Taiwan Bersikeras Merdeka, China Bakal Kerahkan Kekuatan Militer

Syaiful Rachman

Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:35 WIB
Taiwan Bersikeras Merdeka, China Bakal Kerahkan Kekuatan Militer
Kepala Departemen Staf Gabungan dan anggota Komisi Militer Pusat China Li Zuocheng. [AFP]

Suara.com - China akan menyerang Taiwan jika tidak ada cara lain untuk mencegah wilayah itu merdeka. Hal itu diungkapkan Li Zuocheng, salah satu jenderal paling senior China, Jumat (29/5/2020).

Pernyataan itu merupakan peningkatan retorika China menyangkut pulau yang diklaim Beijing sebagai miliknya itu.

Ketika berbicara di Aula Besar Rakyat pada peringatan 15 tahun UU Anti-Pemisahan, Kepala Departemen Staf Gabungan dan anggota Komisi Militer Pusat China Li Zuocheng mengungkapkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer terhadap Taiwan.

Undang-undang tahun 2005 itu memberi China dasar hukum untuk melakukan tindakan militer terhadap Taiwan jika wilayah itu tampaknya akan atau memisahkan diri, membuat Selat Taiwan yang sempit itu menjadi titik api militer yang potensial.

Sejumlah pejabat China, mengenakan masker wajah menghadiri sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat (22/5/2020).[AFP]
Sejumlah pejabat China, mengenakan masker wajah menghadiri sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat (22/5/2020).[AFP]

"Jika kemungkinan penyatuan kembali secara damai hilang, angkatan bersenjata rakyat akan, dengan seluruh negara, termasuk rakyat Taiwan, mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas menghancurkan setiap plot atau tindakan separatis," kata Li.

"Kami tidak berjanji untuk mengabaikan penggunaan kekuatan, dan menyiapkan opsi cadangan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan, untuk menstabilkan dan mengendalikan situasi di Selat Taiwan," tambahnya.

Meskipun China tidak pernah meninggalkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengendalikan Taiwan, jarang ada seorang pejabat tinggi militer yang secara eksplisit menyatakan ancaman dalam acara publik.

Komentar itu sangat mencolok di tengah kekecewaan internasional terhadap China, yang memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru pada Hong Kong.

Li adalah salah satu dari beberapa perwira senior China yang memiliki pengalaman tempur setelah ikut serta dalam invasi China ke Vietnam pada 1979.

Taiwan adalah masalah teritorial China yang paling sensitif. Beijing mengatakan wilayah itu adalah provinsi China, dan telah mencela dukungan pemerintah AS yang dipimpin Presiden Donald Trump untuk pulau itu.

Sejumlah pejabat China, mengenakan masker wajah menghadiri sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat (22/5/2020).[AFP]
Sejumlah pejabat China, mengenakan masker wajah menghadiri sesi pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat (22/5/2020).[AFP]

Li Zhanshu, pemimpin ketiga paling senior Partai Komunis China yang berkuasa dan Ketua Parlemen China, mengatakan pada acara yang sama bahwa cara-cara nondamai adalah pilihan terakhir.

"Selama ada sedikit peluang resolusi damai, kami akan melakukan upaya seratus kali," kata Li.

"Kami memperingatkan pasukan prokemerdekaan dan separatis Taiwan dengan tegas, jalan kemerdekaan Taiwan mengarah pada jalan buntu; setiap tantangan terhadap undang-undang ini akan dihukum berat," ia menambahkan.

Taiwan tidak menunjukkan minat untuk dijalankan oleh China yang otokratis. Mereka mengecam latihan militer China berulang-ulang di dekat pulau itu dan menolak tawaran China untuk model "satu negara, dua sistem" dengan tingkat otonomi yang tinggi.

China sangat curiga terhadap pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen, yang dituduh sebagai kelompok separatis yang menyatakan kemerdekaan resmi. Tsai mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka yang disebut Republik China, nama resminya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lighter and Princess: Kesetiaan & Penghianatan yang Dieksekusi Membabi Buta

Lighter and Princess: Kesetiaan & Penghianatan yang Dieksekusi Membabi Buta

Your Say | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:50 WIB

Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:29 WIB

Ulasan Drama Unnatural Fire, Tiga Detektif Kebakaran Penyingkap Tabir Kelam

Ulasan Drama Unnatural Fire, Tiga Detektif Kebakaran Penyingkap Tabir Kelam

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:15 WIB

Tren Emas Terus Memburuk Sejak Pandemi: Ada Apa dengan Pasar China?

Tren Emas Terus Memburuk Sejak Pandemi: Ada Apa dengan Pasar China?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:29 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Kecelakaan Pesawat T-34 Taiwan, Kegagalan Simulasi Mesin Tewaskan 2 Pilot Militer di Kaohsiung

Kecelakaan Pesawat T-34 Taiwan, Kegagalan Simulasi Mesin Tewaskan 2 Pilot Militer di Kaohsiung

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:57 WIB

Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90

Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:25 WIB

Ulasan Drama Glaze of Love, Kisah Cinta Dua Introver di Ruang Restorasi Kuno

Ulasan Drama Glaze of Love, Kisah Cinta Dua Introver di Ruang Restorasi Kuno

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 19:15 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB