Penerbangan Domestik India Dibuka, Beberapa Maskapai Mendadak Batal Terbang

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2020 | 19:14 WIB
Penerbangan Domestik India Dibuka, Beberapa Maskapai Mendadak Batal Terbang
Ilustrasi bandara. (Unsplash/Lee Soo Hyun)

Suara.com - Upaya Pemerintah India dalam memutuskan dibukanya kembali akses untuk penerbangan domestik per Senin (25/5) berujung pada kekacauan di bandara.

Menyadur BBC, antrean panjang dan membludaknya penumpang bandara menjadi pemandangan di hari pertama dibukanya penerbangan domestik di tengah pembatasan pandemi virus corona.

Sejumlah bandara memberlakukan pembatasan penerbangan. Namun, hal ini nampaknya tidak diketahui oleh para calon penumpang pesawat.

Berdasarkan laporan dari media-media lokal India, disebutkan lebih dari 100 maskapai batal terbang. Kendati demikian, tidak sedikit juga yang tetap mengangkut penumpang. 

Beberapa penumpang mengeluhkan mereka telah mengantre selama berjam-jam untuk bisa terbang namun akhirnya gagal lantaran pesawat yang akan mereka tumpangi gagal beroperasi.

Negara bagian Maharashtra salah satunya, disebutkan, pihak bandara di negara yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi ini memutuskan untuk membatasi hanya 50 penerbangan yang beroperasi dalam sehari.

Hal ini kemudian berujung pada pembatalan beberapa jadwal penerbangan maskapai yang membuat penumpang meradang lantaran tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Penerbangan kami dibatalkan dan tidak ada yang memberikan keterangan di meja informasi. Kami tidak tahu harus berbuat apa sekarang," ujar seorang penumpang kepada kantor berita ANI.

Penumpang tersebut menambahkan, dirinya telah berada di kota bagian selatan Chennai sejak 15 Maret dan berniat pulang ke Mumbai dengan menggunakan pesawat.

Keluarga tersebut baru mengetahui pembatalan penerbangan begitu tiba di bandara pada Senin (25/5) lalu.

Pembatalan penerbangan di hari pertama pembukaan aktivitas bandara India juga jadi perbicangan oleh warganet di media sosial.

"Kami baru saja kembali dari bandara, penerbangan kami tidak ada di daftar jadwal terbang yang diperbolehkan pihak badara. Meski, maskapai Air India menunjukkan adanya jadwal penerbangan. Nomor bantuan maskapai tidak tersedia pada hari itu," cuit pengguna twitter @RuchiMittalCha1 seperti dikutip dari BBC.

Beberapa warganet yang merupakan calon penumpang pesawat, mengatakan baru mengetahui pembatalan setelah mengantre selama berjam-jam.

Menurut data dari Worldometers, India mencatat total infeksi Covid-19 sebanyak 146.208 dengan 4.187. Per Selasa (26/5), ada penambahan 1.258 kasus baru dan 15 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Wabah Corona, India Krisis Pembalut Perempuan

Akibat Wabah Corona, India Krisis Pembalut Perempuan

News | Senin, 25 Mei 2020 | 18:20 WIB

Soal Penanganan Pasca Badai Amphan di India, Ribuan Warga Kolkata Demo

Soal Penanganan Pasca Badai Amphan di India, Ribuan Warga Kolkata Demo

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 17:27 WIB

Ungkap Kekurangan APD, Dokter India Dibawa Paksa ke Rumah Sakit Jiwa

Ungkap Kekurangan APD, Dokter India Dibawa Paksa ke Rumah Sakit Jiwa

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 21:49 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB