Masalah Audio Sebabkan Suara 'Pro Rakyat' Puan Maharani saat Baca UUD 1945

Dany Garjito | Husna Rahmayunita
Masalah Audio Sebabkan Suara 'Pro Rakyat' Puan Maharani saat Baca UUD 1945
Puan Maharani membacakan Pembukaan UUD 45 dalam acara Peringatan Hari Lahir Pancasila. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Terkait suara 'pro rakyat' saat Puan Maharani membacakan Pembukaan UUD 1945, suara tersebut muncul karena masalah audio.

Suara.com - Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual pada Senin (1//6/2020) meninggalkan kejadian menggelitik yakni saat Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).

Pasalnya, Puan Maharani yang tampil dengan atasan putih terdengar melakukan improvisasi ketika membacakan alinea keempat pembukaan UUD 45.

Dikutip dari Hops.id --jaringan Suara.com, Puan Maharani menambahkan kata 'pro rakyat' yang sejatinya tidak tercantum dalam alinea tersebut. Tepatnya setelah menyebutkan sila kelima Pancasila.

"Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan neraga Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pro rakyat," ucap Puan secara virtual seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (2/6/2020).

Kejadian ini tak ayal mencuri perhatian warganet yang menyaksikan video Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Tak sedikit dari warganet yang menyentil Puan Maharani karena telah menambahkan kata 'pro rakyat' dalam pembukaan UUD 45.

Warganet menilai Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut telah melakukan kekeliruan lantaran mengimprovisasi pembukaan UUD 45.

Terkait suara 'pro rakyat' saat Puan Maharani membacakan Pembukaan UUD 1945, suara tersebut muncul karena masalah audio. Ada bunyi yang terdengar lagi usai pidato selesai. Suara 'pro rakyat' merupakan pengulangan dari pengucapan 'seluruh rakyat Indonesia' yang terdengar seperti 'ruh rakyat'.

Untuk diketahui, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6) lalu turut dihadiri oleh Kepala Negara Presiden RI Joko Widodo, hingga Ketua Dewan BPIP Megawati Soekarnoputri. Selain itu, para menteri Kabinet Indonesia Maju juga hadir di gelaran virtual ini.

Dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo membacakan amanat Presiden. Sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo yang  juga terlibat bertugas membacakan teks Pancasila.

Catatan Redaksi: Artikel ini mengalami perbaikan. Judul dan isi telah diperbaiki, karena sebelumnya terjadi kesalahan terkait suara 'pro rakyat' yang ternyata masalah audio. Atas nama redaksi, kami mohon maaf.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS