Array

Seorang Pria Tewas Tertembak di Louisville, Kepala Polisi Langsung Dipecat

Selasa, 02 Juni 2020 | 17:36 WIB
Seorang Pria Tewas Tertembak di Louisville, Kepala Polisi Langsung Dipecat
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. Foto sebagai ilustrasi. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)

Suara.com - Aksi protes menuntut keadilan atas kematian George Floyd kembali memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di sebuah kota Louisville di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat.

Menyadur CBS News, Seorang pria di Louisville ditembak oleh polisi tepat setelah tengah malam Senin (1/6) pagi. Penembakan tersebut terjadi pada malam ketika demonstran melakukan aksi protes.

Pria tersebut bernama David McAtee, menurut keterangan anggota keluarga korban. Pria tersebut memiliki usaha rumah makan di dekat lokasi penembakan.

Menurut laporan WLKY, saat kejadian, polisi mengatakan mereka sedang berusaha untuk membubarkan kerumunan besar di tempat parkir.

Kepala Kepolisian Louisville, Steve Conrad mengatakan, pihaknya dan Garda Nasional membubarkan sebuah kelompok besar di sana ketika seseorang menembak mereka. Aparat kemudian membalas tembakan tersebut.

Stasiun WLKY melaporkan, seorang di sekitar tempat kejadian mengatakan kerumunan tersebut tidak melakukan aksi protes namun melanggar aturan jam malam kota.

Belum jelas apakah orang yang meninggal itu adalah tersangka dalam apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai penembak pertama.

Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)

Menurut Wali Kota Louisville, Greg Fischer pada Senin (1/6) mengumumkan pertugas kepolisan yang terlibat telah diberhentikan sementara dan membebastugaskan kepala polisi Louisville.

"Jenis pelanggaran institusional ini tidak akan ditoleransi. Oleh karena itu, saya telah membebaskan Steve Conrad dari tugasnya sebagai Kepala Departemen Kepolisian Metro Louisville," kata Fischer dalam konferensi pers.

Baca Juga: Tanggapi Kematian George Floyd, PM Selandia Baru: Ngeri

Dua petugas yang terlibat dalam penembakan itu melanggar kebijakan departemen dengan tidak mengenakan atau mengaktifkan webcam, kata Wakil Kepala Robert Schroeder.

"Kami akan meninjau seluruh insiden untuk menentukan apakah ada pelanggaran kebijakan lain yang terjadi. Saya jamin, akan ada tindakan disiplin karena tidak menggunakan camera," kata Schroeder.

Schroeder mengatakan Polisi Negara Bagian Kentucky juga akan melakukan penyelidikan independen. Walikota tersebut juga mengatakan Garda Nasional juga akan melakukan penyelidikan.

Selain itu, Jaksa AS Russel Coleman mengumumkan pada Senin malam bahwa FBI dan Kantor Jaksa AS juga akan menyelidiki penembakan, "dan akan mengambil tindakan yang sesuai yang dijamin oleh fakta dan hukum."

"Saya sangat menyambut penyelidikan eksternal ini ... dan akan mendukung mereka dengan cara apa pun," kata Fischer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI