Koar-koar Mafia Merajalela, Ferdinand: Pak Din Gagal Jadi Utusan Khusus?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Jum'at, 15 Mei 2020 | 10:52 WIB
Koar-koar Mafia Merajalela, Ferdinand: Pak Din Gagal Jadi Utusan Khusus?
Eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Pernyataan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang mengklaim pernah diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi mafia di tanah air ditanggapi oleh politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Ferdinan mempertanyakan apakah permintaan khusus tersebut kemudian dapat diemban dengan baik atau tidak oleh Din. Sebab, mengacu dari pernyataannya, Din sendiri mengaku bahwa mafia justru malah merajelela.

"Bukankah Pak Din pernah ditugasi Pak Jokowi sebagai utusan khusus? Diajak diminta melawan mafia? Tapi kenapa Pak Din sendiri bilang mafianya justru makin ramai? Bukankah ini artinya Pak Din gagal melaksanakan tugasnya sebagai utusan khusus?" kata Ferdinand kepada Suara.com, Jumat (15/5/2020).

Ferdinand kemudian mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan lain yang disampaikan oleh Din, yaitu berkenaan dengam pribadi Jokowi yang baik, namun dikelilingi sejumlah pihak yang berniat buruk. Ferdinand sendiri sebelumnya menyatakan tidak sepakat atas pernyataan Din tersebut.

Alasannya, selain tidak disebutkan siapa pihak yang dimaksud, ia sekaligus menilai bahwa pernyataan Din terlalu tendensius karena tidak disertai pembuktian.

"Begitulah niat baik, tak selalu bisa dilakukan dan tak selalu bisa menyenangkan semua pihak. Pak Jokowi dan kabinetnya tentu memiliki niat baik untuk bangsa. Saya tidak yakin kabinet Pak Jokowi punya niat buruk untuk bangsa ini sebagai pribadi maupun sebagai pejabat. Jadi saya tidak bersepakat dengan Pak Din soal itu," kata Ferdinand.

Kembali kepada persoalan mafia, Ferdinand memandang bahwa keberadaan mereka tidak masuk pada ranah kebijakan strategis melainkan pada level teknis antarpelaku bisnis.

"Soal mafia, ini berada pada tatanan teknis pelaksanaan memang banyak terjadi. Di mana bertemunya kepentingan pelaku bisnis dengan kepentingan oknum tertentu dan ini berada di level teknis bukan di ranah kebijakan strategis yang diputuskan presiden dan kabinetnya," ujar Ferdinand.

Sebelumnya, Din Syamsuddin juga mengungkapkan bahwa Jokowi pernah meminta tolong kepada PP Muhammadiyah untuk membantu pemerintah menghadapi mafia.

baca juga

"Beliau dulu pernah minta tolong kepada PP Muhammadiyah untuk membantu pemerintah menghadapi dan mengatasi mafia. Disebutkannya mafia itu dari satu sampai dari mafia beras, mafia gula, mafia garam, mafia daging, sampai mafia pendidikan, itu jumlahnya belasan," kata Din Syamsuddin.

Ia mengiyakan permintaan tersebut namun yang terjadi justru para mafia semakin merajalela. Profesor yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu lantas mengatakan jika adanya mafia di lingkaran Jokowi bisa merusak tatanan pemerintahan.

"Saya bilang siap, tapi apa yang terjadi? Mafia merajalela, mafia semakin merajalela," ucapnya.

Meski demikian, ia enggan menyebutkan siapa saja mafia yang ia maksud. Dirinya hanya menegaskan bahwa para mafia tersebut masih kuat bercokol dalam pemerintahan.

"Saya bukan mafialogi, kita bukan mafialogi, kriminologi, tapi kenyataanya ada masih kuat, dan ini akan merusak tatanan good governance," ujarnya.

Din juga menyebut ada beberapa pihak yang secara terang-terangan hanya mencari keuntungan dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

"Ternyata ada juga pihak-pihak yang mencari keuntungan dari posisinya [Jokowi] di negara ini," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Din Sebut Jokowi Dikelilingi Pihak Berniat Buruk, Politisi Demokrat: Siapa?

Din Sebut Jokowi Dikelilingi Pihak Berniat Buruk, Politisi Demokrat: Siapa?

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 10:38 WIB

Soal Mafia di Pemerintahan, Arief Poyuono: Merugikan Negara Siap-Siap Dibui

Soal Mafia di Pemerintahan, Arief Poyuono: Merugikan Negara Siap-Siap Dibui

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 10:29 WIB

Iuran BPJS Naik, Ferdinand Demokrat Sebut Ada Niat Baik Pemerintah Tapi..

Iuran BPJS Naik, Ferdinand Demokrat Sebut Ada Niat Baik Pemerintah Tapi..

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 08:29 WIB

Iuran BPJS Naik Lagi, PA 212: Sungguh Tega, Pemerintah Mati Rasa

Iuran BPJS Naik Lagi, PA 212: Sungguh Tega, Pemerintah Mati Rasa

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:25 WIB

Soroti Antrean Bandara, Ferdinand: Bikin RI Makin Sulit Keluar dari Covid

Soroti Antrean Bandara, Ferdinand: Bikin RI Makin Sulit Keluar dari Covid

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:05 WIB

Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS Kesehatan, MA Persilakan Warga Menggugat

Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS Kesehatan, MA Persilakan Warga Menggugat

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 15:24 WIB

Din Syamsuddin: Jokowi Orang Baik tapi Dikelilingi Pihak yang Berniat Buruk

Din Syamsuddin: Jokowi Orang Baik tapi Dikelilingi Pihak yang Berniat Buruk

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 03:35 WIB

Din Syamsuddin: Jokowi Pernah Minta Tolong PP Muhammadiyah Menghadapi Mafia

Din Syamsuddin: Jokowi Pernah Minta Tolong PP Muhammadiyah Menghadapi Mafia

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 19:51 WIB

Din Syamsuddin Ungkap Mafia di Lingkaran Jokowi: Mereka Merajalela!

Din Syamsuddin Ungkap Mafia di Lingkaran Jokowi: Mereka Merajalela!

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 17:35 WIB

Din Syamsuddin: Perppu Corona Jokowi Membahayakan Bangsa dan Negara

Din Syamsuddin: Perppu Corona Jokowi Membahayakan Bangsa dan Negara

News | Jum'at, 17 April 2020 | 11:54 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×