Viral, Perempuan Semi Telanjang Sengaja Pamer di Depan Publik saat Corona

Reza Gunadha | Farah Nabilla
Viral, Perempuan Semi Telanjang Sengaja Pamer di Depan Publik saat Corona
Flasher wanita di Singapura. (Instagram)

Ia diketahui berjalan-jalan di tempat umum dan supermarket untuk mendapat perhatian masyarakat.

Suara.com - Publik sosial media di Singapura dan Malaysia tengah diramaikan oleh unggahan berbau pornografi yang menampilkan seorang flasher perempuan setengah telanjang berjalan-jalan dengan santai di sejumlah tempat.

Flasher adalah istilah bagi seseorang yang memamerkan alat genitalnya dengan sengaja di muka publik.

Begitu seringnya publik melihat wanita flasher ini di tempat umum, foto-fotonya pun tersebar di sosial media seperti Facebook dan Instagram.

Menyadur dari World of Buzz, publik beberapa kali berjumpa dengan flasher wanita yang setengah telanjang, baik topless ataupun bottomless di jalanan umum atau supermarket di Singapura.

Salah satu pengguna Instagram yang memotret kejadian itu menceritakan bahwa dirinya bertemu dengan seorang flasher wanita yang tengah berjalan-jalan dengan suaminya.

Pasangan tersebut diduga telah menggoda orang-orang dan bahkan melakukan aktivitas seksual terlarang di depan umum.

Flasher wanita di Singapura. (Instagram)
Flasher wanita di Singapura. (Instagram)

Ketika ditelusuri, pasangan tersebut adalah seorang pria berumur 40-an dan wanita berumur 20-an tahun. Mereka memiliki sebuah akun Twitter yang sudah memiliki lebih dari 37 ribu followers hanya dalam waktu 3 bulan.

Namun pada 15 Mei lalu, Shin Min Dily News melaporkan bahwa akun Twitter mereka telah ditangguhkan.

Selain Twitter, pasangan ini juga memiliki grup Telegram pribadi. Mereka mamatok harga bagi siapa pun yang ingin bergabung dengan grup Telegram mereka.

Di grup itu, pasangan itu menawarkan 'konten eksklusif' mereka dengan biaya keanggotaan bulanan sebesar 77 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 260 ribu. Selain itu, mereka juga menawarkan paket kombo 3 bulan dengan harga 214 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp. 730 ribuan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari pihak berwenang Singapura atau Malaysia. Diketahui bahwa membagikan konten porno di Singapura atau Malaysia adalah perbuatan ilegal dan melanggar hukum.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS