Sembuh, Luqman: Penderita Covid-19 Jangan Takut Dikarantina

Rizki Nurmansyah

Selasa, 12 Mei 2020 | 22:32 WIB
Sembuh, Luqman: Penderita Covid-19 Jangan Takut Dikarantina
Sebanyak 11 pasien Covid-19 telah sembuh setelah dirawat di Gedung Karantina Khusus Badan BPSDMD Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (12/5/2020). [Antara/Latif Thohir]

Suara.com - Luqman Abiyullah, pasien Covid-19, mengaku sangat bahagia dan senang dinyatakan sembuh. Ia telah dua kali menjalani tes swab dan hasilnya negatif.

Luqman berharap penderita Covid-19 tidak takut bila dikarantina. Karena, kata Luqman, suasana di lokasi karantina tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan.

"Alhamdulilah senang dan bahagia saya sudah sembuh," kata Luqman sesaat sebelum meninggalkan gedung karantina khusus pada Selasa (12/5/2020) siang.

"Saya harap warga yang dinyatakan positif Covid-19 tidak takut masuk karantina. Karena selain untuk mempercepat penyembuhan, suasana di lokasi karantina juga sangat menyenangkan," sambungnya.

Sebelumnya, sejak satu bulan lebih Luqman bersama 10 orang lainnya dirawat di Gedung Karantina Khusus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan, di Ambulung, Banjarbaru.

Luqman menceritakan, sebelum dinyatakan positif, dia hanya mengalami gejala pilek setelah pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Pada saat dilakukan rapid test atau tes cepat oleh tim gugus yang sedang melakukan penelusuran terhadap warga yang dari Gowa, hasilnya reaktif.

Dari hasil reaktif tersebut, akhirnya dia bersama teman-temannya, masuk karantina untuk ditindaklanjuti dengan rangkaian tes lainnya, sekaligus sebagai upaya untuk memutus rantai penularan.

Setelah satu minggu di lokasi karantina, Luqman bersama teman-teman lainnya dilakukan tes swab.

baca juga

"Waktu tes pertama hasil swabnya negatif," katanya.

Selanjutnya, satu minggu berikutnya, tim gugus kembali melakukan tes swab kepada dirinya, dan hasilnya positif.

Pada tes swab berikutnya dua kali tes, hasilnya negatif, dan akhirnya dinyatakan sembuh.

"Jadi empat kali tes swab, hasilnya negatif kemudian positif, dan dua tes swab lagi negatif," katanya.

Dia berpesan, warga yang dinyatakan positif tidak ragu melakukan karantina khusus di tempat yang telah disiapkan pemerintah, untuk kepentingan diri, keluarga dan masyarakat luas, sebagai upaya memutus rantai penularan.

Sebelum ke rumah masing-masing, para pasien yang sembuh mendapatkan sertifikat sehat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Mereka juga mendapatkan bekal bantuan paket sembako dari pemerintah setempat.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Sahruddin di Gedung Karantina Khusus Badan BPSDMD, Banjarbaru, Selasa (12/5/2020). [Antara/Latif Thohir]
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Sahruddin di Gedung Karantina Khusus Badan BPSDMD, Banjarbaru, Selasa (12/5/2020). [Antara/Latif Thohir]

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Sahruddin mengatakan, walaupun mereka sudah dinyatakan sembuh, seluruh pasien harus selalu berperilaku hidup sehat, dengan tetap menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak aman.

"Jadi pada sore ini kita sudah lepas kawan-kawan yang sudah dirumahkan di Ambulung ini, pasien yang dari Banjarbaru ada 11 orang, Alhamdulillah, hasil tes sudah negatif," katanya.

Jadi, kata dia, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing dan mendapatkan sertifikat sehat dari dinas kesehatan.

"Jadi pada prinsipnya mereka sudah bisa berinteraksi dengan keluarga di rumah dan masyarakat, tapi tetap dengan menjaga jarak," katanya.

Kepala Karantina Khusus Sukamto mengatakan saat ini pihaknya menyiapkan dua gedung untuk menampung pasien Covid-19.

Antara lain di Gedung Ambulung dengan kapasitas 80 kamar atau 160 tempat tidur dan di Gedung Bapelkes dengan 93 kamar atau 186 tempat tidur.

Adapun fasilitas yang tersedia selama karantina adalah ruang ber- AC, makanan bergizi, penanganan medis oleh para dokter umum dan spesialis, perawat, bidan, bimbingan psikologi, olahraga peningkatan imun dan pengamanan yang ketat.

Seluruh petugas dan tim, juga akan berupaya maksimal membuat para pasien nyaman saat di karantina, sebagai upaya untuk meningkatkan sistem imun, yang akan mendorong proses penyembuhan penderita Covid-19.

Menurut Suryanto, setelah 11 orang tersebut sembuh dan pulang ke rumah, saat ini 12 orang pasien masuk karantina untuk menjalani perawatan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Gelombang Kedua Virus Corona, Lockdown Kembali Berlaku di Lebanon

Waspadai Gelombang Kedua Virus Corona, Lockdown Kembali Berlaku di Lebanon

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 22:18 WIB

Rencana Pelonggaran PSBB Juli 2020, Gugus Tugas: Harus Hati-hati

Rencana Pelonggaran PSBB Juli 2020, Gugus Tugas: Harus Hati-hati

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 22:06 WIB

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Bantul Tak Ajukan PSBB

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Bantul Tak Ajukan PSBB

Jogja | Selasa, 12 Mei 2020 | 21:55 WIB

Bantu Ekonomi Masyarakat Terdampak Corona, Lampu Burj Khalifa Dilego

Bantu Ekonomi Masyarakat Terdampak Corona, Lampu Burj Khalifa Dilego

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 21:42 WIB

Sedang Tren Rambut Model Virus Corona Covid-19, Bagaimana Bentuknya?

Sedang Tren Rambut Model Virus Corona Covid-19, Bagaimana Bentuknya?

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2020 | 22:25 WIB

Terkini

Belum Lupa Kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia Ingin Balas Kekalahan dari Singapura

Belum Lupa Kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia Ingin Balas Kekalahan dari Singapura

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB

Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol

Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Gaikindo Pertahankan Target 850 Ribu Unit di Tengah Penjualan Mobil yang Masih Lesu

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 11:59 WIB

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:58 WIB

6 Jajanan Tradisional Jogja, Pilihan Oleh-Oleh Autentik Kota Pelajar!

6 Jajanan Tradisional Jogja, Pilihan Oleh-Oleh Autentik Kota Pelajar!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:57 WIB

Promo Tiket Pestapora 2026: Cicilan 0% Selama 6 Bulan dengan Kartu Kredit BRIMeta

Promo Tiket Pestapora 2026: Cicilan 0% Selama 6 Bulan dengan Kartu Kredit BRIMeta

Lampung | Rabu, 23 September 2026 | 11:56 WIB

Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha

Kerja Keras Tak Menjamin Naik Kelas, tapi Si Miskin Dianggap Kurang Berusaha

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:50 WIB

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:47 WIB

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bela Istri yang Diganggu, WNA Iran Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur di Bali

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 11:46 WIB

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:44 WIB

×