hand sanitizer dengan stiker foto Bupati Klaten tersebut menjadi sorotan publik. Banyak warganet yang mengecam aksi Bupati Klaten lantaran dinilai memanfaatkan pandemi virus corona demi citra dirinya.

Klarifikasi Bupati Klaten

Pasca hand sanitizer dengan sticker bergambar dirinya viral dibicarakan di media sosial Twitter, bupati Klaten, Sri Mulyani angkat bicara melalui akun twitter yang diduga miliknya.

"Kepada seluruh netizen, saya sampaikan terimakasih atas saran, kritik dan masukannya. Berkaitan dengan bantuan hand sanitizer kepada masyarakat. Saya sampaikan permohonan maaf atas kesalahan yg terjadi di teknis lapangan," tulis akun @YaniSunarno.

Hand sanitizer yang diduga bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut ramai dibicarakan hingga tagar #BupatiKlatenMemalukan jadi trending topic Twitter Senin (27/4/2020) sore.

Dalam keterangannya, Sri Mulyani menjelaskan tidak bermaksud untuk mengambil keuntungan pribadi dalam penyaluran bantuan hand sanitizer.

"Tidak ada maksud menumpangi atau mengambil keuntungan pribadi, karena selain mendapat bantuan dari kemensos, saya juga membuat bantuan hand sanitizer sendiri yang memang ada stiker dari saya," ujarnya.

Ia juga menyebut, bantuan sembako yang ia serahkan kepada kantor DPC PDIP Klaten berasal dari dana pribadi miliknya.

"Sedangkan untuk bantuan sembako yang saya serahkan di kantor DPC adalah dana pribadi saya selaku ketua DPC PDIP kab klaten. Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf atas peristiwa yg tdk mengenakan ini. Terimakasih," kata Sri Mulyani dalam cuitan akun Twitter tersebut.

Sebelumnya, kabar adanya sticker bergambar dirinya ini viral di media sosial Twitter hingga mendapatkan perhatian dari Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo.

"Injih, saya kasih peringatan! cc @YaniSunarno," tulis @ganjarpranowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka

Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:30 WIB

16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra

16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 14:35 WIB

Terpopuler: Perjalanan Karier Wakil Bupati Klaten hingga Kumpulan Promo Imlek 2026

Terpopuler: Perjalanan Karier Wakil Bupati Klaten hingga Kumpulan Promo Imlek 2026

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 06:45 WIB

Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:41 WIB

Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra

Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:13 WIB

Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia

Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia

Lifestyle | Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:58 WIB

Teluk Kendari Dibersihkan dari 30 Bangkai Kapal Ikan Terbengkalai

Teluk Kendari Dibersihkan dari 30 Bangkai Kapal Ikan Terbengkalai

Foto | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:03 WIB

Polemik Yayasan Unsultra: Pemprov Sultra Sesalkan Nur Alam Tak Hadir Mediasi, Sebut Tak Kooperatif

Polemik Yayasan Unsultra: Pemprov Sultra Sesalkan Nur Alam Tak Hadir Mediasi, Sebut Tak Kooperatif

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:20 WIB

Polemik Yayasan Unsultra Memanas, Pemprov Sultra Mediasi Demi Selamatkan Aktivitas Akademik

Polemik Yayasan Unsultra Memanas, Pemprov Sultra Mediasi Demi Selamatkan Aktivitas Akademik

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:05 WIB

Bukan Hak Pribadi, Aksi Tegas Pemprov Sultra Tertibkan Aset Daerah Banjir Dukungan

Bukan Hak Pribadi, Aksi Tegas Pemprov Sultra Tertibkan Aset Daerah Banjir Dukungan

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:57 WIB

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:13 WIB

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:06 WIB

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:46 WIB

Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari

Arus Balik Lampaui Keberangkatan, KAI: Jakarta Diserbu 50 Ribu Penumpang Kereta per Hari

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:38 WIB

Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret

Arus Balik Masih Padat, Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa Berlanjut Jumat 28 Maret

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:26 WIB

HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!

HUT ke-12, TransJakarta Banting Harga Jadi Rp12, Ini Syaratnya!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:12 WIB

Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:03 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP

PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:57 WIB

Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya

Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:55 WIB