Ribuan Nama Korban Covid-19 Terpampang di Halaman Depan The New York Times

Dany Garjito | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 25 Mei 2020 | 12:26 WIB
Ribuan Nama Korban Covid-19 Terpampang di Halaman Depan The New York Times

Suara.com - Ada yang berbeda pada halaman utama sebuah surat kabar The New York Times edisi 24 Mei 2020. Pasalnya halaman utama dipenuhi dengan daftar orang yang meninggal akibat Covid-19.

Menyadur The Guardian, keputusan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan secara betapa luas dan beragamnya tragedi Covid-29. Halaman depan berisi daftar nama dan informasi pribadi yang diambil dari obituari di seluruh AS.

Judul utamanya adalah "Kematian AS mendekati 100.000, kerugian yang tak terhitung", dengan sub judul yang berbunyi: "Mereka bukan hanya nama dalam daftar. Mereka adalah kita."

Dalam sebuah artikel Times Insider, asisten editor grafis Simone Landon menjelaskan keputusan tersebut adalah cara untuk mempersonalisasikan kejenuhan pembaca dan staf melihat banyaknya data korban jiwa akibat pandemi di AS.

Landon yang memimpin tim peneliti dalam mencari berita kematian di ratusan surat kabar AS yang mencantumkan Covid-19 sebagai penyebabnya, nama panggilan, dan detail pribadi utama "yang menggambarkan keunikan dari setiap nyawa yang hilang". Seperti contohnya "Alan Lund, 81 , Washington, konduktor dengan 'telinga yang paling menakjubkan".

Tom Bodkin, chief creative officer, mengatakan desain seperti ini belum pernah ia temui dalam 40 tahun bekerja. "Ini tentu yang pertama di zaman modern," kata Bodkin.

The Times ikut mengunggah gambar halaman utama tersebut di akun media sosial Twitter pada hari Sabtu (23/05) dan dalam beberapa jam langsung diretweet oleh 61.000 dan mendapatkan lebih dari 116.00 like.

Relaksasi pembatasan dikhawatirkan dapat memicu gelombang kedua virus corona

Senin (25/05) adalah hari libur Memorial Day untuk Amerika Serikat, beberapa ahli khawatir bahwa kembalinya cuaca yang lebih hangat dan melonggarnya pembatasan di seluruh negara bagian dapat memicu gelombang kedua virus corona.

Pada hari Jumat (23/05) Dr Anthony Fauci, mengatakan wabah lokal baru tidak dapat dihindari karena langkah-langkah mitigasi dilonggarkan. Dia mengatakan gelombang kedua Covid-19 dapat dihindari jika pengujian, karantina dan pelacakan kontak terus dilakukan.

Dr Fauci mengatakan dia berharap bahwa AS akan siap menghadapinya, meskipun sebuah studi baru-baru ini oleh Universitas Harvard menemukan bahwa hanya sembilan negara bagian yang melakukan pengujian minimum yang disarankan.

Beberapa jam setelah Dr Fauci berbicara, Donald Trump mengabaikan peringatan tersebut dan memerintahkan rumah ibadat untuk dibuka kembali pada akhir pekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global 25 Mei: Total Kesembuhan Capai 87 Persen

Update Covid-19 Global 25 Mei: Total Kesembuhan Capai 87 Persen

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 09:23 WIB

Kabar Baik, Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan

Kabar Baik, Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan

Health | Senin, 25 Mei 2020 | 09:01 WIB

Kampanye Diet Vegan PETA: Tahu Tidak Pernah Sebabkan Pandemi, Tuai Kritikan

Kampanye Diet Vegan PETA: Tahu Tidak Pernah Sebabkan Pandemi, Tuai Kritikan

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2020 | 09:33 WIB

Terkini

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:07 WIB

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:03 WIB

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:58 WIB

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:52 WIB

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:46 WIB

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:44 WIB

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:38 WIB

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:30 WIB