Gegara Masker Kualitas Buruk, Dokter di India Gelar Protes dan Mogok Kerja

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2020 | 20:04 WIB
Gegara Masker Kualitas Buruk, Dokter di India Gelar Protes dan Mogok Kerja
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Suara.com - Dokter dan tenaga medis untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sipil Ludhiana yang terletak di negara bagian Punjab, India, menggelar protes dan mogok kerja lantaran masker yang disediakan berkualitas jelek.

Menyadur Hindustan Times, para dokter dan tenaga medis dalam protes yang digelar Selasa (19/5), menuntut pihak rumah sakit agar memberikan masker dan perlengkapan alat pelindung diri (APD) yang berkualitas baik.

Para dokter penggagas protes menyebut bahwa masker N-95 yang mereka kenakan memiliki kualitas di bawah standar sehingga tidak memberikan perlindungan maksimal.

Seorang dokter rumah sakit sipil Ludhiana Millan Verma mengatakan, masker yang diberikan rumah sakit tidak bisa dipakai dengan pas. Serta lapisan filter masker yang tak terpasang dengan baik, sering terjatuh.

Mereka yang protes, menolak untuk bekerja hingga tuntutan pengadaan masker dan kit APD berkualitas baik dikabulkan oleh pihak rumah sakit.

Disebutkan, para pemrotes akhirnya luluh setelah dokter ahli bedah sipil Rajesh Bagga menjamin masker dan APD pengganti yang memiliki kualitas baik akan datang pada Selasa (19/5) malam.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi tenaga medis merawat pasien covid-19. (Shutterstock)

Sementara, sejumlah 15 perawat yang merupakan pekerja kontrak di pusat isolasi rumah sakit sipil juga melakukan protes dengan tuntutan kenaikan gaji.

Pun mereka menyebut pihak berwenang di rumah sakit tidak menyediakan tes uji COvid-19 kepada para perawat. Padahal, mereka melakukan kontak dengan para pasien positif Covid-19.

Sejauh ini, sebanyak empat tenaga medis dan satu mantan dokter di rumah sakit sipil tersebut telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Sedangkan pada Senin (18/5) kota Ludhiana mencatat total kasus Covid-19 sebanyak 22. Sementara di Punjab, jumlah infeksi virus corona mencapai 305 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berujung Rusuh, Warga Chili Gelar Protes Soal Krisis Makanan Akibat Pandemi

Berujung Rusuh, Warga Chili Gelar Protes Soal Krisis Makanan Akibat Pandemi

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 14:53 WIB

Dipulangkan Pihak Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Halte

Dipulangkan Pihak Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Halte

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 14:01 WIB

Dilanda Topan Amphan, India Evakuasi Warga di Tengah Lockdown Corona

Dilanda Topan Amphan, India Evakuasi Warga di Tengah Lockdown Corona

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 13:21 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB