Khatib Sholat Idul Fitri di Ambon Ungkap Obat Ampuh COVID-19 Pada Jamaah

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 24 Mei 2020 | 18:37 WIB
Khatib Sholat Idul Fitri di Ambon Ungkap Obat Ampuh COVID-19 Pada Jamaah
Khatib Sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid Raya Alfatah, Kota Ambon, Provinsi Maluku ustadz Abdul Rahman Tuanaya mengungkapkan obat paling ampuh untuk mengobati virus corona jenis baru penyebab COVID-19. (Antara)

Suara.com - Khatib Sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid Raya Alfatah, Kota Ambon, Provinsi Maluku ustadz Abdul Rahman Tuanaya mengungkapkan obat paling ampuh untuk mengobati virus corona jenis baru penyebab COVID-19. Obatnya adalah kesabaran dan iman yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Dikatakannya, saat ini dunia disibukkan dengan penyebaran virus corona yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop, tetapi memiliki kemampuan merusak jaringan tubuh dan menimbulkan kematian jutaan umat manusia.

"Saat-saat pandemi COVID-19 seperti ini, obatnya hanya satu yakni kesabaran dan kita butuh 'nutrisi iman' yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT," katanya pada khutbah di depan 1.000-an umat Muslim yang memenuhi masjid terbesar di Kota Ambon, Minggu (24/5/2020).

"Semua orang, termasuk di Indonesia begitu panik dengan virus yang tergolong baru ini. Kampanye kesehatan tentang bahaya penyakit dilakukan secara masih, ciri-ciri orang terinveksi juga disebarluaskan," lanjutnya.

Dalam konsisi seperti ini, menurutnya, semua orang cepat menyikapi perkara yang membahayakan, tetapi sebaliknya begitu pasif menyikapi perkara yang membahayakan jiwa, hati bahkan agama.

Dia menandaskan saat pandemi COVID-19 merebak seharusnya umat tidak hanya memakai "masker jasmani", tetapi juga "masker keimanan" dan membutuhkan "mineral kesabaran" serta "vitamin" ketulusan dan kejujuran.

"Itu semua obat yang paling ampuh untuk menangkal virus COVID-19," katanya.

Ustadz Abdul Rahman juga menyebutkan sifat kesombongan merupakan virus yang paling berbahaya dibanding pandemi COVID-19.

"Virus tertua di muka bumi dan memiliki daya rusak yang fatal yakni kesombongan. Seseorang yang terjangkit virus ini, maka dia diharamkan atas surga sebagaimana iblis juga diusir karena terjangkit virus sombong," katanya menegaskan.

baca juga

Ditegaskannya bahwa hanya sedikit orang yang memiliki pengetahuan tentang gejala seseorang terpapar virus sombong, bahkan terkadang terkadang manusia tidak menyadari dirinya sudah terpapar virus sombong ini.

"Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Karena itu, jadi pejabat jangan sombong dengan jabatan, rakyat biasa jangan kau sombong dengan kebiasaanmu. Ulama juga jangan sombong dengan ilmu dan ibadahmu. Dampaknya akan sangat merusak," katanya.

Ia menegaskan bahwa obat utama menghilangkan kesombongan adalah bertobat kepada Allah SWT serta setia beribadah.

Memaknai Idul Fitir sebagai Hari Kemenangan, dia mengajak umat untuk merefleksikan amal ibadah masing-masing dengan segala dinamika kehidupan yang digariskan, serta bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dianugerahkan.

"Di hari nan fitri ini kita patut bergembira walaupun sedang diuji dengan adanya pandemi COVID-19. Saatnya kita berpasrah diri serta menyucikan hati untuk menerima ridho Allah SWT," demikian Abdul Rahman Tuanaya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masya Allah, 5.402 Orang Pasien Corona RI Sembuh saat Lebaran

Masya Allah, 5.402 Orang Pasien Corona RI Sembuh saat Lebaran

News | Minggu, 24 Mei 2020 | 18:33 WIB

Lebaran, Penjagaan Pos COVID-19 di Perbatasan Surabaya - Sidoarjo Lengang

Lebaran, Penjagaan Pos COVID-19 di Perbatasan Surabaya - Sidoarjo Lengang

Jatim | Minggu, 24 Mei 2020 | 18:22 WIB

Peringatan! 2 Kecamatan Surabaya Ini Paling Banyak Pasien Corona

Peringatan! 2 Kecamatan Surabaya Ini Paling Banyak Pasien Corona

Jatim | Minggu, 24 Mei 2020 | 18:18 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×