Ciuman di Rooftop, Atlet Parkour Asal Iran Ditangkap

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Ciuman di Rooftop, Atlet Parkour Asal Iran Ditangkap
Ilustrasi Olahraga Parkour. (Pixabay.com/dongabito)

Sejoli ini ditangkap lantaran melakukan hal yang tidak pantas kemudian menyebarkannnya melalui media sosial

Suara.com - Dua atlet olahraga parkour yang merupakan sepasang kekasih, ditangkap pihak kepolisian Iran setelah foto ciuman mereka di rooftop viral di media sosial dalam sepekan ini.

Menyadur ABC News, Alireza Japalaghy ditangkap pada Senin (18/5), sementara sang pacar yang tidak disebutkan namanya, diamankan pihak kepolisian pada Kamis (21/5) lalu.

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat pada Kamis (21/5), sejoli ini ditangkap lantaran melakukan hal yang tidak pantas kemudian menyebarkannnya melalui media sosial.

"Foto seorang remaja pria dan peremouan yang menujukkan perilaku tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma agama, disebarluaskan di media sosial," kata keterangan kepolisian mengutip Kantor Berita Tasnim.

Penangkapan dua atlet parkour ini pun menarik perhatian publik. Beberapa warganet mengkritik pihak kepolisian yang dirasa kelewat semangat menahan orang atas tindakan seperti ini dibandingkan dengan upaya polisi dalam memberantas tindak kejahatan yang lebih berat seperti korupsi.

Ilustrasi Sejoli di Rooftop. (Pixabay/StockSnap/27559 images)
Ilustrasi Sejoli di Rooftop. (Pixabay/StockSnap/27559 images)

"Gadis dengan atlet parkour ditangkap, saya berharap ada niat untuk memerangi tindakan korupsi ekonomi juga," ujar seorang pengguna twitter, Daryoush.

Ini bukan kali pertama otoritas berwenang Iran menangkap influencer atau publik figur atas apa yang dilakukannya di media sosial.

Sebelumnya pada Oktober 2019 lalu, kepolisian Iran juga menangkap seorang influencer bernama Fatemeh Khisvand atau yang dikenal dengan Sahar Tabar, lantaran mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya menggunakan make up 'tidak biasa' di Instagram.

Terkait kejahatan di media sosial, Polisi Cyber Iran mengatakan pihaknya akan menindaktegas siapapun yang tidak mengindahkan peraturan negara.

"Tidak ada perbedaan antara perilaku kriminal di dunia nyata maupun media sosial," ujar deputi sosial Polisi Cyber Iran Ramin Pashei.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS