Kabar Eks Manusia Perahu Kampung Akuarium saat Pandemi Corona

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 12 Mei 2020 | 16:17 WIB
Kabar Eks Manusia Perahu Kampung Akuarium saat Pandemi Corona
Penampakan kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut. (Suara.com/Arga).

"Ini shelter sementara, nanti ada pembangunan selanjutnya. Jadi shelter ini per blok. Ada blok A, B, dan C di dalam satu kampung akuarium. Ini sejak awal 2018. Pak Anies yang bangun. Bentuknya letter U nih," tambahnya.

Penampakan PAUD di kawasan Kampung Akuarium yang diliburkan karena pandemi Corona. (Suara.com/Arga).
Penampakan PAUD di kawasan Kampung Akuarium yang diliburkan karena pandemi Corona. (Suara.com/Arga).

Topaz menambahkan, sebagian besar eks 'manusia perahu' kini tinggal di Blok C. Sebab, Blok C merupakan wilayah yang paling dekat dengan laut. Posisinya langsung berhadapan dengan laut.

Sedikit berseloroh, Topaz menyebut eks 'manusia perahu' memilih tinggal di Blok C karena lokasinya dekat dengan laut. Jiwa mereka, kata Topaz, adalah laut.

"Mungkin balik lagi ke jiwanya ya, haha. Harus lihat laut. Nggak ngerti juga sih, namanya juga nelayan, harus melihat laut lah ya. Nah di Blok C ini posisinya menghadap laut," beber dia.

*****

Pandemi corona berdampak bagi sektor perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Hal itu juga berdampak bagi masyarakat Kampung Akuarium.

Sebagian besar masyarkat Kampung Akuarium adalah nelayan. Topaz mengatakan, para nelayan --yang juga pernah menjadi manusia perahu-- hingga kini masih tetap melaut meski pandemi Corona melanda.

Menurut Topaz, aktivitas para nelayan masih berjalan normal seperti sebelum virus Corona datang sebagai tamu tak diundang. Mungkin, kata Topaz, para nelayan masih berani melaut karena tidak ada kerumunan orang banyak di tengah laut.

"Kalau nelayan, mereka masih bisa ke laut karena di laut enggak ada kegiatan kerumunan massa. Jadi kalau sih nelayan masih melaut," kata Topaz.

baca juga
Penampakan kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut. (Suara.com/Arga).
Penampakan kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut. (Suara.com/Arga).

Saya, Yonanes -rekan sesama jurnalis, dan Topaz sempat berkeliling menuju Blok C, tempat tinggal sebagian besar eks 'manusia perahu'. Namun, sebagian besar nelayan sedang melaut, hanya ada satu nelayan yang ada di rumah.

Saat kami datang ke kediaman sang nelayan itu, rupanya dia sedang terlelap. Semalaman dia melaut dan baru kembali siang tadi. Alhasil, kisah nelayan pada saat pandemi corona kembali ditururkan Topaz.

Topaz mengatakan, sebagian besar warganya yang berprofesi sebagai nelayan menjerit karena pandemi corona. Penghasilan para nelayan, kata dia, merosot tajam akibat berkurangnya konsumen.

Alhasil, harga jual ikan turut menurun, jadi murah. Bahkan, para masyarakat di Kampung Akuarium lebih memilih makan dengan lauk telur atau mie instan ketimbang makan ikan ditengah impitan pandemi corona.

"Ada nelayan yang bilang harga jualnya jadi rendah. Harga ikan jadi murah kayaknya. Yang beli kurang soalnya. Karena kebanyakan warga mengirit pengeluaran, ada yang pilih makan pakai telur atau mi instan ketimbang beli daging atau ayam," tambahnya.

Topaz mengatakan, para nelayan yang menghuni Kampung Akuarium bisanya menjual ikan hasil tangkapannya di pelelangan. Mereka menjual baik ikan maupun cumi dalam skala besar di Pelelangan Ikan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Pusat.

"Sebagian memang dia (nelayan) langsung ke pelelangan Muara Baru atau Muara Angke karena mereka langsung dari laut," ucap Topaz.

Terkadang, ada pihak pelelang ikan yang langsung menghampiri para nelayan ke tengah laut untuk mengambil hasil tangkapan. Istilah bekennya adalah sistem jemput bola.

