AS Rusuh, Donald Trump Dikecam karena Menyalahgunakan Agama

Suwarjono

Rabu, 03 Juni 2020 | 11:12 WIB
AS Rusuh, Donald Trump Dikecam karena Menyalahgunakan Agama
Donald Trump (BBC)

Suara.com - Keuskupan Agung Washington, DC di Amerika Serikat mengkritik keras aksi Presiden Donald Trump yang menggunakan tameng agama, seiring dengan kekacauan sipil yang terus berlanjut di negara tersebut.

Setelah berfoto dengan memegang alkitab di depan gereja sehari sebelumnya, Trump mengunjungi Kuil Nasional Saint John Paul II di Washington, DC pada Selasa (02/06).

Uskup Agung Washington, Wilton D Gregory, menyebut kunjungan itu sebagai "penyalagunaan" dan manipulasi atas Kuil Nasional Saint Paul II.

Dia pun menyebut aksi presiden tersebut "membingungkan" dan "tercela".

Kematian George Floyd: Mengapa demonstrasi damai bisa berubah menjadi kerusuhan Saya tak bisa bernapas dan kemarahan massal di AS: Pengacara sebut kematian George Floyd 'pembunuhan berencana' Momen 30 menit terakhir hidup George Floyd yang berujung pada kematian, bermula dari laporan dugaan pemalsuan uang

Sementara itu, sutradara film Amerika yang berkulit hitam, Spike Lee, mengatakan tanggapan Presiden Trump terhadap kematian George Floyd, menunjukkan bahwa ia adalah seorang bandit yang berusaha menjadi diktator.

Lee, yang mengangkat ketidakadilan rasial di Amerika Serikat dalam film-filmnya, mengatakan warga di Amerika Serikat marah karena sistem dibentuk untuk membuat mereka gagal.

Di sisi lain, kalangan penyiar, selebriti dan layanan streaming musik mematikan atau setidaknya mengubah layanan mereka pada Selasa (02/06), sebagai bentuk solidaritas terhadap aksi protes menentang pembunuhan George Floyd.

Sedangkan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengkritik saingannya, Presiden Trump, yang disebutnya menggunakan krisis ini untuk menarik pendukungnya.

Sementara itu, sheriff Las Vegas mengatakan bahwa seorang petugas tewas tertembak setelah polisi berusaha membubarkan kerumunan pada Selasa (02/06), dan empat petugas terluka pada hari Senin (01/06).

baca juga
Apa yang dikatakan para pemimpin agama?

Dalam sebuah pernyataan menjelang kunjungan Trump ke Kuil Nasional Saint John Paul II, Uskup Agung Wilton D Gregory mengatakan itu melanggar prinsip-prinsip gereja, menambahkan bahwa umat Katolik semestinya membela hak semua orang.

Uskup Agung tersebut juga mengutuk upaya pembubaran unjuk rasa di luar Gedung Putih sehari sebelumnya demi Trump bisa berkunjung ke sebuah gereja, tempat ia memegang Alkitab di depan media yang tengah meliputnya.

Saint John Paul "tidak akan memaafkan penggunaan gas air mata dan penghalang lainnya untuk membungkam, menyebarkan atau mengintimidasi [pendemo] demi kesempatan untuk berpose di depan tempat ibadah," ujarnya.

Uskup Agung Gregory adalah orang Afrika-Amerika pertama yang memimpin keuskupan.

Adapun Kuil Saint John Paul II dikelola oleh Knights of Columbus, sebuah organisasi yang beranggotakan umat Katolik yang semuanya laki-laki, yang melakukan lobi-lobi untuk kepentingan politik konservatif.

Uskup Episkopal Washington, Mariann Budde, juga mengutuk tindakan presiden itu.

Sementara di Inggris, para uskup agung York dan Canterbury mengatakan kerusuhan itu mengungkap "kejahatan supremasi kulit putih yang sedang berlangsung".

Apa yang terbaru dalam demonstrasi? Setelah pusat perbelanjaan ikonik di New York, Macy dan toko-toko lainnya dijarah, Gubernur New York Andrew Cuomo mengkritik polisi yang disebutnya "tidak melakukan tugasnya" Jam malam di New York diperpanjang hingga Minggu (07/06), sementara jam malam di Philadeplhia berlaku hingga Kamis (04/06) Di Chicago, dua orang dilaporkan meninggal di tengah demonstrasi, meskipun penyebabnya hingga kini belum jelas Perintah kontroversial untuk membubarkan pengunjuk rasa dari sebuah taman dekat Gedung Putih pada Senin malam datang langsung dari Jaksa Agung William Barr, media AS melaporkan Kepala polisi di Louisville, Kentucky dipecat setelah petugas penegak hukum menembak ke kerumunan pada hari Minggu malam, menewaskan pemilik bisnis terdekat Saluran musik dan selebritas menandai gerakan Blackout pada Selasa (02/06), menghentikan layanan musiknya sementara selama delapan menit - lamanya waktu seorang petugas polisi berlutut di leher Floyd Bagaimana demonstrasi bermula?

Aksi demonstrasi bermula ketika rekaman video menunjukkan Floyd sedang ditangkap dan beberapa petugas polisi terus-terusan menindih lehernya meskipun dia memohon dirinya tidak bernapas pada 25 Mei.

Salah satu polisi, Derek Chauvin, dituntut atas pembunuhan tingkat tiga dan akan disidang pekan depan. Sementara tiga polisi lain telah dipecat.