"Atau ada juga yang langsung jemput bola katanya, jadi ada yang 'makelar' ikannya langsung jemput ke tengah laut," beber Topaz.

Meski demikian, Topaz tak mengetahui lebih detil istilah makelar ikan yang dia sebut. Sebab, profesi Topaz bukanlah seorang nelayan.

Terkadang, para warga ada memesan ikan atau cumi secara langsung kepada nelayan. Singkatnya, sebagian hasil tangkapan ada yang disisihkan para nelayan untuk dijual kepada warga Kampung Akuarium.

"Tapi kalau warga mau langsung pesan, 'ikan dong atau cuminya dong gue beli nih'. Jadi sama nelayan di bawa pulang. Misalnya saya nih mau goreng ikan tinggal langsung bilang aja, nanti di bawain sama mereka," papar Topaz.

Kenyataan berbeda justru dialami warga Kampung Akuarium yang bukan berprofesi sebagai nelayan. Para warga yang bekerja sebagai buruh harian merasakan dampak ekonomi yang nyata.

Kata Topaz, warga Kampung Akuarium yang bekerja sebagai buruh harian kekinian sudah dirumahkan. Topaz berkisar, dari 30 warga Kampung Akuarium yang bekerja, kini hanya tersisa 10 sampai 15 orang saja. Sisanya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

"Dari sekitar 20 sampai 30 orang yang awalnya bekerja, mungkin sampai sekarang hanya tinggal 10 atau 15 orang saja yang bekerja. Tapi ada juga yang di PHK lebih banyak juga yang di PHK," tutup Topaz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Pertama Jadi Kapolda Bengkulu, Teguh Sarwono Dikarantina COVID-19

Hari Pertama Jadi Kapolda Bengkulu, Teguh Sarwono Dikarantina COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 16:07 WIB

Peran Ibnu Sina Bantu Perangi Virus Corona dari Akhirat

Peran Ibnu Sina Bantu Perangi Virus Corona dari Akhirat

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:57 WIB

PKL Tanah Abang Berjejer di Trotoar, Pedagang-Pembeli Tak Ada Jaga Jarak

PKL Tanah Abang Berjejer di Trotoar, Pedagang-Pembeli Tak Ada Jaga Jarak

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:39 WIB

Hari Perawat Internasional: Kisah 2 Perawat Berjuang selama Wabah Corona

Hari Perawat Internasional: Kisah 2 Perawat Berjuang selama Wabah Corona

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 16:10 WIB

Transportasi Dibuka, Harga Tiket Bus AKAP di Pulo Gebang Naik 100 Persen

Transportasi Dibuka, Harga Tiket Bus AKAP di Pulo Gebang Naik 100 Persen

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:30 WIB

Wali Kota Risma Dikecam Ngeluh RS Surabaya Banyak Merawat Warga Luar Daerah

Wali Kota Risma Dikecam Ngeluh RS Surabaya Banyak Merawat Warga Luar Daerah

Jatim | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:30 WIB

Empat Bulan Mendekam di Penjara Iran, 15 ABK Asal Indonesia Dibebaskan

Empat Bulan Mendekam di Penjara Iran, 15 ABK Asal Indonesia Dibebaskan

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:27 WIB

Meski Ada Corona, Pemprov DKI: Perusahaan Harus Bayar THR Karyawan

Meski Ada Corona, Pemprov DKI: Perusahaan Harus Bayar THR Karyawan

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:27 WIB

Kiat Komunal Kampung Akuarium Tangkal Pandemi Corona

Kiat Komunal Kampung Akuarium Tangkal Pandemi Corona

Video | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:42 WIB

Klaim Zero Case, Jurus Penangkal Corona di Kampung Akuarium

Klaim Zero Case, Jurus Penangkal Corona di Kampung Akuarium

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:29 WIB

Terkini

Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa

Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal

Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:17 WIB

4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!

4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:15 WIB

DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin

DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat

Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Viral Tanpa Rencana, Aksi Dermawan Ni Kadek Indrayoni Tembus 6 Juta Penonton!

Viral Tanpa Rencana, Aksi Dermawan Ni Kadek Indrayoni Tembus 6 Juta Penonton!

Entertainment | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Belanja Skincare di Watsons Pakai BRImo Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya

Belanja Skincare di Watsons Pakai BRImo Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya

Bri | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

5 Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Formal untuk Berbagai Acara

5 Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Formal untuk Berbagai Acara

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×