Pada Senin (01/06) Trump menyerukan kepada pemerintah negara bagian dan pemerintah kota untuk mengerahkan Garda Nasional demi menghentikan kerusuhan.

Dia mengatakan jika mereka tidak "mengambil tindakan yang diperlukan" dia akan mengerahkan militer dan "menyelesaikan masalah itu dengan cepat".

Apa dibalik kerusuhan ini?

Kasus Floyd telah menyalakan kembali kemarahan yang mendalam atas pembunuhan polisi terhadap orang kulit hitam Amerika dan rasisme. Kebrutalan polisi ini mendorong gerakan Black Lives Matter dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Michael Brown di Ferguson, Missouri dan Eric Garner di New York juga menjadi korban kebrutalan polisi.

Pada 2014, Eric Garner dicekik oleh polisi karena dituduh menjual rokok ketengan secara ilegal dan dia terdengar berkata "Saya tidak bisa bernapas" ketika polisi menahannya.

Kata-kata Garner, yang juga disebut oleh Floyd di momen terakhir hidupnya, menjadi yel-yel yang diteriakkan oleh pendukung gerakan Black Lives Matter.

Demonstrasi yang berjalan tidak hanya untuk mengekspresikan atas perlakuan terhadap Floyd, tapi juga mengecam kekejaman polisi atas perlakuan mereka terhadap warga kulit hitam di Amerika.

Orang Afrika-Amerika lebih mungkin ditembak secara fatal oleh polisi ketimbang kelompok etnis lain.

Mereka juga ditangkap karena penyalahgunaan narkoba pada tingkat yang jauh lebih tinggi ketimbang orang Amerika kulit putih, meskipun survei menunjukkan penggunaan narkoba pada kedua etnis itu sama.

Bagi banyak orang, kemarahan atas kematian Floyd juga mencerminkan frustrasi bertahun-tahun atas ketidaksetaraan dan diskriminasi sosial-ekonomi, tidak terkecuali di Minneapolis itu sendiri.

Peristiwa itu juga bermula ketika pandemi virus corona tengah berlangsung, yang menurut penelitian telah secara proporsional mempengaruhi orang kulit hitam Amerika yang kehilangan pekerjaan.

Tetapi protes juga menggemakan gerakan hak sipil yang bermula lebih dari 50 tahun yang lalu. Tindakan ini dipimpin oleh Martin Luther King Jr dan berusaha untuk menantang supremasi kulit putih dan kebijakan pro segregasi yang biasa pada saat itu.

Kerusuhan yang sedang berlangsung adalah turbulensi rasial paling luas yang pernah dialami AS sejak King, yang dikenal sebagian besar orang Amerika sebagai MLK, ditembak mati oleh penembak jitu pada tahun 1968.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kekerasan Seksual di Pesantren, DPR Ultimatum Kemenag: Cabut Izin yang Lalai Lindungi Santri!

Kekerasan Seksual di Pesantren, DPR Ultimatum Kemenag: Cabut Izin yang Lalai Lindungi Santri!

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Menggugat Kekuasaan: Krisis Nalar di Balik Politik dan Otoritas Keagamaan

Menggugat Kekuasaan: Krisis Nalar di Balik Politik dan Otoritas Keagamaan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Kasus Hafal Ad-Dhuha Berhadiah Miras Memasuki Babak Baru, 4 Tersangka Segera Disidang

Kasus Hafal Ad-Dhuha Berhadiah Miras Memasuki Babak Baru, 4 Tersangka Segera Disidang

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Profil dan Agama Shandy Aulia yang Jarang Diketahui Publik

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

Korupsi Haji, Saksi Ungkap Dengar Kabar Yaqut Ingin Gunakan Uang dari Gus Alex untuk Ambil Alih PKB

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

Jemaah Bayar USD4 Ribu untuk Kuota Tambahan Haji, Uang Disimpan di Apartemen

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Rp17,5 Juta, Ada Dolar dalam Goodie Bag Terkait Gus Alex

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Rp17,5 Juta, Ada Dolar dalam Goodie Bag Terkait Gus Alex

News | Selasa, 29 September 2026 | 13:53 WIB

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Terkini

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

8 Jam Diperiksa Polisi! Betrand Peto Dicecar 54 Pertanyaan Kasus Kekerasan Seksual di Kelab Malam

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang

Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang

Jatim | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Sempat Kabur, Tahanan Kasus Narkoba di Lapas Pasirpengaraian Ditangkap

Sempat Kabur, Tahanan Kasus Narkoba di Lapas Pasirpengaraian Ditangkap

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Danantara Akan Koleksi Dividen Rp200 Triliun dari BUMN

Danantara Akan Koleksi Dividen Rp200 Triliun dari BUMN

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Dua Arca Kuno Bandung Zoo Kini Kembali ke Pemkot Bandung

Dua Arca Kuno Bandung Zoo Kini Kembali ke Pemkot Bandung

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Industri Alat Medis Dituntut Efisien, Limbah Produksi Jadi Sorotan

Industri Alat Medis Dituntut Efisien, Limbah Produksi Jadi Sorotan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:57 WIB

250 Frekuensi Diamankan untuk MotoGP Mandalika, Komdigi Cegah Gangguan Komunikasi

250 Frekuensi Diamankan untuk MotoGP Mandalika, Komdigi Cegah Gangguan Komunikasi

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Mahasiswa Tewas Tertabrak KRL saat Bikin Konten Tugas Kuliah di Ciputat

Mahasiswa Tewas Tertabrak KRL saat Bikin Konten Tugas Kuliah di Ciputat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:35 WIB

×